KLH Luncurkan SIGN SMART Robust, Perkuat Transparansi Data Emisi Karbon Nasional

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meluncurkan Sistem Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional (SIGN SMART Robust) untuk memperkuat kualitas, transparansi, dan akuntabilitas data emisi karbon Indonesia.

Peluncuran sistem generasi baru tersebut dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026, Jumat (12/6/2026).

Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH, Ary Sudijanto, mengatakan data emisi yang kredibel menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan aksi iklim nasional dan perdagangan karbon.

“SIGN SMART Robust bukan sekadar aplikasi, melainkan platform nasional yang menjadi tulang punggung inventarisasi dan pelaporan emisi gas rumah kaca Indonesia,” kata Ary.

Read also:  ESDM Catat 120 Proyek Karbon Masuk Pipeline, Nilainya Capai Rp1,7 Triliun

Menurut Ary, sistem tersebut dirancang untuk mendukung pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghasilkan data emisi yang lebih akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

SIGN SMART merupakan singkatan dari Sistem Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional yang mengedepankan prinsip sederhana, mudah, akurat, ringkas, dan transparan. Sementara konsep Robust dirancang agar sistem lebih andal, optimal, fleksibel, dan terbuka untuk integrasi dengan berbagai platform lainnya.

Read also:  Diminati Investor Korea, KLH Buka Peluang Pemanfaatan Metana di TPA Sampah

KLH/BPLH menilai keberadaan sistem tersebut semakin penting seiring meningkatnya tuntutan pelaporan iklim global dan implementasi kebijakan ekonomi karbon nasional.

Selain mendukung penyusunan kebijakan mitigasi perubahan iklim, SIGN SMART Robust juga akan digunakan untuk memenuhi kewajiban pelaporan internasional Indonesia seperti Biennial Transparency Report (BTR) dan National Communication (NatCom) kepada United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).

Ary mengatakan kredibilitas data emisi kini tidak hanya berkaitan dengan isu lingkungan, tetapi juga menyangkut kepastian regulasi, daya saing ekonomi, dan reputasi pelaku usaha dalam perdagangan internasional.

Read also:  Indonesia Mulai Implementasikan Proyek Mitigasi Metana ASEAN-Korea, Dorong Pemanfaatan Jadi Energi

Karena itu, KLH/BPLH mendorong pemerintah daerah, kementerian teknis, akademisi, dan dunia usaha memanfaatkan SIGN SMART Robust secara optimal untuk mendukung pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.

Selain memperkuat kualitas data emisi, sistem tersebut juga diharapkan menjadi platform kolaborasi nasional dalam inventarisasi gas rumah kaca melalui pengelolaan data yang lebih terbuka, terintegrasi, dan konsisten.

“Data yang kuat untuk aksi iklim yang tepat,” ujar Ary. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

KLH Rancang Regulasi Perdagangan Karbon Sektor Limbah, Siapkan Peta Jalan

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) tengah menyiapkan regulasi dan peta jalan perdagangan karbon sektor limbah sebagai bagian dari penguatan implementasi...

Indonesia Siap Jual 30 Juta Ton Kredit Karbon FOLU ke Pasar Global Awal Juli 2026

Ecobiz.asia – Indonesia siap melakukan penjualan perdana kredit karbon sektor forest and other land use (FOLU) ke pasar global pada awal Juli 2026 dengan...

Cara Petani Manfaatkan Peluang Ekonomi melalui Perdagangan Karbon, Wamen LH: Jadi Tambahan Penghasilan

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mendorong petani memanfaatkan peluang ekonomi dari perdagangan karbon melalui pembentukan...

ESDM Catat 120 Proyek Karbon Masuk Pipeline, Nilainya Capai Rp1,7 Triliun

Ecobiz.asia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat terdapat sekitar 120 proyek karbon sektor energi yang berada di pipeline perdagangan karbon nasional...

KLH Hidupkan Kembali Rumah Kolaborasi Iklim dan Karbon, Perkuat Sinergi Aksi Iklim Nasional

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menghidupkan kembali Rumah Kolaborasi dan Konsultasi Iklim dan Karbon (RKKIK) sebagai pusat sinergi multipihak untuk...

TOP STORIES

PTBA Mulai Uji Coba Co-firing Tahap II di PLTU Banko Barat, Manfaatkan Kaliandra Merah

Ecobiz.asia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mulai menjalankan uji coba co-firing tahap II di PLTU Mulut Tambang Banko Barat berkapasitas 3x10 megawatt (MW)...

Pagu Indikatif Anggaran Kementerian ESDM Tahun 2027 Rp27,335 T, Begini Rinciannya

Ecobiz.asia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan 82 persen anggaran tahun 2027 untuk program yang langsung menyentuh masyarakat, mulai dari jaringan...

Pertamina dan BRIN Luncurkan Alat Pengubah Sampah Plastik Jadi Solar di Bantul

Ecobiz.asia – Pertamina melalui Pertamina Foundation bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Pemerintah Kabupaten Bantul meluncurkan alat pirolisis multikondensor Gen 5.0 (Faspol...

CBG Jadi Solusi Transisi dari LNG, Manfaatkan 130 Juta M3 Limbah Sawit

Ecobiz.asia - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong pengembangan Compressed Biomethane Gas (CBG) berbasis limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill...

Tobat Ekologis, Suatu Pendekatan Ekoteologi

Oleh: Saiful Latief, M.Si (Pranata Humas Ahli Muda, Direktorat Inventarisasi GRK dan MPV, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan TKNEK, Kementerian Lingkungan Hidup) Ecobiz.asia -...