Sumitomo Forestry Garap Konsesi Restorasi Gambut di Kalimantan Tengah, Incar Pasar Karbon

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Raksasa kehutanan Jepang, Sumitomo Forestry bakal menggarap konsesi restorasi gambut seluas 18.000 hektare di area eks Proyek Lahan Gambut, Kalimantan Tengah.

“Proyek ini bertujuan untuk mendapatkan teknik pengelolaan gambut yang tepat di Kalimantan Tengah,” kata Deputy Divisional Manager Forest Carbon Sink Business Department Environment And Resources Division Sumitomo Forestry Tsuyoshi Kato di Paviliun Indonesia pada COP29 UNFCCC Baku, Selasa, 19 November 2024.

Proyek tersebut, imbuh Kato, juga bertujuan mengkaji perhitungan karbon yang lebih akurat di lahan gambut.

Read also:  PHE Dorong Percepatan Ekosistem Natural Hydrogen untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Baca juga: Tutupan Hutan Alam PBPH Milik Hashim Meningkat 115 Persen, Menteri LHK Beri Penghargaan

“Untuk kelayakan ekonomi, proyek ini akan mengkaji pemanfaatan dari hasil hutan kayu, carbon credit atau biodiversity credit, serta bisnis berkelanjutan lainnya,” kata Kato.

Saat ini Sumitomo Forestry mengelola tiga konsesi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Kalimantan Barat, yaitu PT Wana Subur Lestari (WSL), PT Mayangkara Tanaman Industri (MTI), dan PT Kubu Mulia Forestry (KMF). Sebagian areal konsesi tiga PBPH tersebut berada di lahan gambut.

Read also:  Perta Daya Gas Perkuat Infrastruktur Gas untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional

Kato mengklaim, Sumitomo Forestry berhasil melakukan reforestasi di konsesi yang berada di Kalimantan Barat. Di sana Sumitomo Forestry melakukan tata kelola air untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Selain itu dilakukan konservasi keanekaragaman hayati dan pengkayaan tanaman untuk pengurangan emisi karbon.

Sumitomo Forestry, kata Kato, juga berhasil mengintegrasikan kegiatan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan di konsesi yang ada di Kalimantan Barat.

Read also:  Pertamina Trans Kontinental Salurkan Bantuan Bencana di NTT, Pastikan Layanan Maritim Tetap Berjalan

Baca juga: Tingkatkan Daya Saing Industri Kehutanan, KLHK Bedah Kinerja PBPHH di Kalimantan Tengah

Kato mengaku, mengelola proyek di Kalimantan Tengah nantinya tidak akan mudah. Pasalnya, area tersebut sudah mengalami kerusakan dan rutin mengalami kebakaran.

Dia mengatakan akan melibatkan masyarakat setempat, universitas, dan peneliti dalam pengelolaan proyek di Kalimantan tengah.

“Kerja sama kemitraan untuk pelaksanaan proyek ini sudah ditandatangani antara Kementerian LHK, BRGM, dan Sumitomo Forestry pada 17 Agustus 2024,” katanya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PGN Gagas Perluas Akses Gas Bumi di Yogya Lewat Skema CNG

Ecobiz.asia -- Keterbatasan jaringan pipa gas bumi mendorong PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) memperluas...

PGN Dorong Pemanfaatan Jargas sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat Sleman

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) di Sleman, Yogyakarta, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah...

PHE Dorong Percepatan Ekosistem Natural Hydrogen untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong percepatan pengembangan natural hydrogen di Indonesia sebagai salah satu sumber energi masa depan...

ICVCM Setujui Dua Metodologi Verra untuk Pengurangan Metana dari Budidaya Padi dan TPA Sampah

Ecobiz.asia – Integrity Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM) menyetujui dua metodologi tambahan milik Verra yang memenuhi standar Core Carbon Principles (CCP). Kedua...

PGN Gagas Ajukan Tambahan Alokasi Gas CNG hingga 30 BBTUD untuk Periode 2026-2030

Ecobiz.asia -- PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), mengajukan tambahan alokasi gas bumi untuk kebutuhan compressed...

TOP STORIES

Presiden Prabowo Pantau Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan, Perkuat Operasi Pemadaman

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan di tengah kondisi cuaca yang sangat kering akibat fenomena...

West Java Explores 900 Nm3/Hour Waste-to-Hydrogen Project at Sarimukti

Ecobiz.asia – The West Java Provincial Government is exploring a waste-to-hydrogen project at the Sarimukti regional waste facility with planned hydrogen production capacity of...

Indonesia Accelerates Industrial Decarbonisation Across Nine Sectors Toward 2050 Net Zero

Ecobiz.asia – Indonesia has identified nine industrial subsectors as priorities for decarbonisation as the government targets net-zero emissions in the industrial sector by 2050,...

Indonesia Faces a New Waste Challenge as Renewable Energy Expansion Accelerates

Ecobiz.asia – Indonesia is preparing to scale up renewable energy, but the country is also beginning to confront a less visible consequence of the...

SETI Shows Energy Efficiency Can Cut Industrial Costs by Billions of Rupiah

Ecobiz.asia – Energy-efficiency and clean-energy projects implemented under the Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI) program have delivered significant cost-saving and emissions-reduction opportunities for...