PBPH Antusias Terapkan Multiusaha Kehutanan, Padukan Kayu dengan Agroforestri dan Karbon

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) mulai melihat model bisnis Multiusaha Kehutanan (MUK) sebagai peluang untuk mendiversifikasi usaha di tengah tekanan terhadap bisnis kayu.

Model bisnis yang memadukan hasil hutan kayu dengan sumber pendapatan yang lebih hijau, seperti agroforestri regeneratif dan jasa lingkungan, termasuk karbon, tersebut mulai diuji coba di Bentang Alam Wehea-Kelay, Kalimantan Timur, yang ditetapkan Kementerian Kehutanan sebagai salah satu dari lima lokasi percontohan MUK.

Direktur Utama PT Gunung Gajah Abadi, salah satu PBPH yang beroperasi di Wehea-Kelay, Totok Suripto, mengatakan bisnis kayu terus mengalami penurunan selama lebih dari satu dekade sehingga diperlukan sumber usaha baru untuk menggerakkan kembali sektor kehutanan.

“Karena itu kami sangat mendukung jika ada usaha lain yang bisa dikembangkan, agar sektor kehutanan bisa kembali bergeliat,” ujar Totok dalam siaran pers yang diterima, Rabu (7/10/2026).

Read also:  Kadin-Kemenhut Luncurkan Lima Proyek Multiusaha Kehutanan, Optimalkan Potensi Hutan dengan Agroforestri

Selain PT Gunung Gajah Abadi, PT Wana Bakti Persada Utama juga menjadi PBPH yang terpilih sebagai percontohan MUK di Bentang Alam Wehea-Kelay.

Penetapan Wehea-Kelay sebagai salah satu lokasi uji coba MUK dinilai membuka peluang pengembangan model pengelolaan lanskap yang menggabungkan kepentingan ekonomi, sosial, dan ekologis.

Inisiatif tersebut diperkuat melalui Bentala Kalimantan, platform kolaborasi pengelolaan lanskap yang diinisiasi Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) pada 2024 bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat setempat.

Saat ini, enam PBPH-HA telah bergabung dalam inisiatif Bentala Kalimantan yang mencakup 14 desa. Ke depan, lebih banyak PBPH-HA ditargetkan bergabung dan saling terhubung dalam pengelolaan Bentang Alam Wehea-Kelay.

Read also:  Petani Sawit Kecil Siap Hadapi EUDR Tapi Pertanyakan Insentif

Selain pengembangan usaha, kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola desa, mengembangkan usaha berbasis masyarakat, dan melindungi sumber daya alam.

Direktur Eksekutif YKAN Herlina Hartanto mengatakan Bentala Kalimantan tengah mengembangkan model bisnis kehutanan baru yang mengombinasikan hasil hutan kayu dengan sumber pendapatan yang lebih hijau, seperti agroforestri regeneratif dan jasa lingkungan, termasuk karbon.

“Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi kawasan hutan alam, termasuk hutan produksi, sekaligus menjaga fungsi ekologisnya dalam jangka panjang,” kata Herlina.

Menurut Herlina, model tersebut mengedepankan prinsip conservation-first atau konservasi sebagai prioritas utama. Kawasan hutan lindung dan sebagian besar kawasan produksi yang memiliki nilai konservasi tinggi tetap dilindungi, sementara kegiatan produksi di dalam PBPH-HA dirancang untuk memenuhi standar keberlanjutan.

Read also:  Indonesia-Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink Periode Kelima, Targetkan 300 Kelompok

Pendekatan tersebut juga dinilai dapat membuka akses terhadap peluang pendanaan dan investasi hijau.

Selain Wehea-Kelay, empat lanskap lain yang ditetapkan sebagai lokasi uji coba MUK oleh Kemenhut adalah Bukit Tiga Puluh di Jambi, Pesawaran dan Lampung Selatan di Lampung, Kubu Raya di Kalimantan Barat, serta Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) di Aceh.

Kelima lokasi tersebut dipilih berdasarkan potensi komoditas, kesiapan konsesi, kesiapan masyarakat, dan kesiapan pasar.

Pengumuman lima lokasi uji coba dilakukan dalam diskusi tematik KADIN Indonesia mengenai percepatan MUK melalui kemitraan strategis, penguatan pasar, dan kolaborasi tingkat bentang alam pada Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, 6 Oktober 2026. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kadin-Kemenhut Luncurkan Lima Proyek Multiusaha Kehutanan, Optimalkan Potensi Hutan dengan Agroforestri

Ecobiz.asia — KADIN Regenerative Forest Business Hub dan Kementerian Kehutanan meluncurkan proyek percontohan Multiusaha Kehutanan (MUK) di lima lokasi untuk mengoptimalkan potensi hutan melalui...

Indonesia-Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink Periode Kelima, Targetkan 300 Kelompok

Ecobiz.asia — Indonesia dan Norwegia kembali memperluas dukungan pendanaan berbasis masyarakat untuk agenda FOLU Net Sink 2030. Pada periode kelima, Layanan Dana Masyarakat FOLU Net...

Petani Sawit Kecil Siap Hadapi EUDR Tapi Pertanyakan Insentif

Ecobiz.asia – Petani sawit kecil menyatakan siap memenuhi standar European Union Deforestation Regulation (EUDR), namun masih mempertanyakan dukungan dan insentif ekonomi untuk menanggung biaya...

Aren dan Penguatan KPH untuk Menggerakkan Bioekonomi Hutan

Ecobiz.asia - Penasihat Utama Menteri Kehutanan Dr. Willie Smits mengambil sejumput tanah dari bawah tegakan aren di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Gorontalo Utara,...

Gorontalo Identifikasi Potensi Aren untuk Pengembangan Bioekonomi Hutan

Ecobiz.asia — Pemerintah Provinsi Gorontalo mengidentifikasi sebaran tanaman aren di kawasan hutan untuk dikembangkan sebagai bagian dari bioekonomi hutan, mulai dari produksi gula aren...

TOP STORIES

Indonesia’s Nickel Industry Builds End-to-End Value Chain as Downstreaming Boosts Exports

Ecobiz.asia – Indonesia’s nickel industry now spans much of the value chain, from nickel ore processing to battery recycling, as the government’s downstreaming policy...

Indonesia Targets E20 Gasoline Blend by 2027–2028, Eyes E50 to Cut Fuel Imports

Ecobiz.asia – Indonesia plans to introduce a mandatory 20% ethanol blend in gasoline by 2027–2028 and eventually raise the blend to E50 as the...

IATA Warns EU ETS Expansion Could Undermine Global Aviation Carbon Scheme

Ecobiz.asia – The International Air Transport Association (IATA) has warned that proposed changes to the European Union’s Emissions Trading System (EU ETS) could undermine...

IATA Urges Governments to Strengthen CORSIA as Global Aviation Emissions Scheme Enters Next Phase

Ecobiz.asia – The International Air Transport Association (IATA) has called on governments to strengthen the global framework for aviation emissions by ensuring broad participation...

Verra Approves First Carbon Credits Under Food Loss and Waste Methodology

Ecobiz.asia – Verra has approved the first carbon credits issued under its Verified Carbon Standard (VCS) methodology for reducing food loss and waste, with...