Ecobiz.asia – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mempercepat pengembangan gas metana batubara (Coalbed Methane/CBM) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, sebagai sumber pasokan gas nonkonvensional untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.
Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto mengatakan pengembangan CBM menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mendiversifikasi pasokan gas domestik di tengah meningkatnya kebutuhan industri dan pembangkit listrik.
Menurut Arief, PGN telah menyiapkan skema teknis dan komersial untuk menyalurkan gas dari proyek tersebut dengan target pasokan yang meningkat secara bertahap, mulai dari 1 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) hingga mencapai 25 MMSCFD.
“PGN mengembangkan infrastruktur injection point sebagai titik pengumpul gas dari berbagai sumber, baik CBM, biomethane maupun sumber lainnya, sebelum dialirkan ke jaringan pipa transmisi yang telah tersedia,” ujar Arief dalam keterangannya, Minggu (6/7).
Berdasarkan data pemerintah, potensi CBM di wilayah Tanjung Enim diperkirakan mencapai sekitar 9,7 triliun kaki kubik (TCF) Original Gas in Place (OGIP) dengan nilai ekonomi sekitar US$15,4 miliar. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi sumber pasokan gas domestik baru yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Selain CBM, PGN juga menjajaki pengembangan pasokan gas dari biomethane berbasis limbah kelapa sawit dan Synthetic Natural Gas (SNG). Ketiga sumber energi tersebut dinilai memiliki potensi besar, khususnya di Sumatera Selatan.
Untuk mendukung pengembangan proyek tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman bersama sejumlah pemangku kepentingan melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Penerima Gas (SPG) dan Stasiun Kompresor Gas (SKG) Pagardewa, Sumatera Selatan, pada Jumat (3/7).
Dalam kunjungan tersebut, Kantor Staf Presiden (KSP) menegaskan komitmennya mendorong percepatan proyek-proyek strategis nasional di sektor energi, termasuk pengembangan CBM Muara Enim. KSP juga mendorong percepatan penyelesaian berbagai hambatan lintas sektor, termasuk aspek perizinan dan penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), agar proyek dapat segera memasuki tahap komersialisasi.
Arief menyambut baik dukungan pemerintah terhadap pengembangan infrastruktur gas domestik. Menurutnya, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga menjadi faktor penting untuk mempercepat pemanfaatan sumber-sumber gas nonkonvensional.
Ia menambahkan, sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN siap mengintegrasikan pasokan gas dari berbagai sumber melalui jaringan pipa yang telah dimiliki sehingga dapat meningkatkan keandalan pasokan energi bagi pelanggan domestik. ***



