Dari SPKLU Hingga SAF, Pertamina Perkuat Ekosistem Mobilitas Hijau di Darat, Laut, dan Udara

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) memperkuat pengembangan ekosistem energi dan mobilitas berkelanjutan di sektor transportasi darat, laut, dan udara sebagai bagian dari dukungan terhadap target Net Zero Emission (NZE) Indonesia 2060.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, dalam Studium Generale Sustainability bertajuk Global Insights for Local Action: Bridging Academia and Industry in Energy Transition yang diselenggarakan Universitas Pertamina di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Agung mengatakan Pertamina mengambil peran aktif dalam transisi energi nasional melalui penguatan teknologi, pembangunan ekosistem energi bersih, dan kolaborasi lintas sektor.

“Seluruh upaya ini kami arahkan untuk mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060 sebagaimana menjadi komitmen Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Agung.

Read also:  Progres PLTS Terapung Tembesi Batam Capai 74%, Proyek 46 MWp Masuki Tahap Lanjutan

Di sektor transportasi darat, Pertamina memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dan battery swapping bersama Indonesia Battery Corporation (IBC).

Selain itu, Pertamina juga tengah membangun pabrik bioetanol terintegrasi di Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur. Proyek tersebut dikembangkan bersama kawasan perkebunan tebu lokal untuk menjamin pasokan bahan baku berkelanjutan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Pada sektor transportasi laut, Pertamina mendorong efisiensi energi melalui pemanfaatan dual fuel, pengembangan green ammonia, hingga pemasangan panel surya di dek kapal untuk mendukung kebutuhan listrik armada secara mandiri.

Read also:  PDC Bersama Pertamina dan PHE Kembangkan Teknologi Geokimia untuk Eksplorasi Hidrogen Alami, Seperti Apa?

Sementara di sektor penerbangan, Pertamina melalui Pelita Air mulai mendukung penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan baku minyak jelantah atau used cooking oil (UCO) guna menekan emisi karbon industri aviasi.

Menurut Agung, seluruh langkah tersebut menjadi bagian dari strategi transformasi bisnis Pertamina menuju perusahaan energi yang lebih berkelanjutan.

Sementara itu, Acting Rector Universitas Pertamina, Djoko Triyono, menilai transisi energi membutuhkan kolaborasi erat antara akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat.

“Universitas Pertamina berkomitmen menjadi jembatan yang menghubungkan riset, inovasi, pengembangan SDM, dan aksi nyata guna mendukung terciptanya ekosistem energi berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.

Read also:  Pertamina Dorong B50 untuk Kurangi Impor Solar dan Perkuat Ketahanan Energi

Dalam forum tersebut, Guru Besar University of Southern California (USC) Sol Price, Prof. Marlon Boarnet, mengatakan dunia saat ini tengah memasuki fase awal transformasi mobilitas hijau global.

Ia menilai biofuel dan drop-in fuels memiliki peran penting sebagai energi transisi, sementara sektor pelayaran membutuhkan solusi energi berdensitas tinggi seperti green ammonia.

Menurut Marlon, transisi energi kini bukan lagi sekadar tuntutan regulasi, tetapi telah menjadi transformasi industri global yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Menutup paparannya, Agung menegaskan Pertamina akan terus memperkuat perencanaan skenario dan strategi transformasi bisnis secara bertahap dan berkelanjutan guna menjaga keberlanjutan lingkungan dan ketahanan energi nasional. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Agrinas Palma dan Pertamina Bidik Fasilitas FAME 600.000 Ton di Riau, Dukung Program Biodiesel B50

Ecobiz.asia – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan PT Pertamina Power Indonesia menjajaki pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) milik...

AIIB dan KfW Kolaborasi Dukung Ketahanan Iklim Indonesia, Siapkan Pembiayaan Hingga Total US$850 Juta

Ecobiz.asia – Bank Pembangunan Infrastruktur Asia (Asian Infrastructure Investment Bank/AIIB) dan bank pembangunan Jerman, KfW, menjalin kerja sama untuk mendukung program adaptasi perubahan iklim...

PLTS Terapung Karangkates Capai 70% Konstruksi, Bidik Produksi Listrik Perdana Desember

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mencatat progres konstruksi infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur,...

PDC Bersama Pertamina dan PHE Kembangkan Teknologi Geokimia untuk Eksplorasi Hidrogen Alami, Seperti Apa?

Ecobiz.asia — PT Patra Drilling Contractor (PDC), PT Pertamina (Persero), dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengembangkan teknologi geokimia untuk mendukung eksplorasi hidrogen alami...

Tarif, Infrastruktur, Insentif Jadi Kendala Investasi Panas Bumi

Ecobiz.asia -- Keekonomian proyek, keterbatasan infrastruktur pendukung, dan minimnya insentif fiskal masih menjadi tiga tantangan utama investasi panas bumi di Indonesia, meskipun sumber energi...

TOP STORIES

Agrinas Palma dan Pertamina Bidik Fasilitas FAME 600.000 Ton di Riau, Dukung Program Biodiesel B50

Ecobiz.asia – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan PT Pertamina Power Indonesia menjajaki pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) milik...

AIIB dan KfW Kolaborasi Dukung Ketahanan Iklim Indonesia, Siapkan Pembiayaan Hingga Total US$850 Juta

Ecobiz.asia – Bank Pembangunan Infrastruktur Asia (Asian Infrastructure Investment Bank/AIIB) dan bank pembangunan Jerman, KfW, menjalin kerja sama untuk mendukung program adaptasi perubahan iklim...

ADM Capital Buka Peluang Pembiayaan Karbon di Riau, Integritas Proyek Jadi Kunci

Ecobiz.asia – Pengelola investasi ADM Capital menjajaki peluang pembiayaan proyek karbon di Riau setelah mulai menilai sejumlah proyek di pasar karbon sukarela di Kalimantan. Investment...

Calon Pembeli Internasional Menunggu, Riau Minta Percepatan Registrasi Program Karbon ART-TREES

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Riau meminta pemerintah pusat mempercepat registrasi program karbon hutan GREEN for Riau melalui standar Architecture for REDD+ Transactions–The REDD+ Environmental...

Selandia Baru Lanjutkan Program Energi Terbarukan di Maluku, Target Kurangi Ketergantungan Bahan Bakar Fosil

Ecobiz.asia – Program pengembangan energi terbarukan di Provinsi Maluku memasuki fase kedua melalui kemitraan Pemerintah Selandia Baru dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral...