Ecobiz.asia — PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah perkebunan yang dikelolanya.
Penguatan koordinasi tersebut dibahas Direktur Utama Agrinas Palma Mohammad Abdul Ghani dengan Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi di kantor BNPB, Jakarta, Senin (2/11).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pemantauan kondisi lahan, pertukaran informasi, kesiapan personel, serta koordinasi respons terhadap indikasi kebakaran.
Direktur Utama Agrinas Palma Mohammad Abdul Ghani mengatakan, pencegahan karhutla menjadi bagian penting dalam pengelolaan perkebunan, selain upaya meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan operasional.
“Peningkatan produktivitas harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, keselamatan pekerja, dan penguatan pencegahan karhutla. Kami ingin memastikan tanggung jawab tersebut menjadi perhatian bersama di seluruh wilayah operasional perusahaan,” ujarnya.
Menurut Ghani, perusahaan terus memperkuat pemantauan area yang berpotensi mengalami kebakaran, kesiapan personel, serta sarana pendukung pencegahan dan penanganan karhutla.
Agrinas Palma juga mendorong peningkatan pemahaman pekerja mengenai risiko kebakaran dan pentingnya pelaporan dini, mengingat pekerja perkebunan merupakan pihak yang paling dekat dengan kondisi lahan.
Ia menekankan, informasi mengenai potensi kebakaran harus segera ditindaklanjuti melalui verifikasi lapangan, pelaporan, dan kesiapan penanganan.
“Potensi kebakaran harus diantisipasi sedini mungkin sehingga keselamatan masyarakat dan pekerja, kelestarian lingkungan, serta keberlangsungan operasional dapat terlindungi,” katanya.
Pemantauan dan respons dini
Dalam kesempatan tersebut, rombongan Agrinas Palma juga meninjau command centre BNPB untuk melihat pemanfaatan data dan teknologi dalam pemantauan potensi ancaman bencana, pengambilan keputusan, serta koordinasi penanganan di lapangan.
Kepala BNPB Kristomei Sianturi mengatakan, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk pemerintah, BUMN pengelola perkebunan, dan masyarakat.
“Pencegahan karhutla membutuhkan sinergi yang erat antara pemerintah, BUMN pengelola perkebunan, dan masyarakat. Agrinas Palma memiliki peran penting dalam memastikan kesiapsiagaan di wilayah yang dikelolanya,” ujarnya.
Kristomei menekankan pentingnya menghubungkan informasi pemantauan dengan tindakan nyata agar setiap indikasi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti sesuai prioritas.
Penguatan koordinasi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kebakaran yang berpotensi mengganggu produktivitas perkebunan, merusak lingkungan, dan mengancam keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Bagi Agrinas Palma, pencegahan karhutla juga berkaitan dengan keberlanjutan pengelolaan perkebunan dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian energi nasional, termasuk melalui pengembangan industri hilir dan bioenergi.
Perusahaan menyatakan akan terus memperkuat kesiapsiagaan internal serta koordinasi dengan BNPB dan pemangku kepentingan terkait untuk mengantisipasi ancaman karhutla di wilayah perkebunan yang dikelolanya.***




