SESNA Targetkan PLTS 262 MWp di Morowali Beroperasi Awal 2027, Pasok Listrik Hijau Industri Nikel

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA) menargetkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 262 megawatt-peak (MWp) di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah, mulai beroperasi pada awal 2027. Pembangkit tersebut akan memasok kebutuhan listrik industri nikel sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon.

CFO PT Sumber Energi Surya Nusantara Oka Lesmana mengatakan proyek tersebut sedang dalam tahap pembangunan dan telah memiliki kontrak dengan Nickel Industries.

PLTS itu dikembangkan melalui PT Sumber Energi Surya Morowali (SESMO), perusahaan patungan SESNA dan PT Sembcorp Energy Indonesia, yang berlokasi di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

“Kami berharap proyek ini mulai beroperasi pada awal kuartal pertama tahun depan,” kata Oka dalam Konferensi Produsen, Pengolah, dan Pembeli Nikel ke-5 yang diselenggarakan Petromindo.com dan CoalmetalAsia di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Read also:  PDC Dukung Pengembangan Talenta Muda Melalui Program Pemagangan Pemprov DKI Jakarta

Oka memperkirakan proyek tersebut berpotensi menghindari emisi sekitar 123.000 ton karbon dioksida per tahun. Kontrak pasokan listrik dari proyek itu direncanakan berlangsung selama 25 tahun.

Menurut Oka, PLTS akan menjadi bagian dari kombinasi pasokan listrik untuk fasilitas pengolahan nikel. Penggunaannya tidak menggantikan pembangkit batu bara yang selama ini menopang kebutuhan energi industri.

“Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, tentu ini tidak menggantikan batu bara. Kami beroperasi bersama pembangkit batu bara,” ujarnya.

Ia mengatakan industri nikel menghadapi tantangan untuk menekan emisi sekaligus menjaga biaya energi tetap kompetitif. Kegiatan pengolahan membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar sehingga integrasi energi terbarukan harus memperhitungkan kebutuhan operasional dan kestabilan sistem.

Read also:  Retrofit Mitsubishi Power Tambah Kapasitas PLTP Darajat Unit 3 Menjadi 129 MW

SESNA menawarkan sistem yang menggabungkan PLTS dengan pembangkit yang telah tersedia. Penyimpanan energi berbasis baterai atau Battery Energy Storage System (BESS) dapat ditambahkan sesuai pola konsumsi listrik dan kebutuhan masing-masing pelanggan.

Oka mencontohkan pemasangan PLTS atap di fasilitas Hengjaya untuk mendukung kegiatan operasional, termasuk laboratorium. Baterai di fasilitas tersebut digunakan antara lain untuk membantu menjaga kestabilan sistem, bukan untuk memenuhi seluruh kebutuhan listrik.

Selain atap bangunan industri, SESNA melihat lahan bekas tambang yang tidak lagi aktif dan lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai alternatif lokasi pengembangan PLTS.

Dari sisi biaya, Oka menilai tenaga surya memiliki keunggulan karena tidak membutuhkan bahan bakar untuk menghasilkan listrik. Sementara itu, pembangkit batu bara menghadapi risiko perubahan harga komoditas dan ketersediaan pasokan.

Read also:  PGN Teken Tujuh Kesepakatan Pasokan Gas, Bidik LNG Masela untuk 15 Tahun

SESNA juga menawarkan model energi sebagai layanan (energy as a service), yang memungkinkan pelanggan menggunakan pasokan listrik dari PLTS tanpa harus mengeluarkan belanja modal awal untuk membangun fasilitas pembangkit.

Oka mengatakan penggunaan energi terbarukan semakin relevan bagi produsen nikel yang memasok pasar global. Sejumlah pembeli, terutama di Eropa, mulai memperhatikan sumber energi dan emisi karbon dalam proses produksi sebagai bagian dari penilaian lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Menurutnya, produsen perlu menyiapkan data penggunaan energi, emisi karbon, kinerja, dan ketertelusuran untuk menunjukkan upaya pengurangan emisi dalam rantai produksi.

Data tersebut juga dinilai dapat membantu perusahaan menjelaskan kinerja ESG kepada calon pemberi pinjaman dan memperluas peluang memperoleh pembiayaan dari luar negeri. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Freeport Operasikan 189 Alat Tambang Bawah Tanah dari Jarak Jauh, Tekan Risiko Kecelakaan

Ecobiz.asia – PT Freeport Indonesia (PTFI) mengoperasikan 189 peralatan tambang bawah tanah dengan sistem kendali jarak jauh untuk mengurangi paparan pekerja terhadap area berbahaya....

Jelang 100 Tahun Panas Bumi Indonesia, PGE Pacu Pengembangan Kapasitas Menuju 1 GW

Ecobiz.asia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mempercepat pengembangan proyek panas bumi untuk meningkatkan kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri (own operation) menjadi...

PLN Jajaki Pembiayaan Australia untuk Perkuat Jaringan Listrik Jawa Timur dan Bali

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) menjajaki dukungan pembiayaan dari Pemerintah Australia untuk proyek penguatan jaringan listrik Jawa Timur dan Bali. Kerja sama tersebut mencakup...

IWIP Perkuat Ketertelusuran Nikel dan Data Emisi, Jawab Tuntutan Pembeli Global

Ecobiz.asia - PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memperkuat pencatatan asal bahan baku, penggunaan energi, dan emisi untuk memenuhi kebutuhan pembeli serta investor...

PTBA Ingin Ubah Batu Bara Jadi Bahan Baterai, Butuh Dukungan Kebijakan

Ecobiz.asia - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) membidik bisnis baru dari hilirisasi batu bara, mulai dari dimetil eter (DME), gas alam sintetis (SNG),...

TOP STORIES

Freeport Operasikan 189 Alat Tambang Bawah Tanah dari Jarak Jauh, Tekan Risiko Kecelakaan

Ecobiz.asia – PT Freeport Indonesia (PTFI) mengoperasikan 189 peralatan tambang bawah tanah dengan sistem kendali jarak jauh untuk mengurangi paparan pekerja terhadap area berbahaya....

Jelang 100 Tahun Panas Bumi Indonesia, PGE Pacu Pengembangan Kapasitas Menuju 1 GW

Ecobiz.asia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mempercepat pengembangan proyek panas bumi untuk meningkatkan kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri (own operation) menjadi...

PLN Explores Australian Financing to Strengthen East Java and Bali Power Grids

Ecobiz.asia – Indonesia's state-owned electricity company PT PLN (Persero) is exploring financing support from the Australian government for a project to strengthen power grid...

ICVCM Approves Verra, Equitable Earth Methodologies for Coal Retirement and Forest Restoration

Ecobiz.asia – The Integrity Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM) has approved two carbon crediting methodologies developed by Verra and Equitable Earth, covering...

Pertamina, Toyota Extend Strategic Partnership Through 2030 to Develop Low-Carbon Fuels

Ecobiz.asia – Indonesia's state-owned energy company Pertamina and Japan's Toyota Group have extended their strategic partnership for another five years through 2030, with cooperation...