PLN Indonesia Power Manfaatkan 1,94 Juta Ton FABA Sepanjang 2025

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PLN Indonesia Power mencatat pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) mencapai 1,94 juta ton sepanjang 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat praktik bisnis berkelanjutan dan ekonomi sirkular.

FABA merupakan sisa hasil pembakaran batubara dari proses pembangkitan listrik yang kini dikelola menjadi material bernilai guna, khususnya untuk sektor konstruksi dan infrastruktur.

Pemanfaatan terbesar FABA digunakan sebagai bahan timbunan atau subgrade sebesar 662.891 ton, diikuti substitusi bahan baku semen sebesar 593.592 ton, serta untuk pencegahan air asam tambang sekitar 251.406 ton. Selain itu, material ini juga dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan konstruksi seperti paving, beton non-struktur, roadbase, batako, hingga mortar perekat.

Read also:  Semester I 2026, Bisnis Rendah Karbon Pertamina Tembus 101% Target

Tak hanya itu, FABA juga digunakan untuk produk turunan seperti beton ready mix, jalan beton, beton pracetak, hingga material bangunan seperti genteng dan kansteen. Dalam skala tertentu, FABA turut dimanfaatkan sebagai bahan pupuk.

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, mengatakan bahwa pengelolaan FABA menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendorong ekonomi sirkular sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

Read also:  Dari Hidrogen Hijau hingga PLTGU, PLN NP Bekali Calon Pemimpin dengan Perspektif Transisi Energi

“Pengelolaan FABA merupakan bentuk tanggung jawab kami agar proses pembangkitan listrik tidak hanya menghasilkan energi yang andal, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, optimalisasi pemanfaatan FABA juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi sumber daya serta memperluas kolaborasi dengan sektor industri.

PLN Indonesia Power memastikan pengelolaan FABA dilakukan secara terintegrasi dan sesuai regulasi, sehingga setiap tahapan pemanfaatannya berjalan aman dan bertanggung jawab.

Read also:  Pertamina Uji Teknologi PertaPURE, Bidik Pemanfaatan Kembali Air Terproduksi pada Operasi Migas

Dengan capaian pemanfaatan mendekati 2 juta ton pada 2025, perusahaan menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai pelaku industri pembangkitan yang berorientasi pada keberlanjutan dan penciptaan nilai tambah.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Komitmen Iklim Indonesia Dinilai Lemah Lindungi Kesehatan, Polusi Udara Disorot

Ecobiz.asia – Komitmen iklim Indonesia dinilai belum memadai dalam melindungi kesehatan masyarakat, terutama karena lemahnya pendanaan, pemantauan, dan pengendalian polusi udara. Dalam Healthy NDC...

Pertamina Uji Teknologi PertaPURE, Bidik Pemanfaatan Kembali Air Terproduksi pada Operasi Migas

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguji teknologi PertaPURE untuk mengolah air terproduksi (produced water) dari kegiatan produksi...

PHR Perkuat Budaya Inovasi melalui CIIF 2026, Cetak Added Value Creation Rp3,73 Triliun

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatat nilai tambah (added value creation) Rp3,73 triliun dari berbagai inovasi dan program perbaikan operasional yang dikembangkan...

ANTAM Catat Efisiensi Energi, Andalkan PLTS untuk Tekan Pemakaian BBM

Ecobiz.asia — PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatat penurunan konsumsi energi sebesar 59% menjadi 4,46 juta gigajoule (GJ) pada semester I 2026. Perseroan juga...

PLN Akan Luncurkan T-REC, Mudahkan Pelanggan Pantau Konsumsi Listrik Hijau Secara Rinci

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) akan meluncurkan peluncuran Time-based Renewable Energy Certificate (T-REC) pada 2028 yang memungkinkan pelanggan memantau penggunaan listrik hijau secara lebih...

TOP STORIES

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...