Kemenhut Luncurkan LEVERAGE, Penegakan Hukum Kehutanan Diperkuat dengan Platform Aduan Digital

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) resmi meluncurkan proyek kolaboratif LEVERAGE (Law Enforcement for Sustainable Viable Ecosystems and Biodiversity Resilience through Multi-Sectors Engagement) untuk memperkuat penegakan hukum kehutanan berbasis kolaborasi lintas sektor dan teknologi digital.

Peluncuran proyek yang didukung United Nations Development Programme (UNDP) melalui pendanaan Global Environment Facility (GEF) 8 itu digelar di Jakarta, Rabu (10/6/2026), bersamaan dengan peresmian Platform Pengaduan Gakkum Kehutanan berbasis teknologi informasi.

Platform tersebut dirancang sebagai saluran pengaduan masyarakat terhadap dugaan kejahatan kehutanan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel. Melalui sistem itu, masyarakat dapat melaporkan indikasi pelanggaran sekaligus memantau tindak lanjut penanganannya secara real time.

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki mengatakan proyek LEVERAGE menjadi bagian penting dalam memperkuat agenda penegakan hukum kehutanan nasional sekaligus mendukung target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Read also:  Indonesia-Singapura Sepakati Kerja Sama Perlindungan Lingkungan, Fokus Perubahan Iklim hingga Ekonomi Sirkular

“Pastikan proyek ini selaras dengan agenda pembangunan kehutanan nasional, komitmen Indonesia FOLU Net Sink 2030, target-target SDGs, serta kebijakan konservasi keanekaragaman hayati kita,” ujar Rohmat saat membuka acara.

Rohmat menegaskan perlindungan habitat harus menjadi fondasi utama dalam setiap upaya konservasi satwa liar. Menurutnya, keberhasilan konservasi tidak mungkin dicapai jika ruang hidup satwa terus mengalami tekanan.

Ia juga meminta penguatan penegakan hukum kolaboratif melalui pemanfaatan teknologi, termasuk intelijen siber, patroli digital, analisis jaringan kejahatan, dan penguatan koordinasi antarpenegak hukum.

“Transaksi ilegal satwa liar saat ini banyak terjadi di media sosial. Karena itu, intelijen cyber kementerian harus bergerak lebih responsif,” katanya.

Selain itu, Rohmat menekankan pentingnya pelibatan masyarakat sekitar kawasan hutan sebagai mitra utama dalam pencegahan, pelaporan, mitigasi konflik, dan pengelolaan hutan berkelanjutan.

Read also:  Indonesia Raih Pendanaan Iklim US$9 Juta dari GCF untuk Perkuat Ketahanan Pesisir Jawa Tengah

Ia juga meminta hasil pembelajaran proyek LEVERAGE diintegrasikan ke dalam sistem Corporate University Kementerian Kehutanan agar dapat direplikasi secara nasional dalam penguatan kapasitas Polisi Kehutanan (Polhut) dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

Terkait platform pengaduan yang baru diluncurkan, Rohmat menegaskan seluruh laporan masyarakat harus ditangani secara cepat, disiplin, dan terukur.

“Setiap pengaduan dari masyarakat perlu ditangani dengan cepat, mengikuti standar yang jelas, waktu respons yang terukur, dan koordinasi yang efektif,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Rohmat juga menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat penegakan hukum kehutanan, termasuk rencana penambahan 21 ribu personel Polisi Kehutanan.

Read also:  Indonesia Undang China Investasi Proyek PLTS 100 GW

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, mengatakan penegakan hukum kehutanan tidak dapat dilakukan secara parsial sehingga diperlukan ekosistem kolaboratif lintas lembaga.

“Kementerian Kehutanan hanyalah salah satu subsistem dengan berbagai keterbatasan. Karena itu, kita harus membangun ekosistem penegakan hukum kehutanan yang utuh melalui pendekatan kolaborasi multisektor,” kata Dwi.

Menurut dia, kerja sama tersebut melibatkan berbagai pihak mulai dari kepolisian, kejaksaan, Kementerian Keuangan, hingga lembaga riset seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Sementara itu, Resident Representative United Nations Development Programme Sarah Ferrer Olivella menilai konservasi keanekaragaman hayati kini bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga agenda pembangunan dan ketahanan iklim.

“Sebagai biodiversity superpower, aset hutan Indonesia sangat krusial bagi ketahanan iklim jangka panjang,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

KLH Rekomendasikan Penataan Ulang Tata Ruang Sumatra, Cegah Bencana Banjir Berulang

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menemukan jutaan hektare kawasan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memerlukan penataan ulang tata...

Indonesia Luncurkan Empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati, Basis Data Pembangunan Berkelanjutan Makin Kuat

Ecobiz.asia – Pemerintah meluncurkan empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati Indonesia untuk wilayah Bali–Nusa Tenggara, Jawa, Maluku, dan Papua sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan dan...

Indonesia Siapkan 93 Proyek Hidrogen Senilai Rp32 Triliun untuk Dekarbonisasi Industri dan Transportasi

Ecobiz.asia – Pemerintah mempercepat pengembangan ekosistem hidrogen nasional melalui 93 proyek dengan nilai investasi sekitar Rp32 triliun untuk mendukung dekarbonisasi sektor industri, transportasi, dan...

Survei Terbaru Kemenhut Ungkap Populasi Orangutan Sumatera dan Orangutan Tapanuli, Kondisi Rentan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkap hasil survei populasi terbaru yang menunjukkan populasi Orangutan Sumatera (Pongo abelii) diperkirakan mencapai 11.694 individu, sedangkan Orangutan Tapanuli...

Indonesia Undang China Investasi Proyek PLTS 100 GW

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia mengundang perusahaan-perusahaan asal China untuk berinvestasi dalam pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) sebagai bagian...

TOP STORIES

Koperasi Tidak Membangun Desa, Village Governance Menentukan: Pembelajaran dari China dan Thailand bagi Implementasi KDMP

Oleh: Diah Suradiredja Pertanyaan yang perlu kita ajukan bukanlah 'bagaimana membangun ribuan koperasi desa', melainkan 'bagaimana membangun ribuan desa yang mampu mengelola koperasi secara...

Dairi Prima Mineral Targetkan Konstruksi Tambang Bawah Tanah Dimulai Kuartal I-2027

Ecobiz.asia -- PT Dairi Prima Mineral (DPM) menargetkan memulai konstruksi proyek tambang bawah tanah timah hitam (Pb) dan seng (Zn) di Kabupaten Dairi, Sumatera...

Agincourt Resources Pertahankan Investasi Pendidikan Rp5,29 Miliar di Tengah Pemulihan Operasi

Ecobiz.asia -- PT Agincourt Resources (PTAR) tetap mempertahankan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui Program Beasiswa Martabe Prestasi 2026, meski perusahaan masih berada...

PLN Pilots Calliandra-Corghum Biomass Project with ITERA to Support Hydrogen Production

Ecobiz.asia -- State electricity firm PT PLN (Persero) has launched a pilot project to develop an integrated biomass and green hydrogen ecosystem by cultivating...

Gerak Hijau 2026 Dorong Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat, ANTAM Pamerkan Capaian Dekarbonisasi

Ecobiz.asia -- Upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa. Pesan tersebut mengemuka dalam penyelenggaraan Gerak Hijau 2026 di kawasan Car Free Day...