Pemilahan Sampah Jadi Penentu Keberhasilan Teknologi PSEL (Waste to Energy)

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, menegaskan bahwa pemilahan sampah dari sumber menjadi faktor kunci keberhasilan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy.

Hal tersebut disampaikan Diaz menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan sejumlah pemerintah kabupaten untuk percepatan pembangunan PSEL Padang Raya.

Menurut Diaz, kualitas sampah yang masuk ke fasilitas PSEL sangat menentukan kinerja teknologi, terutama pada sistem gasifikasi. Tingginya kadar air dalam sampah dinilai dapat mengganggu proses pengolahan bahkan berpotensi merusak mesin.

Read also:  Menteri LH Kebut PSEL Jawa Barat, Jawab Krisis Sampah untuk Jadi Energi

Ia menjelaskan, sampah dengan kadar air tinggi memerlukan proses pengeringan tambahan yang berdampak pada peningkatan biaya operasional. Selain itu, kondisi tersebut juga akan mengurangi volume sampah yang dapat diolah menjadi energi, sehingga produksi listrik menjadi tidak optimal.

Karena itu, Diaz menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Menurutnya, langkah sederhana tersebut memiliki dampak besar terhadap keberhasilan program pengolahan sampah nasional.

Read also:  Hari Bakti Rimbawan 2026, Kemenhut Perkuat Tata Kelola Hutan Transparan dan Profesional

“Jadi mohon kalau boleh, bersama kita memberikan edukasi baik untuk masyarakat pilah sampah, kedengarannya sangat sepele, tapi yang sepele bisa merusak prioritas Presiden dan merusak mimpi kita untuk bersih dari sampah,” katanya.

Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, pemerintah menargetkan sebesar 63% sampah terkelola pada tahun 20206 dan pada tahun 2029 mencapai 100%.

Read also:  Wamen LH Minta Pemudik Pilah Sampah Saat Mudik, Kurangi Beban TPA

Diaz juga mengingatkan bahwa penandatanganan PKS merupakan tahap awal dari proses panjang pembangunan PSEL. Ia memperkirakan proyek dapat berjalan paling cepat dalam tiga tahun, namun juga membuka kemungkinan memakan waktu lebih lama jika menghadapi kendala.

Pemerintah berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta partisipasi aktif masyarakat, dapat mempercepat realisasi PSEL sebagai solusi pengelolaan sampah perkotaan sekaligus sumber energi terbarukan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Satgas PKH Serahkan Rp11,42 Triliun dan Penguasaan Kembali Kawasan Hutan ke Negara

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyerahkan dana Rp11,42 triliun ke kas negara serta melaporkan penguasaan kembali ratusan ribu hektare kawasan...

Percepat PSEL, Menteri LH Ingatkan Pemda Tetap Wajib Kelola Sampah

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan pemerintah daerah memiliki kewajiban menjalankan pengelolaan sampah selama masa transisi...

BPDLH Gandeng Perusahaan Global, Perkuat Pembiayaan Petani Agroforestri

Ecobiz.asia – Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menggandeng perusahaan pemasok global dan offtaker untuk memperkuat pembiayaan sektor kehutanan berbasis agroforestri. Kolaborasi dilakukan dengan...

Menhut Serahkan 1.742 Hektare Izin Perhutanan Sosial ke Masyarakat Sulut

Ecobiz.asia — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyerahkan akses kelola hutan kepada 328 kepala keluarga (KK) di Sulawesi Utara melalui skema perhutanan sosial guna...

PSEL Banjarmasin Raya Kelola 535 Ton Sampah per Hari Menjadi Energi Listrik

Ecobiz.asia — Pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Banjarmasin Raya dengan kapasitas pengolahan mencapai 535 ton sampah per...

TOP STORIES

Satgas PKH Serahkan Rp11,42 Triliun dan Penguasaan Kembali Kawasan Hutan ke Negara

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyerahkan dana Rp11,42 triliun ke kas negara serta melaporkan penguasaan kembali ratusan ribu hektare kawasan...

Percepat PSEL, Menteri LH Ingatkan Pemda Tetap Wajib Kelola Sampah

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan pemerintah daerah memiliki kewajiban menjalankan pengelolaan sampah selama masa transisi...

PLN Nusantara Power, VOGO-ARSTROMA Explore Membrane-Based CCUS Development

Ecobiz.asia — PT PLN Nusantara Power has signed a memorandum of understanding (MoU) with VOGO-ARSTROMA to explore the development of carbon capture technology as...

BPDLH Gandeng Perusahaan Global, Perkuat Pembiayaan Petani Agroforestri

Ecobiz.asia – Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menggandeng perusahaan pemasok global dan offtaker untuk memperkuat pembiayaan sektor kehutanan berbasis agroforestri. Kolaborasi dilakukan dengan...

Situasi Global Bergejolak, Pemerintah Perlu Hitungan Presisi Jaga Ketahanan BBM

Ecobiz.asia -- Pemerintah perlu mengedepankan kehati-hatian dan perhitungan yang presisi dalam menetapkan kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, di tengah...