Kemenperin dan PT IMIP Buka Kelas Beasiswa untuk Cetak SDM Hilirisasi Industri

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) melalui Yayasan IMIP Peduli resmi meluncurkan Program Kelas Hilirisasi, sebuah program beasiswa pendidikan vokasi bagi mahasiswa Politeknik ATI Makassar. 

Program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung hilirisasi industri nasional.

Sebanyak 120 mahasiswa baru tahun ajaran 2025/2026 dari empat program studi yaitu Teknik Manufaktur Industri Agro, Teknik Industri Agro, Teknik Kimia Mineral, dan Otomasi Sistem Permesinan, akan menerima beasiswa penuh selama tiga tahun masa studi. 

Read also:  Elnusa Raih Skor ACGS 96,66, Lampaui Rata-rata Emiten Big Cap Indonesia

Baca juga: Listrik Hijau Makin Diminati Sektor Industri dan Bisnis, Pengguna REC Naik 117 Persen

Selain pendanaan, PT IMIP juga akan mengirimkan dosen praktisi industri serta terlibat dalam penyusunan kurikulum.

“Program ini bentuk nyata kepedulian PT IMIP terhadap pengembangan pendidikan vokasi. Kami ingin mahasiswa lebih tertarik menekuni sektor hilirisasi dan siap terjun ke dunia industri,” ujar HR Director PT IMIP, Achmanto Mendatu, yang diwakili Ketua Yayasan IMIP Peduli, Irsan Widjaja, usai penandatanganan perjanjian kerja sama, Selasa (8/7/2025).

Read also:  Pertamina Buka Beasiswa Sobat Bumi 2026, Pahami Informasi Lengkapnya

Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri, menyatakan apresiasi atas inisiatif ini. 

Menurutnya, Kelas Hilirisasi akan memperkuat sinergi antara dunia industri dan pendidikan vokasi dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja kompeten di sektor pengolahan mineral dan logam.

Kepala Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) Kemenperin, Masrokhan, menyebut program ini sebagai wujud nyata kolaborasi Kemenperin dengan industri. 

Saat ini, Kemenperin memiliki 13 perguruan tinggi vokasi, 9 SMK, dan 7 balai diklat yang berperan aktif mencetak SDM industri unggul.

Baca juga: KLH Temukan Pelanggaran Lingkungan Serius di Kawasan Industri IMIP, Bakal Proses Pidana dan Perdata

Read also:  Jaga Keandalan Infrastruktur Energi Nasional, Pertagas Perkuat Budaya K3 Berkelas Dunia

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa hilirisasi merupakan kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 7–8 persen. 

Pada kuartal I 2025, investasi di sektor hilirisasi tercatat mencapai Rp136,6 triliun, tumbuh hampir 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dan menyumbang 29,3 persen dari total investasi nasional.

“Hilirisasi harus didukung SDM yang kompeten agar mampu menciptakan nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru,” ujar Menperin. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Dari Pernah Merugi hingga Raup Puluhan Juta, Petani Semangka di Musi Banyuasin Bangkit Bersama Program MedcoEnergi

Ecobiz.asia — Hamparan semangka yang kini dipanen Kelompok Sumpal Palawija Makmur di Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menjadi...

PLN EPI Gandeng Sorbu Agro Energi Kembangkan Bioenergi Sorgum di Gorontalo

Ecobiz.asia - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menjajaki pengembangan bioenergi berbasis sorgum melalui kerja sama dengan PT Sorbu Agro Energi sebagai bagian...

PEP Bunyu Field dan FSPPB Tanam Pohon untuk Dukung Keberlanjutan Lingkungan

Ecobiz.asia -- PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field dan Federasi Serikat Pekerja Pertambangan & Gas Bumi Bersatu (FSPPB) menyelenggarakan kegiatan “Aksi Hijau May Day”...

Dua Dekade di Oman, MedcoEnergi Perkuat Ekspansi dan Kemitraan Strategis

Ecobiz.asia -- PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi; IDX: MEDC) menandai dua puluh tahun operasinya di Kesultanan Oman dan menegaskan kembali komitmen jangka panjangnya...

Sukses di Filipina, Pertamina NRE Ekspansi Pengembangan Energi Terbarukan ke Bangladesh

Ecobiz.asia – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperluas ekspansi bisnis energi terbarukan ke Bangladesh setelah mencatat pengembangan proyek energi surya berskala besar...

TOP STORIES

Direct Carbon Pricing Now Covers Nearly One-Third of Global Emissions: World Bank

Ecobiz.asia — Direct carbon pricing mechanisms now cover nearly one-third of global greenhouse gas emissions, while revenues generated from carbon pricing have surpassed US$107...

Indonesia, UNEP Sign Implementing Arrangement to Strengthen REDD+ Cooperation

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Forestry and the United Nations Environment Programme have signed an Implementing Arrangement (IA) to strengthen cooperation on Reducing Emissions...

Indonesia, Norway Advance Fifth REDD+ Payment Under Agreed MRV Protocol

Ecobiz.asia — Norway has reaffirmed its commitment to strengthening its climate and forestry partnership with Indonesia and is preparing to disburse the fifth phase...

Dari Pernah Merugi hingga Raup Puluhan Juta, Petani Semangka di Musi Banyuasin Bangkit Bersama Program MedcoEnergi

Ecobiz.asia — Hamparan semangka yang kini dipanen Kelompok Sumpal Palawija Makmur di Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menjadi...

Kemenhut Luncurkan Film Dokumenter “Merawat Esok”, Rekam Aksi Pengurangan Emisi Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meluncurkan film dokumenter berjudul "Merawat Esok" yang merekam berbagai aksi pengurangan emisi karbon sektor kehutanan dan penggunaan lahan melalui...