BRIN Luncurkan Kalkulator Hijau v.2, Dukung Ekonomi Rendah Karbon

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat dukungan terhadap transisi ekonomi rendah karbon melalui pengembangan Kalkulator Hijau v.2, instrumen nasional untuk penghitungan emisi gas rumah kaca (GRK).

Instrumen tersebut diharapkan memperkuat tata kelola ekonomi hijau nasional berbasis data dan standar ilmiah.

Kepala Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan BRIN, Nugroho Adi Sasongko, mengatakan Kalkulator Hijau v.2 tidak hanya berfungsi sebagai perangkat teknis penghitungan emisi, tetapi juga menjadi bagian dari infrastruktur strategis nasional.

Read also:  Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

“Kalkulator Hijau merupakan bagian dari infrastruktur strategis nasional dalam membangun sistem ekonomi dan industri rendah karbon yang berbasis data, sains, dan tata kelola yang kredibel,” ujarnya dikutip, Selasa (19/5/2026).

Kalkulator Hijau v.2 diluncurkan di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Senin (11/5/2026)

Nugroho terlibat dalam pengembangan instrumen tersebut sebagai anggota Kelompok Kerja Pengarah Kalkulator Hijau bersama kementerian, otoritas keuangan, dan lembaga riset nasional lainnya.

Read also:  Didukung APP Group, Persemaian Sriwijaya Kemampo Siap Dukung Gerakan ASRI Presiden Prabowo

Dalam pengembangannya, BRIN memastikan metodologi penghitungan emisi selaras dengan standar internasional seperti Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), GHG Protocol, ISO 14064-1:2018, dan Partnership for Carbon Accounting Financials (PCAF).

Kalkulator Hijau v.2 dirancang untuk menghitung emisi secara komprehensif, mulai dari Scope 1, Scope 2, Scope 3, hingga pengurangan emisi atau Scope 4, termasuk untuk sektor energi baru terbarukan, kendaraan listrik, dan carbon offset.

Menurut Nugroho, sistem penghitungan emisi yang terstandar menjadi fondasi penting dalam pengembangan industri hijau nasional karena membantu pelaku usaha memenuhi standar pelaporan keberlanjutan global.

Read also:  Schneider Electric Hadirkan Altivar HVAC ATH600 untuk Dorong Efisiensi Energi Bangunan

“Pelaku usaha dan lembaga keuangan dapat melakukan penghitungan emisi secara lebih sederhana, terstruktur, dan terstandar,” katanya.

Ia menambahkan, penggunaan metodologi yang terukur juga akan memperkuat pendekatan kebijakan berbasis sains dalam agenda dekarbonisasi industri, termasuk mendukung pengembangan kajian Life Cycle Assessment (LCA) dan pembiayaan berkelanjutan di Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

NHM Kembangkan Pertanian Modern 10 Hektare di Kao Barat untuk Dukung Ketahanan Pangan

Ecobiz.asia -- PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) mendorong modernisasi sektor pertanian di Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, melalui penerapan teknologi dan...

PHE Dorong Percepatan Ekosistem Natural Hydrogen untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong percepatan pengembangan natural hydrogen di Indonesia sebagai salah satu sumber energi masa depan...

WRI Indonesia Dorong Penguatan Data dan MRV Emisi Metana Sektor Persampahan

Ecobiz.asia -- World Resources Institute (WRI) Indonesia mendorong penguatan kualitas data persampahan dan sistem measurement, reporting, and verification (MRV) untuk mempercepat upaya pengurangan emisi...

PGN Gagas Ajukan Tambahan Alokasi Gas CNG hingga 30 BBTUD untuk Periode 2026-2030

Ecobiz.asia -- PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), mengajukan tambahan alokasi gas bumi untuk kebutuhan compressed...

Jaga Ekosistem Bahari, Pertamina Trans Kontinental Tanam 512 Fragmen Terumbu Karang di Sulut

Ecobiz.asia – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menanam 512 fragmen terumbu karang di perairan Sulawesi Utara sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem laut dan...

TOP STORIES

Prabowo Launches 100 GW Solar Program, Sets Three-Year Deadline

Ecobiz.asia — Indonesia has launched a national program to develop 100 gigawatts peak (GWp) of solar power capacity, with an estimated investment of about...

Prabowo Mulai Program PLTS 100 GWp, Sesumbar Rampung dalam Tiga Tahun

Ecobiz.asia — Pemerintah resmi memulai program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) dengan nilai investasi sekitar US$73 miliar...

Revisi Aturan Pengelolaan Hutan, Organisasi Masyarakat Sipil Soroti Penguatan KPH hingga Evaluasi Perizinan

Ecobiz.asia – Sebanyak 14 organisasi masyarakat sipil menyoroti sejumlah aspek tata kelola dalam revisi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 8 Tahun 2021...

Indonesia Sanctions Six Companies Over Forest Fires, Freezes One Permit

Ecobiz.asia – Indonesia's Ministry of Forestry has imposed administrative sanctions on six forest concession holders after inspections found forest and land fires across a...

Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Terkait Kebekaran Hutan, Satu Izin Dibekukan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) setelah ditemukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...