Kemenhut Dorong Golo Mori Jadi Destinasi Wisata Berbasis Alam, Alternatif Taman Nasional Komodo

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mendorong pengembangan kawasan Golo Mori sebagai destinasi wisata berbasis alam (ecotourism) guna menjadi alternatif kunjungan di sekitar Taman Nasional Komodo.

Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki mengatakan, pengembangan destinasi alternatif diperlukan untuk mengurangi tekanan kunjungan wisatawan yang terus meningkat di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo.

“Kondisi di lapangan saat ini sangat padat dan berjubel pada titik favorit. Karena itu, kebijakan pembatasan kuota dan pengaturan rute menjadi penting, sekaligus mendorong wisatawan menyebar ke destinasi alternatif,” ujar Rohmat saat meninjau kawasan Golo Mori, Sabtu (25/4/2026).

Read also:  Menteri Jumhur Targetkan Persoalan Sampah Beres 2028, Waste To energy Berkontribusi 12%

Ia mengungkapkan, lonjakan kunjungan wisatawan di TN Komodo meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dari sekitar 66 ribu orang pada 2021 menjadi 429 ribu orang pada 2025. Namun, distribusi kunjungan masih terkonsentrasi di titik-titik tertentu seperti Pulau Padar.

Menurutnya, pengembangan Golo Mori yang dikelola oleh ITDC (InJourney Tourism Development Corporation) menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menggeser pola pariwisata dari mass tourism menuju pariwisata minat khusus yang lebih berkelanjutan.

“Pengembangan destinasi ini harus selaras dengan prinsip konservasi, sehingga mampu menjaga keseimbangan antara aspek ekologi dan ekonomi,” kata Rohmat.

Read also:  Buka INVIROTECH 2026, Menteri Jumhur Tegaskan Aksi Iklim Tak Bisa Ditunda Lagi

Selain sebagai alternatif destinasi, Golo Mori juga dinilai memiliki potensi wisata berbasis keanekaragaman hayati, termasuk pengamatan burung (birdwatching) dengan keberadaan spesies seperti kakatua jambul kuning dan maleo.

Kemenhut, lanjutnya, juga mendorong pelibatan masyarakat lokal dalam pengembangan kawasan tersebut agar memberikan manfaat ekonomi langsung sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kemenhut akan terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan pengembangan Golo Mori berjalan sejalan dengan upaya konservasi serta memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat di Manggarai Barat.

Read also:  Menteri LH Siapkan Aturan Penanaman Air (Water Farming) untuk Atasi Tanah Ambles

General Manager ITDC The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto, menyatakan pihaknya berkomitmen mengembangkan kawasan tersebut dengan tetap menjaga kelestarian ekosistem.

“The Golo Mori dirancang sebagai destinasi yang selaras dengan alam, sehingga wisatawan tidak hanya menikmati keindahan, tetapi juga keanekaragaman hayatinya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan Golo Mori diharapkan dapat menarik segmen wisata minat khusus sekaligus mengurangi beban kunjungan di kawasan inti TN Komodo. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Indonesia Susun Instrumen Biodiversity Credit Sesuai Karakteristik Keanekaragaman Hayati Nasional

Ecobiz.asia - Pemerintah mulai menyusun instrumen biodiversity credit yang disesuaikan dengan karakteristik keanekaragaman hayati Indonesia sebagai negara megabiodiversitas, guna memperkuat perlindungan dan pemanfaatan sumber...

P3HKI Dorong Sertifikat Kepatuhan Ketenagakerjaan Jadi Syarat Merger dan Akuisisi

Ecobiz.asia – Penguatan kepatuhan ketenagakerjaan dinilai menjadi agenda penting dalam menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan di Indonesia. Salah satu langkah yang diusulkan adalah menjadikan...

AgResults Berikan Rp23 Miliar Kepada Pemenang Kompetisi Budidaya Perikanan Berkelanjutan

Ecobiz.asia - Sebanyak 17 pelaku usaha dan koperasi sektor perikanan menerima total insentif senilai Rp23 miliar melalui proyek AgResults Indonesia Aquaculture Challenge yang mendorong...

Budidayakan Gaharu di Hutan Adat, KTH Sadar Sendiri Papua Raih Penghargaan Kalpataru 2026

Ecobiz.asia - Dari hutan adat di Papua, Kelompok Tani Hutan (KTH) Sadar Sendiri membuktikan bahwa kearifan lokal mampu menjadi benteng pertahanan lingkungan sekaligus sumber...

Buka INVIROTECH 2026, Menteri Jumhur Tegaskan Aksi Iklim Tak Bisa Ditunda Lagi

Ecobiz.asia - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa krisis lingkungan dan perubahan iklim tidak lagi bisa dipandang...

TOP STORIES

Pertamina dan BRIN Luncurkan Alat Pengubah Sampah Plastik Jadi Solar di Bantul

Ecobiz.asia – Pertamina melalui Pertamina Foundation bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Pemerintah Kabupaten Bantul meluncurkan alat pirolisis multikondensor Gen 5.0 (Faspol...

CBG Jadi Solusi Transisi dari LNG, Manfaatkan 130 Juta M3 Limbah Sawit

Ecobiz.asia - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong pengembangan Compressed Biomethane Gas (CBG) berbasis limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill...

Tobat Ekologis, Suatu Pendekatan Ekoteologi

Oleh: Saiful Latief, M.Si (Pranata Humas Ahli Muda, Direktorat Inventarisasi GRK dan MPV, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan TKNEK, Kementerian Lingkungan Hidup) Ecobiz.asia -...

Indonesia Launches SIGN SMART Robust to Strengthen Transparency of National Carbon Emissions Data

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Environment/Environmental Control Agency (KLH/BPLH) has launched a new national greenhouse gas inventory platform called SIGN SMART Robust to improve...

KLH Luncurkan SIGN SMART Robust, Perkuat Transparansi Data Emisi Karbon Nasional

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meluncurkan Sistem Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional (SIGN SMART Robust) untuk memperkuat kualitas, transparansi, dan...