Kementerian UMKM Siapkan Pelaku Usaha Daerah Kelola Tambang, Modal dan Kemitraan Jadi Tantangan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan pelaku usaha daerah untuk memanfaatkan peluang pengelolaan tambang melalui skema pemberian wilayah pertambangan dengan prioritas. Pendampingan teknis, pembiayaan, teknologi, dan akses pasar menjadi sejumlah kebutuhan untuk memastikan kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan, pelaku usaha yang mengelola tambang perlu memahami seluruh rantai bisnis, mulai dari kegiatan pertambangan hingga pemasaran hasil produksi. Kemitraan dengan perusahaan tambang dan industri pengolahan juga diperlukan untuk membangun kesiapan usaha.

“Jadi kalau dia mengelola tambang juga harus tahu bagaimana cara memasarkan,” kata Bagus dalam diskusi panel utama Minerba Convex 2026 di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Read also:  Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Menurut Bagus, usaha kecil dan menengah selama ini telah terlibat dalam sejumlah kegiatan penunjang pertambangan. Namun, kesempatan mengelola tambang membutuhkan kapasitas yang lebih kuat, termasuk pemahaman mengenai persyaratan perdagangan, biaya usaha, dan pasar.

Kementerian UMKM saat ini menjalankan verifikasi administratif terhadap badan usaha kecil dan menengah yang mengajukan wilayah pertambangan melalui skema prioritas. Proses tersebut juga mencakup pemeriksaan aspek teknis.

Bagus mengatakan, proses tersebut perlu diselaraskan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta pihak yang menangani sistem perizinan berusaha.

Read also:  PERHAPI Ingatkan Risiko Pemodal Kuasai Tambang Prioritas untuk UMKM

Dari sisi pembiayaan, Kementerian UMKM melihat Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pendanaan melalui pasar modal sebagai sejumlah alternatif. Dukungan teknologi, pendampingan, serta pertemuan antara pengusaha dan calon mitra bisnis juga diperlukan.

Selain pengelolaan tambang, Bagus mendorong keterlibatan usaha masyarakat di sekitar tambang sebagai pemasok barang dan jasa. Pengembangan usaha tersebut dapat disesuaikan dengan potensi ekonomi daerah, termasuk pertanian dan peternakan.

Ia menjelaskan pendekatan Corporate Business Responsibility (CBR), yakni pengembangan usaha mikro dan kecil melalui hubungan bisnis dengan perusahaan. Kemitraan perlu disiapkan sejak awal agar masyarakat dapat terlibat dalam rantai pasok perusahaan.

Read also:  Kepatuhan Produsen Rendah, KLH Rancang Ulang Permen Peta Jalan Pengelolaan Sampah

Bagus mengaitkan pendekatan tersebut dengan delapan pilar program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sektor pertambangan. Keterkaitan dengan agenda Kementerian UMKM terutama terdapat pada pilar peningkatan pendapatan riil atau pekerjaan serta kemandirian ekonomi.

Dalam skema kemitraan, usaha menengah juga didorong menjadi penghubung antara usaha mikro dan kecil dengan kebutuhan perusahaan berskala lebih besar. Kementerian UMKM turut mengembangkan integrasi data melalui platform layanan digital untuk menghubungkan pelaku usaha dengan layanan pengembangan bisnis. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

BIM Dorong Ekstraksi Logam Tanah Jarang dari Limbah Tambang dan Sampah Elektronik

Ecobiz.asia - Badan Industri Mineral (BIM) mendorong pengembangan teknologi untuk mengambil logam tanah jarang dari limbah pengolahan tambang dan sampah elektronik. Pengembangan ini dinilai...

PERHAPI Ingatkan Risiko Pemodal Kuasai Tambang Prioritas untuk UMKM

Ecobiz.asia - Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) mengingatkan bahwa pemberian prioritas wilayah tambang kepada usaha kecil, menengah, dan koperasi perlu disertai akses pembiayaan serta...

Industri Nikel Hadapi Tekanan Harga dan Biaya, FINI Dorong Hilirisasi Lanjutan

Ecobiz.asia - Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) mendorong pengembangan industri nikel ke produk bernilai tambah lebih tinggi di tengah tekanan harga global dan kenaikan...

Anak Badak Jawa Kembali Lahir di Ujung Kulon, Induk Desy Catat Kelahiran Kelima

Ecobiz.asia — Seekor anak Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) kembali teridentifikasi lahir di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten. Anak badak tersebut terekam kamera jebak...

Bahlil Minta Pembangunan Smelter Produk Setengah Jadi Dikaji, Hilirisasi Harus Sampai Produk Akhir

Ecobiz.asia – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta pengembangan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral atau smelter diarahkan untuk menghasilkan produk...

TOP STORIES

Indonesia Weighs Smelter Moratorium to Push Mineral Processing Further Downstream

Ecobiz.asia – Indonesia is considering a moratorium on new smelters producing semi-finished mineral products as the government seeks to push downstream processing further and...

Dukung Upstream Youth Champs 2026, PEP Sangasanga Field Ajak Mahasiswa Kenali Peran Strategis Industri Hulu Migas

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga mengenalkan proses bisnis dan peran industri hulu minyak dan gas bumi (migas) kepada mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda...

Agrinas Palma Perkuat Sinergi dengan BNPB untuk Cegah Karhutla

Ecobiz.asia -- PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan...

Bahlil Tekankan Hilirisasi Berkeadilan, 2.587 UMKM Dibina Industri Minerba

Ecobiz.asia — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa hilirisasi mineral dan batu bara harus memberikan manfaat ekonomi yang lebih...

Agincourt Resources Tampilkan Operasional Martabe dan Program Sosial di Minerba Convex 2026

Ecobiz.asia – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, menampilkan kegiatan operasional, konservasi lingkungan, pemberdayaan UMKM, dan program...