Ecobiz.asia — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan PT Geo Dipa Energi (Persero) mengembangkan teknologi wellhead modular sebagai solusi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) skala kecil yang lebih fleksibel dan cepat diimplementasikan.
Pengembangan ini diarahkan untuk menjawab keterbatasan teknologi PLTP konvensional yang membutuhkan investasi besar dan waktu pembangunan yang panjang.
Kepala Pusat Riset Teknologi Konversi Energi BRIN, Tata Sutardi, mengatakan teknologi ini memungkinkan pemanfaatan sumur panas bumi berkapasitas kecil.
“PLTP skala kecil ini dapat dimanfaatkan pada sumur berkapasitas kecil, sehingga mempercepat periode pengembalian investasi dan mempercepat ketersediaan listrik,” ujarnya dikutip dari laman BRIN, Minggu (12/4/2026).
Kerja sama antara BRIN dan Geo Dipa ditandai dengan penandatanganan perjanjian di Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie, Serpong, pada 7 April 2026.
Teknologi wellhead modular memungkinkan pembangkit dipasang langsung di kepala sumur, sehingga mengurangi kehilangan energi dan menekan kebutuhan infrastruktur.
Direktur Pengembangan Niaga dan Eksplorasi Geo Dipa Energi, Ilen Kardani, menyebut teknologi ini dapat diterapkan pada sumur dengan kapasitas 2 hingga 3 megawatt.
“Dengan kapasitas tersebut, listrik sudah dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat sekitar wilayah eksplorasi dan mempercepat titik impas investasi,” katanya.
BRIN juga mendorong pengembangan teknologi ini ke tahap industrialisasi untuk memperkuat hilirisasi dan industri komponen dalam negeri. Tata menilai potensi panas bumi Indonesia yang besar dapat dioptimalkan melalui penguatan kolaborasi riset dan industri.
Pengembangan wellhead modular didukung oleh pengalaman BRIN dalam mengembangkan teknologi panas bumi berbasis organic rankine cycle pada berbagai skala, serta pembangunan fasilitas percontohan PLTP di sejumlah lokasi di Indonesia. ***



