Pertamina NRE Terbitkan Kredit Karbon Baru, Penjualan Tembus 90 Persen

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) kembali menerbitkan kredit karbon dengan total volume 35.475 ton CO₂e yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

Dari jumlah tersebut, 90,4 persen atau 32.060 ton CO₂e telah terserap pasar, dibeli oleh sejumlah perusahaan nasional dari sektor perbankan, perdagangan, hingga industri ekstraktif.

“Kami tidak menyangka kredit karbon yang baru diterbitkan ini terserap begitu cepat oleh pasar. Hal ini menunjukkan tingginya permintaan kredit karbon di Indonesia,” kata CEO Pertamina NRE John Anis dikutip Minggu (23/11/2025).

Read also:  Perkuat Tata Kelola Bursa Karbon, OJK Kedepankan Integritas Pasar dan Perlindungan Konsumen

Ia menyebut optimistis perdagangan karbon nasional akan berkembang pesat seiring peningkatan kejelasan regulasi.

Pertamina NRE juga menilai masyarakat dan pelaku usaha kini semakin aktif melakukan kompensasi emisi melalui mekanisme offsetting.

John mengapresiasi langkah pemerintah menandatangani mutual recognition agreement (MRA) dengan standar karbon internasional Gold Standard dan Verra, yang dinilainya membuka peluang lebih besar bagi Indonesia di pasar global.

Read also:  Soroti Perdagangan Karbon, Wamenhut Bicara Soal Transformasi Ekonomi Kehutanan Saat Dies Natalis Fahutan UGM

PLTBg Sei Mangkei, yang beroperasi sejak 2020, merupakan proyek kolaborasi Pertamina NRE dan PTPN III. Kredit karbon dari fasilitas ini dihitung dari pemanfaatan limbah cair kelapa sawit (palm oil mill effluent/POME) melalui teknologi covered lagoon untuk menghasilkan listrik berbasis energi terbarukan.

Sebelumnya, Pertamina NRE juga telah menjual habis kredit karbon perdananya sebesar 864.209 ton CO₂e yang bersumber dari PLTP Lahendong Unit 5 dan 6. Perdagangan kredit karbon ini turut mendukung penguatan bursa karbon Indonesia (IDXCarbon) yang diluncurkan pada September 2023.

Read also:  Potensi Kredit Karbon Riau Capai 11,7 Juta Ton CO₂e per Tahun, Nilainya Bisa US$235 Juta

Pertamina NRE berencana terus menambah penerbitan kredit karbon dari portofolio energi bersihnya. Dalam waktu dekat, perusahaan akan merilis kredit karbon Volume 3 dari PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 dengan estimasi 465.131 ton CO₂e. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

KLH Dorong Pemda Beralih ke Ekonomi Restoratif, Karbon Bisa Jadi Sumber Pembiayaan

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong pemerintah daerah menggeser pendekatan pembangunan dari model ekstraktif menuju ekonomi restoratif yang tidak hanya...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

Mentan Terbitkan Permentan 18/2026, Atur Perdagangan Karbon Sektor Pertanian

Ecobiz.asia – Kementerian Pertanian mengatur tata cara perdagangan karbon melalui mekanisme offset emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor pertanian, mencakup subsektor persawahan, peternakan,...

Kemenhut: GANISPH Dibutuhkan untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menilai tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) akan memegang peran penting dalam ekosistem perdagangan karbon, seiring berkembangnya pemanfaatan hutan yang...

TOP STORIES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...