Beyond Compliance, 282 Perusahaan Raih Peringkat Emas dan Hijau PROPER 2025

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Sebanyak 282 perusahaan berhasil meraih peringkat beyond compliance dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) periode 2024–2025 Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Sebanyak 39 perusahaan berhasil mencapai peringkat Emas sementara 243 perusahaan lainnya berperingkat Hijau.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan capaian tersebut menunjukkan mulai menguatnya transformasi dunia usaha menuju praktik berkelanjutan yang melampaui sekadar kepatuhan terhadap regulasi.

“PROPER bukan lagi sekadar alat evaluasi administratif. Ini adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujar Hanif saat penyerahan penghargaan PROPER 2024-2025 di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Secara keseluruhan, sebanyak 5.476 perusahaan dari berbagai sektor mengikuti PROPER 2024–2025, meningkat 22% dibandingkan periode sebelumnya. Namun, mayoritas perusahaan masih berada pada kategori taat (Biru), sementara sebagian lainnya belum memenuhi ketentuan lingkungan dan masuk kategori Merah dan Hitam.

Read also:  Target Dedieselisasi Dinilai Perlu Diperluas ke PLTU, PLTG

Hanif menegaskan pemerintah akan terus memperketat pembinaan hingga penegakan hukum terhadap perusahaan yang belum patuh. “Perlindungan lingkungan hidup adalah kewajiban, bukan pilihan,” tegasnya.

Ketua Dewan Pertimbangan PROPER, Sudharto P. Hadi, menambahkan perusahaan dengan peringkat Hijau dan Emas dituntut melakukan inovasi yang lebih komprehensif berbasis life cycle assessment (LCA), yakni analisis menyeluruh terhadap daur hidup produk dari hulu hingga hilir.

“Untuk kategori Emas, tidak cukup hanya inovasi lingkungan, tetapi juga inovasi sosial yang mampu menciptakan kemandirian masyarakat,” ujarnya.

Sepanjang periode penilaian, tercatat 1.806 inovasi lingkungan dan sosial yang dihasilkan peserta PROPER, mencakup efisiensi energi dan air, penurunan emisi gas rumah kaca, pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular, hingga perlindungan keanekaragaman hayati.

Program tersebut juga mendorong kontribusi langsung kepada masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan dengan nilai mencapai Rp1,01 triliun. ***

Read also:  Forum Nasional Perempuan Soroti Ketahanan Ekologis dan Literasi AI untuk Masa Depan Bangsa

Daftar Perusahaan Penerima PROPER Emas 2025

  1. PT Badak NGL
  2. PT PLN Indonesia Power PLTGU Priok
  3. PT Pertamina Patra Niaga – Integrated Terminal Jakarta
  4. Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd
  5. PT Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang
  6. PT PLN Indonesia Power PLTP Kamojang Darajat
  7. PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)
  8. PT Pertamina Gas – Southern Sumatera Area
  9. PT PLN Indonesia Power PLTP Gunung Salak
  10. PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit VI Balongan
  11. PT Aisin Indonesia
  12. PT PLN Nusantara Power UP Muara Tawar
  13. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia – Karawang Plant
  14. PT PLN Nusantara Power UP Cirata
  15. PT Bio Farma (Persero)
  16. PT PLN Indonesia Power PLTGU Grati
  17. PT Pertamina Patra Niaga – Integrated Terminal Surabaya
  18. PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit IV Cilacap
  19. PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk
  20. PT Pertamina Patra Niaga – Integrated Terminal Semarang
  21. PT Polytama Propindo
  22. PT PLN Nusantara Power UP Gresik
  23. PT Bridgestone Tire Indonesia – Karawang
  24. PT Pertamina Gas – Area Jawa Bagian Timur
  25. PT PLN Indonesia Power PLTA Mrica
  26. PT Kaltim Methanol Industri
  27. PT Pertamina Gas – Area Kalimantan – SKG Bontang
  28. PT PLN Indonesia Power PLTA Mrica Wonogiri
  29. PT Timah Tbk – Pengolahan dan Peleburan Mentok
  30. PT Pupuk Kaltim
  31. PT PLN Nusantara Power UP Muara Karang
  32. PT Pertamina Geothermal Energy Area Ulubelu
  33. PT Indomakmur Sawit Berjaya
  34. PT PLN Indonesia Power PLTG Borang
  35. PT Perusahaan Gas Negara Tbk. – Stasiun Pagardewa
  36. PT Adaro Indonesia
  37. PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju
  38. PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk. – Pabrik Citeureup
  39. PT Mitra Stania Prima. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

TuK Indonesia Soroti Minimnya Partisipasi Publik dalam Revisi POJK Keuangan Berkelanjutan, Desak Pencegahan Greenwashing

Ecobiz.asia — Transformasi untuk Keadilan Indonesia (TuK Indonesia) mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat perlindungan hak asasi manusia (HAM) dan pengawasan praktik greenwashing dalam...

Peminat Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Danantara Membludak, Didominasi Perusahaan China

Ecobiz.asia – Minat investor terhadap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang dikembangkan Danantara Investment Management (DIM) melonjak tajam pada gelombang kedua seleksi mitra...

PHE, ExxonMobil dan SK Group Kaji Proyek CCS Lintas Batas Indonesia-Korea Selatan

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Limited, SK Innovation, dan SK Earthon menandatangani Joint Study Agreement (JSA)...

KAI Group Luncurkan Pengelolaan Sampah Terintegrasi, Stasiun Gambir Jadi Percontohan

Ecobiz.asia – KAI Group meluncurkan program Waste Management Terintegrasi dengan Stasiun Gambir sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah modern di kawasan transportasi publik. Kementerian Lingkungan...

GDE-Danareksa Kolaborasi Dorong Kawasan Industri Hijau Berbasis Energi Panas Bumi

Ecobiz.asia – PT Geo Dipa Energi (GDE) dan PT Danareksa (Persero) memperkuat kolaborasi untuk mempercepat pengembangan kawasan industri hijau melalui pemanfaatan listrik berbasis energi...

TOP STORIES

Indonesia Prepares Energy Sector Carbon Trading Rules, Targets Up to US$7.7 Billion in Green Financing

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) is preparing new regulations for carbon trading in the energy sector as part of...

TuK Indonesia Soroti Minimnya Partisipasi Publik dalam Revisi POJK Keuangan Berkelanjutan, Desak Pencegahan Greenwashing

Ecobiz.asia — Transformasi untuk Keadilan Indonesia (TuK Indonesia) mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat perlindungan hak asasi manusia (HAM) dan pengawasan praktik greenwashing dalam...

Penguasaan Kehutanan yang Kedodoran

Oleh: Pramono Dwi Susetyo (Pernah Bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Penulis Buku Seputar Hutan dan Kehutanan, dan Membangun Hutan Menjaga Lingkungan) Ecobiz.asia...

Siapkan Generasi Energi Bersih, Pertamina NRE Kenalkan Perdagangan Karbon di PGTC 2026

Ecobiz.asia – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkenalkan konsep perdagangan karbon kepada mahasiswa dalam ajang Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di...

Kementerian ESDM Siapkan Regulasi Perdagangan Karbon Sektor Energi, Incar Pendanaan Potensial US$7,7 Miliar

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan regulasi perdagangan karbon sektor energi melalui penyusunan Rancangan Peraturan Menteri (RPermen) ESDM tentang...