Pemda DIY dan WWF Perluas Kerja Sama, Pengadaan Hijau Pangkas Emisi 48%

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) dan WWF-Indonesia memperluas kerja sama pembangunan berkelanjutan, termasuk penguatan pengadaan barang dan jasa (PBJ) berkelanjutan sebagai instrumen pengurangan emisi. Program yang diterapkan pada 40 organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut tercatat menurunkan emisi sebesar 48% atau setara 586,42 ton CO₂-eq dibandingkan skenario belanja konvensional.

Perluasan kerja sama ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti dan Chief Conservation Officer WWF-Indonesia Dewi Lestari Yani Rizki di Yogyakarta, Senin (14/9/2026).

PKS tersebut merupakan perluasan dari nota kesepahaman yang ditandatangani pada 2025 tentang kolaborasi pelaksanaan pembangunan berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ni Made mengatakan penerapan prinsip keberlanjutan dalam pengadaan barang dan jasa menjadi semakin penting karena pemerintah kini dapat mempertimbangkan dampak lingkungan dari produk dan jasa yang dibeli.

Read also:  Kemenhut Perkuat Pemahaman CCPs untuk Bangun Pasar Karbon Berintegritas

“Dulu mungkin kita bisa menentukan sendiri tanpa kemudian melihat bahwa barang atau jasa yang kita akan gunakan itu mempunyai dampak positif bagi lingkungan atau tidak. Sekarang sudah ada sertifikasi berkaitan dengan barang-barang yang dalam proses pembuatannya maupun pengolahannya betul-betul memperhatikan lingkungan,” kata Ni Made.

Menurut dia, implementasi kebijakan PBJ berkelanjutan masih membutuhkan pemahaman yang lebih luas serta dukungan agar pelaksanaannya dapat berjalan lebih mudah di lingkungan pemerintah daerah.

“Mudah-mudahan ini bisa kita luaskan. Memang ini sesuatu yang baru, belum semua memahami terkait dengan kebijakan pengadaan barang dan jasa berkelanjutan ini,” ujarnya.

Dalam implementasinya, program PBJ berkelanjutan telah melibatkan 40 OPD di DIY dan menghasilkan penurunan emisi sebesar 586,42 ton CO₂-eq atau 48% dibandingkan skenario business as usual.

Read also:  Verra Setujui Polis Asuransi Artio untuk Kelola Risiko Reversal Kredit Karbon

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY menjadi salah satu OPD dengan capaian pengurangan emisi terbesar, yakni 165,56 ton CO₂-eq.

Menurut WWF-Indonesia, capaian tersebut menggambarkan besarnya dampak absolut yang dapat dihasilkan OPD dengan skala belanja atau volume operasional besar. Di sisi lain, OPD dengan anggaran lebih kecil tetap memiliki peluang berkontribusi melalui optimalisasi porsi belanja yang memenuhi prinsip keberlanjutan.

Selain pengadaan berkelanjutan, kerja sama Pemda DIY dan WWF-Indonesia mencakup dukungan terhadap pengelolaan sampah serta upaya mendorong dunia usaha menggunakan komoditas yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan, termasuk melalui sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka).

Chief Conservation Officer WWF-Indonesia Dewi Lestari Yani Rizki mengatakan praktik yang dikembangkan DIY menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan dapat diterapkan melalui tata kelola pemerintahan dan kolaborasi multipihak.

Read also:  Singapura-Laos Sepakati Perdagangan Kredit Karbon, Atur Mekanisme Corresponding Adjustment

“Apa yang dilakukan Yogyakarta ini adalah model tata kelola pemerintahan yang diwujudkan melalui implementasi terus-menerus dari pembangunan berkelanjutan dan hanya mungkin dicapai melalui kolaborasi multipihak. Upaya ini terbukti berdampak positif terhadap mitigasi perubahan iklim,” kata Dewi.

Ia mengatakan WWF-Indonesia berkomitmen mendukung Pemda DIY dalam memperkuat implementasi pembangunan berkelanjutan dan berharap praktik tersebut dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

Dalam kerja sama tersebut, WWF-Indonesia bersama Pemda DIY juga melakukan pendampingan dan fasilitasi untuk memperkuat kapasitas pemerintah dalam menjalankan fungsi pelayanan publik yang mendukung mitigasi perubahan iklim.

Pendekatan multisektoral itu diarahkan untuk menghasilkan manfaat sekaligus, mulai dari menjaga keanekaragaman hayati, mendorong ekonomi sirkular lokal, hingga mempercepat penerapan kebijakan hijau di tingkat daerah dan mendukung target penurunan emisi nasional. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Menteri LH: Pasar Karbon Harus Berbasis Aksi Nyata, Bukan Sekadar Transaksi

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat menegaskan pasar karbon Indonesia harus dibangun berdasarkan aksi iklim yang terukur,...

TÜV SÜD Bangun Pusat Dekarbonisasi di Singapura, Siap Investasi US$24 Juta

Ecobiz.asia — Perusahaan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi global TÜV SÜD menginvestasikan lebih dari US$24 juta untuk membangun Global Decarbonisation Centre of Excellence (CoE) di...

Wamen LH: Perdagangan Karbon Bisa Jadi Insentif Dekarbonisasi Industri Nikel

Ecobiz.asia — Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono mengatakan mekanisme perdagangan karbon dapat menjadi insentif bagi industri nikel...

Dapat Dukungan Kemenhut, Riau Mantap Masuk Pasar Karbon Yurisdiksi ART-TREES

Ecobiz.asia - Provinsi Riau mulai memasuki tahap baru pengembangan kredit karbon hutan berbasis yurisdiksi setelah menyelesaikan konsep Green for Riau dan memperoleh dukungan pemerintah...

Pasar Karbon Indonesia Mulai Cari Talenta Baru, IDCTA Youth Gelar Carbon Youth Week 2026

Ecobiz.asia — Perkembangan pasar karbon Indonesia mulai menciptakan kebutuhan baru terhadap sumber daya manusia yang memahami tidak hanya isu perubahan iklim, tetapi juga mekanisme...

TOP STORIES

Quo Vadis Kehutanan Indonesia di Tengah Kebijakan Instan Era Prabowo

Disclaimer: Artikel ini merupakan opini dan pandangan pribadi penulis. Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili sikap atau pandangan redaksi Ecobiz.asia. Oleh:...

PTK Masuk Era Baru, Perkuat Green Vessel dan Terapkan AI

Ecobiz.asia — PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menyiapkan modernisasi armada, digitalisasi hingga penggunaan teknologi rendah emisi untuk meningkatkan kinerja operasional perusahaan. Langkah tersebut mencakup...

Hotspot Karhutla Turun 121 Titik, Chinook Jepang Siap Bantu Pemadaman

Ecobiz.asia – Jumlah hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional turun 121 titik dalam sehari menjadi...

Bentuk Tim Khusus dan Libatkan Dua Profesor, Kemenhut Dalami Dugaan Pidana Kebakaran Bromo

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mendalami penyebab kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, termasuk kemungkinan adanya unsur pidana. Penelusuran diperkuat...

PGE Borong 13 Penghargaan ENSIA 2026, Inovasi Panas Bumi Menyebar di 5 Wilayah

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memborong 13 penghargaan dalam Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 yang digelar PT Sucofindo (Persero)...