PLN Hadirkan Teknologi Desalinasi Surya di Pulau Barrang Lompo, Sediakan Air Bersih Rendah Karbon

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) membangun fasilitas Desalinasi Berbasis Energi Surya (DE-BES) di Pulau Barrang Lompo, Makassar, Sulawesi Selatan, untuk mengatasi krisis air bersih yang telah lama dialami warga.

Fasilitas ini mampu memproduksi hingga 3.000 liter air layak konsumsi per hari, memanfaatkan panel surya berkapasitas 4,4 kWp dan baterai 4,8 kWh yang terintegrasi dengan mesin Reverse Osmosis.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan inovasi ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang sejalan dengan transisi energi nasional dan prinsip keberlanjutan.

Read also:  ADUPI, IDCTA dan ESGIN Bangun Infrastruktur Digital untuk Perkuat Industri Daur Ulang

“PLN tidak hanya menyediakan listrik andal, tetapi juga menghadirkan solusi ramah lingkungan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Kamis (8/8/2025).

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menambahkan, teknologi ini mengurangi ketergantungan pada genset diesel, menekan emisi karbon hingga 1,26 ton CO₂e per tahun, dan mengurangi sampah plastik sekitar 3,9 ton per tahun.

Read also:  WRI Indonesia Dorong Penguatan Data dan MRV Emisi Metana Sektor Persampahan

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengapresiasi langkah PLN karena menjawab tantangan ketersediaan air bersih di wilayah pesisir dan kepulauan sekaligus mendukung energi terbarukan.

Dukungan serupa disampaikan Plt Asisten Deputi Infrastruktur Dasar Strategis Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Nayo Ramli, yang menilai program ini layak direplikasi di daerah lain.

Warga Barrang Lompo menyambut positif fasilitas tersebut. Selama ini mereka harus menyeberang 13 kilometer ke Makassar untuk membeli air bersih, terutama saat musim kemarau.

Read also:  PIS Restorasi Terumbu Karang di Bali Barat, Tanam 100 Fragmen dan Edukasi Anak Pesisir

Inovasi DE-BES juga mendorong partisipasi warga dalam pengelolaan sistem, meningkatkan literasi energi, dan membuka peluang usaha lokal. Proyek ini meraih penghargaan Platinum pada InTechSEA Awards 2025 Universitas Hasanuddin. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

NHM Kembangkan Pertanian Modern 10 Hektare di Kao Barat untuk Dukung Ketahanan Pangan

Ecobiz.asia -- PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) mendorong modernisasi sektor pertanian di Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, melalui penerapan teknologi dan...

PHE Dorong Percepatan Ekosistem Natural Hydrogen untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong percepatan pengembangan natural hydrogen di Indonesia sebagai salah satu sumber energi masa depan...

WRI Indonesia Dorong Penguatan Data dan MRV Emisi Metana Sektor Persampahan

Ecobiz.asia -- World Resources Institute (WRI) Indonesia mendorong penguatan kualitas data persampahan dan sistem measurement, reporting, and verification (MRV) untuk mempercepat upaya pengurangan emisi...

PGN Gagas Ajukan Tambahan Alokasi Gas CNG hingga 30 BBTUD untuk Periode 2026-2030

Ecobiz.asia -- PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), mengajukan tambahan alokasi gas bumi untuk kebutuhan compressed...

Jaga Ekosistem Bahari, Pertamina Trans Kontinental Tanam 512 Fragmen Terumbu Karang di Sulut

Ecobiz.asia – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menanam 512 fragmen terumbu karang di perairan Sulawesi Utara sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem laut dan...

TOP STORIES

Prabowo Launches 100 GW Solar Program, Sets Three-Year Deadline

Ecobiz.asia — Indonesia has launched a national program to develop 100 gigawatts peak (GWp) of solar power capacity, with an estimated investment of about...

Prabowo Mulai Program PLTS 100 GWp, Sesumbar Rampung dalam Tiga Tahun

Ecobiz.asia — Pemerintah resmi memulai program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) dengan nilai investasi sekitar US$73 miliar...

Revisi Aturan Pengelolaan Hutan, Organisasi Masyarakat Sipil Soroti Penguatan KPH hingga Evaluasi Perizinan

Ecobiz.asia – Sebanyak 14 organisasi masyarakat sipil menyoroti sejumlah aspek tata kelola dalam revisi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 8 Tahun 2021...

Indonesia Sanctions Six Companies Over Forest Fires, Freezes One Permit

Ecobiz.asia – Indonesia's Ministry of Forestry has imposed administrative sanctions on six forest concession holders after inspections found forest and land fires across a...

Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Terkait Kebekaran Hutan, Satu Izin Dibekukan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) setelah ditemukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...