Ecobiz.asia — PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), unit usaha PT Amman Mineral Internasional Tbk, dinyatakan memenuhi seluruh indikator sertifikasi internasional The Copper Mark untuk operasi Tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.
Ini menempatkan AMMAN di jajaran produsen tembaga global yang menerapkan praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola sesuai standar internasional.
The Copper Mark merupakan kerangka jaminan untuk industri tembaga yang menilai penerapan praktik produksi bertanggung jawab di sepanjang rantai nilai, sekaligus kontribusinya terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Presiden Direktur AMNT Rachmat Makkasau mengatakan sertifikasi ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menjalankan operasi yang berkelanjutan.
“Kami berupaya terus menerapkan praktik yang bertanggung jawab, mulai dari pengelolaan lingkungan, penghormatan HAM, ketaatan hukum, hingga pemberdayaan masyarakat. Penganugerahan The Copper Mark menjadi bukti komitmen tersebut dari sudut pandang pihak ketiga dan independen,” katanya, Kamis (20/11/2025).
Head of Environmental, Social, and Governance (ESG) AMNT Richard Fischer menambahkan capaian itu menunjukkan sistem keberlanjutan yang kuat di dalam perusahaan. Setelah menandatangani Letter of Commitment (LoC) dua tahun lalu, AMNT melakukan perbaikan di 32 aspek penilaian yang dipersyaratkan.
“Kami mengapresiasi kerja sama dari The Copper Mark yang memberikan arahan komprehensif agar operasi kami memenuhi standar tinggi ESG,” ujarnya.
The Copper Mark dikembangkan oleh International Copper Association dengan dewan yang melibatkan pakar lingkungan dan HAM. Pemenuhan seluruh kriteria oleh AMMAN memperkuat kontribusi industri tambang Indonesia dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan yang diakui global. ***




