Ecobiz.asia – Kilang Pertamina Internasional (KPI) meresmikan program Desa Energi Berdikari (DEB) di Sumatera Selatan sebagai upaya menghadirkan energi berkelanjutan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa.
Program ini berlangsung di Desa Singapur, Kabupaten Lahat, dan Dusun Rantau Dedap, Kabupaten Muara Enim.
Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, menyatakan DEB menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam pemerataan akses energi terbarukan dan pemberdayaan masyarakat.
“KPI berkomitmen menghadirkan energi bersih yang terjangkau, sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui DEB Sumsel, kami ingin memastikan energi turut mendorong kemandirian desa dan peningkatan kualitas hidup,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Di dua lokasi itu, KPI menghadirkan lima unit pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) dan tiga unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang kini dimanfaatkan lebih dari 167 rumah tangga atau sekitar 500 jiwa.
Selain energi bersih, program juga meningkatkan ekonomi lokal. Di Desa Singapur, kelompok kopi mampu menaikkan harga jual produk dari Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu per kilogram, dengan tambahan pendapatan lebih dari Rp1 juta per bulan.
Sementara di Dusun Rantau Dedap, ekowisata Danau Deduhuk tumbuh pesat, jumlah wisatawan naik dua kali lipat, disertai munculnya produk turunan seperti donat kentang dan jus stroberi.
Program DEB dijalankan KPI bersama Subholding Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) yang memberi dukungan teknis pembangunan infrastruktur energi terbarukan serta pelatihan masyarakat. Kegiatan peresmian juga diisi pelatihan energi, panen kentang, penanaman stroberi, serta monitoring fasilitas DEB.
KPI menegaskan DEB Sumsel menjadi implementasi nyata prinsip Environmental, Social, Governance (ESG) dan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya energi bersih, pertumbuhan ekonomi, konsumsi berkelanjutan, dan kemitraan. ***