Lawan Penggurunan, Indonesia Andalkan FOLU Net Sink 2030

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam melawan penggurunan dan kekeringan dengan mengandalkan program FOLU Net Sink 2030 sebagai strategi utama. 

Dalam satu dekade terakhir, lebih dari 2 juta hektare hutan dan lahan telah direhabilitasi, menjadi bukti langkah konkret Indonesia dalam menghadapi krisis iklim dan degradasi lahan.

Wakil Menteri Kehutanan, Sulaiman Umar Shiddiq, dalam peringatan World Day to Combat Desertification and Drought (WDCD) 2025 di Jakarta, Rabu (9/7/2025) menegaskan bahwa Indonesia telah menargetkan kondisi net-zero emission di sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya (FOLU) pada 2030 melalui program Indonesia FOLU Net Sink 2030.

Read also:  Indonesia Luncurkan SOIFO 2026 di Markas FAO Roma: 95,5 Juta Hektare Hutan Jadi Modal Ketahanan Pangan dan Iklim

Baca juga: Biochar Berpotensi Hasilkan Kredit Karbon, Wamen LH Dorong Ekspansi ke Pasar Internasional

“Program ini dibangun di atas empat pilar utama: mencegah deforestasi, konservasi dan pengelolaan hutan lestari, perlindungan dan pemulihan gambut, serta peningkatan penyerapan karbon,” ujar Sulaiman.

Selain rehabilitasi lahan skala besar, upaya pengendalian kebakaran hutan juga menunjukkan hasil signifikan. Melalui strategi Integrated Forest Fire Management, luas kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan hingga sekitar 488 ribu hektare—turun 29,6 persen dibandingkan dengan puncaknya pada 2019.

Read also:  Transmisi Jadi Tantangan, PLN Sebut Butuh Investasi Rp3.400 Triliun Untuk Transisi Energi

Untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan ekologi dan ekonomi, pemerintah mendorong penerapan multiusaha kehutanan sebagai pendekatan baru pengelolaan hutan berkelanjutan. 

Model ini mengintegrasikan berbagai jenis usaha di kawasan hutan, termasuk pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, jasa lingkungan, dan agroforestri.

Baca juga: Bukan Cuma Listrik! Ini Inovasi Panas Bumi yang Bikin PGE Sabet Penghargaan Internasional

Read also:  Ambisi 100 GWp Terancam Jadi Narasi Panggung, COP31 Momentum Pembuktian Prabowo

“Multiusaha kehutanan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Sulaiman. 

Ia menambahkan, strategi ini juga diarahkan untuk memperkuat daya saing, menarik investasi, dan mendorong diversifikasi produk hasil hutan.

Menurut dia, melalui pendekatan yang holistik, pemerintah tidak hanya menargetkan pencapaian komitmen iklim nasional, tetapi juga membangun pondasi ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...

Kemenhut Tanggapi Kritik Greenpeace Soal Karhutla, Beberkan Operasi Pemadaman hingga Sanksi ke Perusahaan

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menanggapi kritik Greenpeace Indonesia dengan menegaskan bahwa anggapan pemerintah tidak bertindak dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak...

Pusat Data Butuh Tambahan 20 GW, Bahlil Siapkan Energi Bersih untuk Batam–Karimun–Bintan

Ecobiz.asia — Indonesia membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 20 gigawatt (GW) untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pusat data. Pemerintah menyiapkan Batam, Karimun, dan Bintan sebagai...

Transmisi Jadi Tantangan, PLN Sebut Butuh Investasi Rp3.400 Triliun Untuk Transisi Energi

Ecobiz.asia — Pembangunan jaringan transmisi menjadi salah satu tantangan utama transisi energi Indonesia karena sumber energi dan pusat permintaan listrik tersebar di wilayah berbeda....

TOP STORIES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...