Menhut Serahkan 1.742 Hektare Izin Perhutanan Sosial ke Masyarakat Sulut

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyerahkan akses kelola hutan kepada 328 kepala keluarga (KK) di Sulawesi Utara melalui skema perhutanan sosial guna mendorong penguatan ekonomi hijau berbasis masyarakat.

Penyerahan dilakukan dalam kunjungan kerja di Mangrove Park Desa Darunu, dengan total 9 Surat Keputusan (SK) perhutanan sosial seluas sekitar 1.742 hektare yang tersebar di Kabupaten Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, dan Bolaang Mongondow.

“Ini bukan sekadar dokumen, tetapi bentuk kehadiran negara dalam memberikan kepastian hak kelola kepada masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan,” ujar Raja Juli Antoni, Kamis (9/4/2026).

Read also:  Karhutla, Kemenhut Kembali Sanksi Administratif Lima Perusahaan PBPH

Dengan penambahan tersebut, capaian perhutanan sosial di Sulawesi Utara mencapai 109 unit SK dengan luas total 21.612,08 hektare yang melibatkan 5.114 KK.

Menhut menegaskan perhutanan sosial harus menjadi instrumen transformasi ekonomi masyarakat, tidak hanya pada akses lahan, tetapi juga pengembangan usaha terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk produksi, pengolahan, pembiayaan, dan akses pasar.

Read also:  Kemenhut Blak-blakan Penegakan Hukum Karhutla, 31 Kasus Libatkan Perorangan hingga Korporasi

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penanaman mangrove secara simbolis seluas 0,5 hektare dengan 600 bibit jenis Rhizophora apiculata dan Avicennia marina sebagai bagian dari rehabilitasi ekosistem pesisir dan penguatan fungsi karbon biru.

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial, Catur Endah Prasetiani, menyebut capaian nasional perhutanan sosial telah mencapai 8,33 juta hektare melalui 11.190 unit SK yang memberikan manfaat kepada lebih dari 1,42 juta KK.

Read also:  Pemerintah Kebut PLTS 100 GW, Investasi Dibutuhkan Capai US$73 Miliar

Di Sulawesi Utara sendiri, telah terbentuk 110 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) yang didorong berkembang melalui penguatan hilirisasi dan klaster komoditas.

Kegiatan ini juga menampilkan praktik pengelolaan mangrove berbasis masyarakat di Desa Darunu yang telah dikembangkan menjadi ekowisata dan usaha hasil hutan bukan kayu, sebagai contoh integrasi antara konservasi dan peningkatan ekonomi masyarakat. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pemerintah Kebut PLTS 100 GW, Investasi Dibutuhkan Capai US$73 Miliar

Ecobiz.asia — Pemerintah mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) yang ditargetkan rampung dalam tiga tahun. Program tersebut diperkirakan membutuhkan...

Industri Tambang Kejar Ekspansi dan Hilirisasi, Kebutuhan Listrik Andal Ikut Melonjak

Ecobiz.asia — Kebutuhan energi industri pertambangan meningkat seiring ekspansi produksi dan hilirisasi, tetapi pelaku usaha menghadapi tantangan menjaga keandalan listrik sekaligus menekan emisi dari...

Elektrifikasi Industri Didorong untuk Pangkas Emisi dan Biaya Energi

Ecobiz.asia — Elektrifikasi mulai didorong sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan emisi industri berat yang masih banyak menggunakan bahan bakar...

Wamen LH: Profit Besar Tambang Harus Diikuti Tanggung Jawab Lingkungan

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono meminta industri pertambangan memperkuat dekarbonisasi seiring besarnya keuntungan yang diperoleh...

Menhut Raja Juli Kembali Cabut Izin Lima PBPH Terkait Karhutla, Sebut Perintah Prabowo

Ecobiz.asia — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kembali mencabut izin usaha lima perusahaan yang berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah sebagai...

TOP STORIES

Isometric Enters Avoided Deforestation. A New Protocol Takes Aim at Carbon Credit Integrity

Ecobiz.asia – Carbon credit certifier Isometric has expanded into avoided deforestation, introducing a new protocol designed to address concerns over the credibility of avoided...

Pemerintah Kebut PLTS 100 GW, Investasi Dibutuhkan Capai US$73 Miliar

Ecobiz.asia — Pemerintah mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) yang ditargetkan rampung dalam tiga tahun. Program tersebut diperkirakan membutuhkan...

Jababeka-Pertamina Kerja Sama Pengembangan Energi Hijau, Siapkan Biometana hingga Hidrogen

Ecobiz.asia — PT Jababeka Tbk (KIJA) dan PT Pertamina (Persero) memperluas kerja sama transisi energi di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, dengan menyiapkan pasokan dan...

Industri Tambang Kejar Ekspansi dan Hilirisasi, Kebutuhan Listrik Andal Ikut Melonjak

Ecobiz.asia — Kebutuhan energi industri pertambangan meningkat seiring ekspansi produksi dan hilirisasi, tetapi pelaku usaha menghadapi tantangan menjaga keandalan listrik sekaligus menekan emisi dari...

Elektrifikasi Industri Didorong untuk Pangkas Emisi dan Biaya Energi

Ecobiz.asia — Elektrifikasi mulai didorong sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan emisi industri berat yang masih banyak menggunakan bahan bakar...