Titik Panas Meningkat, Kemenhut Aktifkan Posko Pengendalian Karhutla di Kalbar

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengaktifkan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di Kalimantan Barat menyusul lonjakan titik panas dan meningkatnya kejadian kebakaran pasca Idulfitri 2026.

Langkah ini dilakukan sebagai respons atas peningkatan signifikan hotspot sepanjang Januari–Maret 2026 serta potensi fenomena El Niño yang diperkirakan memperparah risiko karhutla tahun ini.

Per 31 Maret 2026, tercatat sebanyak 7.883 titik panas di Kalbar, dengan total luas kebakaran yang berhasil ditangani mencapai 479,12 hektare. Area terdampak tersebar di sejumlah wilayah, terutama Kabupaten Kubu Raya, Sambas, Ketapang, Mempawah, dan Kota Singkawang.

Read also:  Kesepakatan PSEL Surabaya–Malang Resmi, Pemerintah Pacu Proyek Waste-to-Energy

Penguatan pengawasan dan aktivasi posko dilakukan oleh tim Kementerian Kehutanan bersama unit teknis di daerah sebagai bagian dari kesiapsiagaan terpadu, sekaligus menindaklanjuti penetapan status siaga darurat karhutla oleh pemerintah daerah.

Sebanyak 13 regu Manggala Agni atau setara 195 personel telah dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman dan pengendalian di lapangan.

Polhut Ahli Utama Kementerian Kehutanan, Sustyo Iriyono, menegaskan pengawasan menjadi kunci utama dalam pengendalian karhutla.

Read also:  Bahlil: Jika Pasokan Minyak Tak Aman, RI Akan Perbesar Biodiesel dari CPO

“Pengawasan bukan hanya soal pemadaman, tetapi memastikan deteksi dini dan respons cepat terhadap setiap potensi kebakaran,” ujarnya di Pontianak, Kamis (2/4/2026).

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan, Yudho S. Mustiko, menambahkan aktivasi posko bertujuan memperkuat sistem deteksi dini, meningkatkan kesiapsiagaan personel, serta mempercepat koordinasi lintas unit pelaksana teknis.

Posko pengendalian akan menjalankan sejumlah langkah strategis, antara lain peningkatan patroli terpadu di wilayah rawan, optimalisasi pemantauan hotspot, penguatan sistem pelaporan harian, serta peningkatan kesiapan peralatan dan personel.

Read also:  PERHAPI: Polemik Tambang dan Banjir Sumatera Harus Ditangani Berbasis Kajian Ilmiah

Selain itu, Kemenhut juga mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar, serta mendorong pelaporan dini jika ditemukan indikasi kebakaran.

Pemerintah berharap penguatan langkah preventif sejak awal musim kemarau ini mampu menekan luas kebakaran, sekaligus mencegah dampak asap lintas wilayah maupun lintas negara. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kemenhut dan Satgas PKH Garuda Tertibkan Sawit Ilegal, Pulihkan Mangrove di SM Karang Gading

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Garuda memulai penertiban kawasan hutan di Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur...

IEEFA: Konversi PLTD ke PLTS Bisa Hemat Hingga US$4 Miliar per Tahun

Ecobiz.asia — Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) menilai percepatan konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) ke pembangkit listrik tenaga surya (PLTS)...

Sempat Buron, WNA Rusia Penyelundup 202 Reptil ke Dubai Kini Dilimpahkan ke Jaksa

Ecobiz.asia — Warga negara Rusia berinisial OS (46) yang sempat buron dalam kasus penyelundupan 202 reptil ke Dubai resmi dilimpahkan ke jaksa untuk proses...

RI–Korea Sepakati Kerja Sama Energi Bersih hingga CCS, Antisipasi Risiko Krisis Energi Global

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan menandatangani tiga kesepakatan strategis di sektor energi dan mineral, termasuk pengembangan penangkapan karbon (CCS) dan mineral kritis,...

Pertemuan Bilateral Prabowo dan PM Jepang, Bahas Mineral Kritis Hingga Pengembangan Energi Nuklir

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menegaskan komitmen memperdalam kerja sama strategis di sektor energi, mineral kritis, hingga industrialisasi...

TOP STORIES

Kemenhut dan Satgas PKH Garuda Tertibkan Sawit Ilegal, Pulihkan Mangrove di SM Karang Gading

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Garuda memulai penertiban kawasan hutan di Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur...

Pertamina NRE dan US Grains & BioProducts Council Perkuat Kolaborasi Knowledge Exchange Pengembangan Bioetanol

Ecobiz.asia -- Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan US Grains & BioProducts Council (USGBC) pada Jumat,...

Pertamina–POSCO Perkuat Akselerasi Teknologi Rendah Karbon, Jajaki CCS hingga Hidrogen Biru

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) menjajaki kerja sama pengembangan teknologi rendah karbon dengan POSCO International Corporation, mencakup carbon capture hingga hidrogen biru sebagai bagian...

Pertamina NRE, US Grains Council Partner on Bioethanol Development Through Knowledge Exchange

Ecobiz.asia — PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) has signed a memorandum of understanding (MoU) with the US Grains & BioProducts Council...

Pertamina Drilling Raih Tiga Penghargaan IADC Asia Tenggara, Bukti Komitmen Keselamatan Kerja

Ecobiz.asia — PT Pertamina Drilling Services Indonesia meraih tiga penghargaan dari International Association of Drilling Contractors (IADC) Southeast Asia Chapter sebagai pengakuan atas kinerja...