Ecobiz.asia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatat penghematan energi sebesar 90.502,28 MWh sepanjang 2025 sebagai bagian dari upaya mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia dan kontribusi terhadap Nationally Determined Contribution (NDC) melalui pengembangan energi panas bumi rendah karbon.
Berdasarkan Laporan Keberlanjutan 2025, capaian efisiensi energi tersebut meningkat signifikan dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar 40.058,77 MWh. Peningkatan penghematan didorong oleh optimalisasi operasional di sejumlah Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP), termasuk debottlenecking jalur produksi di Area Ulubelu, optimalisasi vacuum pump pada Gas Extraction System, serta modifikasi hand control valve di Lumut Balai untuk mengurangi uap terbuang.
Direktur Operasi PGE, Andi Joko Nugroho dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu (13/5/2026), mengatakan praktik keberlanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga pengembangan panas bumi tetap andal, efisien, dan kompetitif.
PGE juga terus mendorong inovasi pengurangan emisi melalui pemanfaatan energi terbarukan untuk kebutuhan internal operasional, termasuk penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di fasilitas operasi dan perkantoran.
Selain itu, rasio intensitas energi PGE tercatat turun 10,10 persen menjadi 0,037 MWh/MWh pada 2025. Rasio tersebut menggambarkan semakin efisiennya konsumsi energi dibandingkan total listrik panas bumi yang diproduksi perusahaan. Sementara itu, penggunaan energi terbarukan dalam operasional tetap tinggi mencapai 94,36 persen.
Dari sisi emisi, intensitas emisi PGE tercatat sebesar 41,12 gram CO2e per kWh atau masih jauh di bawah ambang batas EU Taxonomy dan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia sebesar 100 gram CO2e per kWh.
PGE juga mencatat kapasitas operasional panas bumi perusahaan berkontribusi terhadap penghindaran emisi lebih dari 4,29 juta ton CO2e sepanjang 2025.
Menurut Andi, seluruh implementasi keberlanjutan perusahaan dijalankan secara transparan dengan mengacu pada standar pelaporan global dan telah diverifikasi lembaga independen berlisensi AA1000 dengan assurance type 1 dan type 2 level moderate. ***



