Menteri LH Ungkap Minat Investasi Hijau di Indonesia Meningkat: Harus Dorong Kesejahteraan Masyarakat

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa investasi hijau dan berbagai instrumen aksi iklim harus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat, terutama masyarakat lokal dan adat yang menjadi penjaga ekosistem.

Menurut Jumhur, minat investor global terhadap proyek-proyek pemulihan lingkungan di Indonesia terus meningkat. Kondisi tersebut menunjukkan adanya pergeseran paradigma pembangunan dunia dari yang semula berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata menjadi pembangunan yang mengedepankan pemulihan lingkungan.

Read also:  Kebakaran TPA Jatiwaringin Mulai Padam, Operasi Pemadaman Darat hingga Water Bombing Digencarkan

“Ada beberapa investor yang telah menyatakan berminat menanamkan investasinya dalam pembangunan untuk pemulihan lingkungan. Kini paradigma yang berkembang bukan lagi pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan dengan merusak lingkungan, tetapi pembangunan yang disertai pemulihan lingkungan,” kata Jumhur saat berbicara dalam Indonesia Net-Zero Summit 2026 di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).

Ia menjelaskan, dalam aksi iklim global dikenal dua pendekatan utama, yakni mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Namun, Indonesia menambahkan satu pilar penting, yaitu prosperity atau kesejahteraan, sehingga setiap kebijakan mitigasi dan adaptasi harus bermuara pada peningkatan taraf hidup masyarakat.

Read also:  Indonesia Siapkan 93 Proyek Hidrogen Senilai Rp32 Triliun untuk Dekarbonisasi Industri dan Transportasi

Menurut Jumhur, prinsip tersebut harus diterapkan dalam pengembangan pasar karbon nasional. Potensi ekonomi dari perdagangan karbon, katanya, harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat di sekitar lokasi proyek, bukan hanya kepada pelaku usaha atau investor.

“Masyarakat tapak, masyarakat lokal, dan masyarakat adat harus menjadi pihak yang memperoleh manfaat terbesar dari skema benefit sharing perdagangan karbon,” ujarnya.

Read also:  IESR Minta Pemerintah Evaluasi Mandatori B50, Nilai Elektrifikasi Lebih Efektif untuk Transisi Energi

Ia menambahkan, pemerintah juga perlu menyiapkan mitigasi sosial agar manfaat ekonomi dari perdagangan karbon dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan, antara lain melalui pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan demikian, transisi menuju ekonomi hijau tidak hanya mendukung pencapaian target iklim, tetapi juga menciptakan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pemerintah Percepat Pemulihan PLTP Sarulla, Siapkan Investasi Baru Optimalkan Potensi Panas Bumi 1.100 MW

Ecobiz.asia – Pemerintah mempercepat pemulihan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Kabupaten Tapanuli Utara dengan menyiapkan penyelesaian administrasi hingga Oktober 2026...

Kemenhut Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Puncak Kemarau dan Ancaman Karhutla

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat kesiapsiagaan nasional menghadapi puncak musim kemarau dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul prediksi kemarau yang lebih...

Indonesia Usulkan Hasil Hutan Bukan Kayu Masuk Agenda Strategis APEC EGILAT

Ecobiz.asia – Indonesia mengusulkan agar produk hasil hutan bukan kayu (HHBK) menjadi bagian dari agenda strategis The 30th Meeting of the APEC Experts Group...

Pemerintah Kebut Operasional PLTA Batang Toru, Perkuat Sistem Kelistrikan Sumatera

Ecobiz.asia – Pemerintah mempercepat pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan Sumatera yang masih...

Indonesia Serukan Penguatan Perdagangan Hasil Hutan Lestari di Forum Kehutanan APEC

Ecobiz.asia – Indonesia mendorong penguatan perdagangan hasil hutan yang legal dan berkelanjutan serta mengajak negara-negara anggota APEC memperkuat kolaborasi konservasi mangrove melalui World Mangrove...

TOP STORIES

Pertamina, West Java Partner to Turn Landfill Methane into Low-Carbon Hydrogen and Biofuel

Ecobiz.asia – Indonesia's state-owned energy company PT Pertamina has partnered with the West Java provincial government to develop low-carbon hydrogen, biomethane, and waste-based biofuels...

Pemerintah Percepat Pemulihan PLTP Sarulla, Siapkan Investasi Baru Optimalkan Potensi Panas Bumi 1.100 MW

Ecobiz.asia – Pemerintah mempercepat pemulihan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Kabupaten Tapanuli Utara dengan menyiapkan penyelesaian administrasi hingga Oktober 2026...

ESGIN Bidik Investasi Proyek Ekonomi Hijau Pertanian dan Industri Tapioka di Lampung

Ecobiz.asia -- PT ESGIN Global Partners berkomitmen berinvestasi dalam pengembangan proyek ekonomi hijau di sektor pertanian dan industri pengolahan tepung tapioka di Provinsi Lampung....

Hutan Adat Leuweung Gede Kampung Kuta: Dari Pamali Menuju Masa Depan Kehutanan Indonesia

Ecobiz.asia – Langkah pertama menuju Leuweung Gede selalu diawali dengan keheningan. Dari permukiman Kampung Adat Kuta di Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, jalan setapak berbatu...

PTBA Promosikan Kalium Humat Hasil Hilirisasi Batubara di Inagritech 2026

Ecobiz.asia – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID, memperkenalkan produk pembenah tanah berbasis kalium humat hasil hilirisasi batubara...