Ecobiz.asia – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menegaskan komitmennya menerapkan konsep green drilling atau pengeboran ramah lingkungan seiring peringatan hari jadinya yang ke-18.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai inovasi rendah karbon dan pengembangan bisnis energi berkelanjutan yang menjadi bagian dari transformasi perusahaan dalam mendukung transisi energi nasional.
Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita mengatakan usia ke-18 menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkuat peran tidak hanya sebagai penyedia jasa pengeboran migas, tetapi juga sebagai perusahaan energi yang berorientasi pada keberlanjutan.
“Delapan belas tahun merupakan perjalanan yang penuh makna. Berbagai tantangan telah kita hadapi bersama dan berbagai pencapaian telah berhasil kita raih sebagai bukti komitmen perusahaan untuk terus memberikan kinerja terbaik bagi industri energi nasional,” ujar Avep dikutip Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, konsep green drilling terus dikembangkan melalui penerapan berbagai teknologi ramah lingkungan di lapangan. Inovasi tersebut antara lain pemanfaatan panel surya (solar panel), penggunaan lampu LED hemat energi, teknologi penyimpanan energi berbasis baterai Petrovolt, hingga pengembangan proyek dual fuel engine pada fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO).
Selain itu, Pertamina Drilling juga memperluas keterlibatan dalam pengembangan energi panas bumi (geothermal) serta mulai mempersiapkan bisnis Carbon Capture Storage dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCS/CCUS) sebagai bagian dari strategi pertumbuhan rendah karbon Pertamina.
Komitmen keberlanjutan tersebut diperkuat melalui aksi penanaman pohon yang melibatkan seluruh pekerja di lingkungan rumah maupun area operasi perusahaan. Kegiatan itu menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”.
Di tengah transformasi menuju bisnis yang lebih hijau, Pertamina Drilling tetap mencatatkan pertumbuhan kinerja positif. Perusahaan saat ini mengoperasikan 58 rig pengeboran darat (onshore) dan lepas pantai (offshore) yang mendukung aktivitas eksplorasi dan produksi migas di berbagai wilayah Indonesia.
Avep menegaskan bahwa seluruh pencapaian operasional perusahaan harus berjalan seiring dengan penerapan standar keselamatan kerja yang tinggi.
“Tidak ada pencapaian operasional maupun finansial yang lebih penting daripada keselamatan jiwa manusia. Karena itu budaya HSSE harus terus kita perkuat, bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi menjadi karakter dan perilaku kerja sehari-hari,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan produktivitas, keandalan peralatan, efisiensi proses kerja, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi akan terus dilakukan agar Pertamina Drilling mampu menghadapi dinamika industri energi yang semakin kompleks. ***



