BIM Dorong Ekstraksi Logam Tanah Jarang dari Limbah Tambang dan Sampah Elektronik

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Badan Industri Mineral (BIM) mendorong pengembangan teknologi untuk mengambil logam tanah jarang dari limbah pengolahan tambang dan sampah elektronik. Pengembangan ini dinilai dapat membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama dalam pengumpulan material dan pengujian kandungan mineral di daerah.

Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BIM Julian Ambassadur Shiddiq mengatakan, ketersediaan bahan baku belum cukup untuk membangun industri mineral. Indonesia juga perlu menguasai teknologi pemisahan dan pengolahan agar nilai tambah sumber daya dapat diperoleh di dalam negeri.

Julian mengatakan BIM telah mencoba menjalin kerja sama pengembangan teknologi dengan 23 negara. Namun, akses terhadap teknologi masih menjadi kendala.

“Kami sudah coba bekerja sama dengan 23 negara, hampir semua menutup untuk teknologi,” kata Julian dalam diskusi panel utama Minerba Convex 2026 di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Read also:  Subsidi Energi Salah Sasaran, Reformasi Berpotensi Hemat Rp116 Triliun

Menurut dia, kondisi tersebut memperkuat kebutuhan untuk mengembangkan kemampuan teknologi di dalam negeri, terutama untuk proses pemisahan dan pemurnian mineral.

Salah satu sumber yang dapat dikembangkan adalah mineral sekunder, yakni material yang berasal dari sisa kegiatan pengolahan tambang atau produk yang telah digunakan. Sumber tersebut antara lain sisa pengolahan timah, nikel, dan bauksit, serta sampah elektronik.

Material sisa tersebut masih berpotensi mengandung unsur bernilai, termasuk logam tanah jarang. Namun, pemanfaatannya membutuhkan teknologi untuk memisahkan unsur yang dibutuhkan dari material lainnya.

Julian mengatakan, pengembangan logam tanah jarang berkaitan dengan kebutuhan industri teknologi maju, termasuk kendaraan listrik dan peralatan elektronik.

Di tingkat daerah, ia melihat peluang bagi UMKM untuk terlibat dalam pengumpulan sampah elektronik yang mengandung logam tanah jarang. Pengumpulan tersebut dapat menjadi bagian dari rantai pasok material bagi industri pengolahan.

Read also:  PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

“Karena tidak mungkin kita akan menciptakan satu perusahaan besar hanya untuk melakukan pengumpulan dari sampah elektronik,” ujarnya.

Peluang serupa terdapat pada pengumpulan dan pemisahan awal material yang mengandung logam tanah jarang dari kegiatan pertambangan timah. Keterlibatan masyarakat dan UMKM pada tahap tersebut dinilai dapat membantu menekan biaya perusahaan pengolah.

Selain pengumpulan material, BIM menyoroti kebutuhan laboratorium dan tenaga penguji di daerah. Keterbatasan peralatan dan sumber daya manusia menyebabkan pemeriksaan kandungan mineral masih harus dilakukan secara terpusat.

Julian berharap laboratorium daerah dapat bekerja sama dengan perguruan tinggi dan UMKM untuk memperkuat kemampuan pengujian setempat.

Tantangan lainnya adalah pendanaan pengembangan teknologi. Menurut Julian, hasil penelitian selama ini masih sering berhenti pada skala laboratorium dan belum berlanjut ke penerapan industri.

Read also:  RUU Migas 2026, FSPPB dan Muhammadiyah Desak Pertamina Jadi BUK Migas

“Biasanya sampai saat ini teknologi kita yang kita kembangkan itu mentok di skala laboratorium,” katanya.

BIM sedang menganalisis kemungkinan sumber pendanaan untuk mendukung pengembangan teknologi, termasuk pemanfaatan dana bagi hasil. Pendanaan tersebut diharapkan dapat membantu pengembangan laboratorium, penelitian, dan teknologi yang dibutuhkan di daerah.

BIM juga menyusun standar dan sertifikasi terkait aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola agar produk mineral Indonesia dapat memenuhi persyaratan pasar internasional.

Dalam pembahasan perdagangan mineral, Julian menyebut rencana pembentukan bursa mineral pada 1 Januari 2027. Ia mengatakan pengembangan industri logam tanah jarang membutuhkan kerja sama lintas kementerian, antara lain Kementerian ESDM, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Perindustrian. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PERHAPI Ingatkan Risiko Pemodal Kuasai Tambang Prioritas untuk UMKM

Ecobiz.asia - Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) mengingatkan bahwa pemberian prioritas wilayah tambang kepada usaha kecil, menengah, dan koperasi perlu disertai akses pembiayaan serta...

Kementerian UMKM Siapkan Pelaku Usaha Daerah Kelola Tambang, Modal dan Kemitraan Jadi Tantangan

Ecobiz.asia - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan pelaku usaha daerah untuk memanfaatkan peluang pengelolaan tambang melalui skema pemberian wilayah pertambangan dengan...

Industri Nikel Hadapi Tekanan Harga dan Biaya, FINI Dorong Hilirisasi Lanjutan

Ecobiz.asia - Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) mendorong pengembangan industri nikel ke produk bernilai tambah lebih tinggi di tengah tekanan harga global dan kenaikan...

Anak Badak Jawa Kembali Lahir di Ujung Kulon, Induk Desy Catat Kelahiran Kelima

Ecobiz.asia — Seekor anak Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) kembali teridentifikasi lahir di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten. Anak badak tersebut terekam kamera jebak...

Bahlil Minta Pembangunan Smelter Produk Setengah Jadi Dikaji, Hilirisasi Harus Sampai Produk Akhir

Ecobiz.asia – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta pengembangan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral atau smelter diarahkan untuk menghasilkan produk...

TOP STORIES

Agrinas Palma Perkuat Sinergi dengan BNPB untuk Cegah Karhutla

Ecobiz.asia -- PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan...

Bahlil Tekankan Hilirisasi Berkeadilan, 2.587 UMKM Dibina Industri Minerba

Ecobiz.asia — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa hilirisasi mineral dan batu bara harus memberikan manfaat ekonomi yang lebih...

Agincourt Resources Tampilkan Operasional Martabe dan Program Sosial di Minerba Convex 2026

Ecobiz.asia – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, menampilkan kegiatan operasional, konservasi lingkungan, pemberdayaan UMKM, dan program...

PERHAPI Ingatkan Risiko Pemodal Kuasai Tambang Prioritas untuk UMKM

Ecobiz.asia - Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) mengingatkan bahwa pemberian prioritas wilayah tambang kepada usaha kecil, menengah, dan koperasi perlu disertai akses pembiayaan serta...

Kementerian UMKM Siapkan Pelaku Usaha Daerah Kelola Tambang, Modal dan Kemitraan Jadi Tantangan

Ecobiz.asia - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan pelaku usaha daerah untuk memanfaatkan peluang pengelolaan tambang melalui skema pemberian wilayah pertambangan dengan...