Salurkan Dana Bergulir Skala Mikro Berkelanjutan, BPDLH Gandeng JB Cocoa dan Rainforest Alliance

MORE ARTICLES


Ecobiz.asia — Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) memperluas pembiayaan skala mikro bagi usaha masyarakat sekitar hutan dengan menggandeng PT Jebe Trading Indonesia (JB Cocoa) sebagai offtaker dan Rainforest Alliance sebagai mitra pendukung pertanian berkelanjutan. Kemitraan ini diarahkan untuk menghubungkan pembiayaan, produksi, hingga akses pasar.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan antara BPDLH, JB Cocoa, dan Rainforest Alliance di Jakarta, Selasa (6/10/2026), yang dirangkaikan dengan pembukaan Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink 2030 Periode Kelima.

Melalui skema tersebut, BPDLH memberikan pembiayaan melalui Fasilitas Dana Bergulir (FDB) kepada kelompok usaha perhutanan sosial dan/atau agroforestri. JB Cocoa berperan menyerap hasil produksi sebagai offtaker, sedangkan Rainforest Alliance mendukung penerapan praktik pertanian berkelanjutan, penguatan kapasitas, dan pengembangan rantai nilai komoditas.

Read also:  Perluas Pemanfaatan Gas Bumi, Gagas Perkuat Layanan CNG Point-to-Point untuk Pelanggan Usaha

Direktur Utama BPDLH Joko Tri Haryanto mengatakan pembiayaan bagi masyarakat sekitar hutan membutuhkan kesinambungan agar usaha yang dibangun tidak berhenti setelah memperoleh dukungan awal.

Menurut dia, FDB dikembangkan dengan pendekatan yang menyerupai microfinance untuk menopang keberlanjutan usaha kelompok masyarakat.

“Jadi bagi kami, kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi membangun jembatan dari hutan menuju pasar. Dari masyarakat yang menjaga dan mengelola hutan, menuju produk yang memiliki nilai tambah dan dapat diterima oleh pasar,” ujar Joko.

Melalui kemitraan tersebut, BPDLH tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga berupaya memastikan produk yang dihasilkan kelompok masyarakat memiliki akses pasar. Skema ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk, menjaga keberlanjutan produksi, serta memperkuat kelayakan usaha penerima FDB.

Read also:  Potensi Bioenergi 80 Juta Ton, Baru 20 Juta Ton Dimanfaatkan

JB Cocoa menjadi mitra pada sisi penyerapan hasil produksi, sementara Rainforest Alliance mendukung peningkatan kapasitas petani dan penerapan praktik pertanian berkelanjutan. Dengan pembagian peran tersebut, pembiayaan diharapkan tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan proses produksi dan pasar.

Menurut Joko, pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya BPDLH membangun ekosistem usaha yang menghubungkan masyarakat pengelola hutan dengan pasar.

“Kita mencoba untuk menciptakan satu mata rangkai terintegrasi. Jadi dari petani sampai ke pasar, itu kita bikin satu closed loop ecosystem,” katanya.

Read also:  PGE Borong 13 Penghargaan ENSIA 2026, Inovasi Panas Bumi Menyebar di 5 Wilayah

Pengembangan FDB tersebut dilakukan di tengah perluasan Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink 2030. Pada periode kelima, Kementerian Kehutanan melalui BPDLH mengalokasikan Rp20 miliar yang ditargetkan menjangkau 300 kelompok masyarakat.

Layanan Dana Masyarakat merupakan salah satu skema pendanaan dalam kerja sama Indonesia-Norwegia melalui mekanisme Result-Based Contribution (RBC). Hingga periode keempat, program tersebut telah menyalurkan sekitar Rp29,081 miliar kepada 863 kelompok masyarakat dengan total 49.653 penerima manfaat di 36 provinsi.

Berbeda dengan dukungan hibah melalui Layanan Dana Masyarakat, FDB diarahkan untuk memberikan kesinambungan pembiayaan bagi usaha masyarakat, khususnya kelompok perhutanan sosial dan agroforestri. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Jadi Offtaker dan Transporter, PGN Siapkan Infrastruktur Gas Biomethane dari Limbah Sawit

Ecobiz.asia — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyiapkan infrastruktur gas untuk menyalurkan biomethane yang diproduksi dari limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan...

Manfaatkan Energi Air Dunia, Low Carbon Aluminium INALUM Bidik Pasar Global

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperkuat pemasaran aluminium rendah karbon dengan meluncurkan Sertifikasi Low Carbon Aluminium (Green Aluminium) kepada pelanggan...

PLN EPI Uji Co-firing Amonia di PLTU Labuan Mulai 2027

Ecobiz.asia — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan uji coba co-firing amonia hingga 3% di PLTU Labuan pada 2027 sebagai tahap awal...

Agrinas Palma dan IPB Bidik 1 Juta Hektare untuk Bioetanol E20, Targetkan 5 Juta Kiloliter/Tahun

Ecobiz.asia — PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama IPB University menargetkan pengembangan 1 juta hektare lahan singkong, sorgum, dan jagung pada 2029 untuk mendukung...

Grup PHI Raih Tiga Penghargaan CSR & PDB 2026, BUMDes Bukit Raya Cetak Kontribusi PADes

Ecobiz.asia – Grup PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) meraih tiga penghargaan dalam ajang CSR & PDB (Pengembangan Desa Berkelanjutan) Award 2026, dengan salah satu...

TOP STORIES

Satgas PKH Kuasai Kembali 6,21 Juta Hektare Kawasan Hutan Jadi Sawit, 14.633,79 Hektare Jadi Tambang

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menguasai kembali kawasan hutan seluas 6.206.212,14 hektare pada sektor perkebunan sawit dan 14.633,79 hektare...

Indonesia-Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink Periode Kelima, Targetkan 300 Kelompok

Ecobiz.asia — Indonesia dan Norwegia kembali memperluas dukungan pendanaan berbasis masyarakat untuk agenda FOLU Net Sink 2030. Pada periode kelima, Layanan Dana Masyarakat FOLU Net...

Beralih dari Energi Fosil, Hashim Ungkap Strategi Indonesia Kembangkan PLTS, Nuklir hingga Biofuel

Ecobiz.asia — Pemerintah menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, mulai dari pengembangan pembangkit listrik tenaga surya...

Jadi Offtaker dan Transporter, PGN Siapkan Infrastruktur Gas Biomethane dari Limbah Sawit

Ecobiz.asia — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyiapkan infrastruktur gas untuk menyalurkan biomethane yang diproduksi dari limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan...

Indonesia Sukses Swasembada Beras, Hashim Sebut Perluasan Sawah di Kawasan Hutan tak Lagi Diperlukan

Ecobiz.asia — Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengatakan tercapainya swasembada beras membuat pemerintah tidak lagi melihat kebutuhan untuk memperluas budidaya...