Ecobiz.asia – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, menampilkan kegiatan operasional, konservasi lingkungan, pemberdayaan UMKM, dan program pendidikan dalam Minerba Convention and Expo (Convex) 2026 di Jakarta, 2–3 November.
Senior Manager Corporate Communications PTAR Katarina Siburian Hardono mengatakan, partisipasi perusahaan dalam pameran tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pengelolaan Tambang Emas Martabe kepada publik.
Di area operasional, PTAR menampilkan materi mengenai proses pertambangan melalui poster, video profil perusahaan, dan sampel batuan. Perusahaan juga memperkenalkan inisiatif konservasi keanekaragaman hayati di ekosistem Batang Toru, termasuk Stasiun Riset Batang Toru yang dibangun sejak 2025 bersama akademisi, peneliti, dan lembaga terkait. Stasiun riset tersebut dikembangkan sebagai pusat penelitian, pendidikan, dan kolaborasi konservasi.
Produk UMKM dan program pendidikan
PTAR turut menghadirkan produk UMKM binaan, antara lain Cokelat Martabe, kain batik khas Tapanuli Selatan, dan makanan ringan lokal. Cokelat Martabe diolah dari biji kakao lokal di Rumah Cokelat dengan kapasitas produksi 68–70 batang per hari. Produk tersebut telah dipasarkan di 29 gerai oleh-oleh dan kafe di Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, Sibolga, dan Medan.
Pada Juli–September 2026, penjualan Cokelat Martabe mencapai 1.780 batang. Sejumlah mitra UMKM juga hadir di booth untuk memasarkan produk mereka kepada pengunjung. Di bidang pendidikan, PTAR memperkenalkan Beasiswa Martabe Prestasi dan kompetisi karya ilmiah OlympiAR. Pada 2026, Beasiswa Martabe Prestasi menjangkau 341 pelajar dan mahasiswa dari Tapanuli Selatan dan Padangsidimpuan, dengan nilai beasiswa Rp5,29 miliar. Sejak diluncurkan pada 2017, program tersebut telah menjangkau 3.037 penerima dengan total investasi pendidikan Rp24,11 miliar.
Sementara itu, OlympiAR merupakan kompetisi karya ilmiah dan inovasi bagi mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia. Pada penyelenggaraan ketiga tahun ini, program tersebut menggelar roadshow ke Institut Teknologi Bandung dan Universitas Negeri Padang. OlympiAR merupakan bagian dari E-Coaching Jam (ECJ), program yang sejak 2014 mempertemukan mahasiswa dengan praktisi industri. Hingga 2024, ECJ telah menjangkau lebih dari 5.000 mahasiswa di seluruh Indonesia.
Katarina mengatakan, melalui partisipasi tersebut, PTAR ingin memperkenalkan pengelolaan tambang serta program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan.***




