Indonesia-Jepang Perkuat Diplomasi Lingkungan Hadapi Krisis Global, Dari Sampah hingga Iklim

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia dan Jepang memperkuat kerja sama bilateral di bidang lingkungan hidup sebagai bagian dari upaya bersama menghadapi tantangan lingkungan global.

Hal ini mengemuka pada penyelenggaraan 2nd Indonesia–Japan Environment Week di Jakarta. Forum tersebut menjadi penyelenggaraan kedua setelah pelaksanaan perdana pada 2024 di Tokyo, Jepang, sekaligus mempertegas penguatan diplomasi lingkungan kedua negara dalam isu pengelolaan sampah, perubahan iklim, kualitas udara, dan ekonomi sirkular.

Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, Erik Teguh Primiantoro, mengatakan hubungan Indonesia dan Jepang telah berkembang menjadi kemitraan strategis dalam menjawab tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Read also:  Apel Siaga Karhutla di Kalbar, Pemerintah Perkuat Antisipasi Musim Kemarau 2026

“Kerja sama Indonesia dan Jepang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis dalam mendorong transformasi pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Pengalaman dan teknologi Jepang, dikombinasikan dengan potensi serta kebutuhan Indonesia, menjadi kekuatan besar untuk menghasilkan solusi nyata,” ujar Erik Teguh saat pembukaan 2nd Indonesia–Japan Environment Week, Senin (11/5/2026).

Sementara itu, Wakil Menteri Urusan Lingkungan Global Ministry of Environment Japan, Doi Kentaro, mengapresiasi komitmen Indonesia dalam memperkuat kolaborasi lingkungan dan pengembangan berbagai inisiatif berkelanjutan.

Read also:  Laba Melonjak 4,5 Kali Lipat, Samator Indo Gas Awali 2026 dengan Momentum Kuat

“Kami sangat senang dapat membangun masa depan yang lebih baik bersama. Tahun ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerja sama, khususnya dalam pengembangan solusi inovatif di bidang lingkungan,” kata Doi Kentaro.

Melalui forum tersebut, kedua negara mendorong pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas, serta pengembangan teknologi ramah lingkungan yang dapat diimplementasikan secara luas di berbagai sektor.

Read also:  Laporan IEA: Indonesia Peringkat Kedua Emisi Metana Energi Fosil di Asia Selatan dan Tenggara

Kementerian Lingkungan Hidup menilai kolaborasi dengan Jepang membuka peluang percepatan adopsi teknologi hijau dan pengembangan industri ramah lingkungan di Indonesia, sejalan dengan target nasional pengurangan beban lingkungan dan penguatan ekonomi hijau.

Selain mempertemukan pemerintah kedua negara, 2nd Indonesia–Japan Environment Week juga menjadi ruang dialog bagi dunia usaha, akademisi, dan mitra pembangunan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Danantara dan 13 Pemda Teken MoU Percepatan Proyek PSEL di Enam Wilayah

Ecobiz.asia — Sebanyak 13 pemerintah kabupaten/kota yang tergabung dalam enam lokasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT...

Gakkum Kehutanan Limpahkan Tersangka Perdagangan Enam Kucing Kuwuk ke Kejari Belawan

Ecobiz.asia – Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sumatera melimpahkan tersangka dan barang bukti kasus perdagangan ilegal enam ekor kucing kuwuk ke Kejaksaan Negeri...

Kemenhut Monitor Populasi Gajah Sumatra Pakai Drone Thermal, Regenerasi Terpantau

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mulai menggunakan teknologi drone thermal untuk memantau populasi gajah Sumatra di Bentang Alam Seblat (BAS), Bengkulu. Dari hasil monitoring...

Forum Nasional Perempuan Soroti Ketahanan Ekologis dan Literasi AI untuk Masa Depan Bangsa

Ecobiz.asia — Forum Nasional Perempuan Indonesia menegaskan ketahanan bangsa di era modern tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi dan sosial, tetapi juga kemampuan menjaga...

KLH Dukung Inisiatif Jakarta Wajibkan Warga Pilah Sampah, Menteri Jumhur: Harus Jadi Gerakan

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mendukung penuh kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mewajibkan warga memilah sampah rumah tangga mulai 10 Mei 2026. Menteri...

TOP STORIES

Indonesia, Japan Strengthen Environmental Diplomacy Amid Global Challenges

Ecobiz.asia — Indonesia and Japan have strengthened bilateral cooperation in the environmental sector through the 2nd Indonesia–Japan Environment Week in Jakarta, as both countries...

Danantara dan 13 Pemda Teken MoU Percepatan Proyek PSEL di Enam Wilayah

Ecobiz.asia — Sebanyak 13 pemerintah kabupaten/kota yang tergabung dalam enam lokasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT...

Harga Bahan Baku Plastik Naik, Pengembangan Etanol Biomassa Pengganti Nafta Potensial

Ecobiz.asia – Kenaikan harga minyak bumi mulai memicu tekanan pada industri petrokimia dan plastik nasional. Dosen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM),...

Gakkum Kehutanan Limpahkan Tersangka Perdagangan Enam Kucing Kuwuk ke Kejari Belawan

Ecobiz.asia – Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sumatera melimpahkan tersangka dan barang bukti kasus perdagangan ilegal enam ekor kucing kuwuk ke Kejaksaan Negeri...

PLN Mulai Terapkan Smart & Green Building, Pasang Sistem Energi Pintar

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) mulai menerapkan sistem pengelolaan energi pintar di gedung perkantorannya melalui program Smart & Green Building yang diluncurkan di Kantor...