Geopolitik Global Penuh Dinamika, RI-Jepang Percepat Transisi Energi dan Proyek Masela

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia menempatkan percepatan proyek Blok Masela dan investasi transisi energi sebagai prioritas utama dalam pembahasan dengan Jepang guna memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, dirinya mendapat penugasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengakselerasi dua agenda strategis tersebut.

“Pertama memastikan percepatan investasi transisi energi, yang kedua menyangkut proyek Blok Masela,” ujar Bahlil disela mendampingi kunjungan kenegaraan Presiden ke Jepang, di Tokyo, Senin (30/3/2026).

Read also:  Kemenhut Laporkan Penurunan Hotspot Nasional 56 Persen, Pastikan Pengendalian Karhutla Diperkuat

Menurutnya, proyek Blok Masela yang telah lama tertunda kini menunjukkan kemajuan signifikan setelah serangkaian pembahasan intensif sepanjang 2025.

Pemerintah telah menyepakati skema pengembangan awal senilai sekitar US$20,9 miliar atau lebih dari Rp300 triliun, dengan potensi peningkatan investasi seiring penerapan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS).

Pemerintah menargetkan proyek tersebut segera masuk tahap implementasi, termasuk penyelesaian Front-End Engineering and Design (FEED) serta pelaksanaan tender Engineering, Procurement, and Construction (EPC) pada 2026.

Read also:  Gerakan Jemaat Jaga Bumi, KLH Dorong HKBP Perkuat Pilah Sampah Menuju Gereja Hijau

“Kita minta dipercepat. Tahun ini FEED selesai dan tender EPC bisa dilakukan,” tegasnya.

Bahlil menambahkan, percepatan proyek Masela akan memberikan dampak besar terhadap ketahanan energi nasional. Proyek ini merupakan salah satu proyek gas raksasa yang diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di pasar gas global sekaligus mendukung kebutuhan domestik.

Selain sektor migas, pemerintah juga terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan sebagai bagian dari strategi transisi energi. Pemanfaatan sumber energi seperti panas bumi, tenaga air, surya, dan angin akan diakselerasi selama didukung teknologi yang efisien dan kompetitif.

Read also:  Kontroversi PLTP Panas Bumi Gunung Ungaran, ESDM: Pengembangan Bertahap Berbasis Kajian

“Selama teknologinya efisien, kita akan dorong semua sumber energi tersebut,” kata Bahlil.

Pemerintah juga memastikan koordinasi lintas kementerian terus diperkuat untuk menjaga kepastian investasi dan kelancaran proyek strategis nasional, termasuk dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik global. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Hotspot Kalbar Turun Tajam hingga 71%, Kemenhut Terus Perkuat Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat turun tajam dalam sehari, dari 134 menjadi 39 titik high confidence. Meski demikian,...

Kemenhut Upayakan Pemulangan Lima Bayi Orangutan dari India, Lakukan Cek DNA

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkoordinasi dengan otoritas India untuk memastikan penanganan dan mengupayakan pemulangan lima bayi orangutan yang ditemukan di kawasan hutan Distrik...

Pantauan Kemenhut: Kalsel Nihil Hotspot, Pengendalian Karhutla di Kalbar-Kalteng Diperkuat

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah setelah pemantauan terbaru menunjukkan kedua provinsi...

Pemerintah Siapkan Panduan ESG untuk Perkuat Daya Saing Industri Mineral Kritis

Ecobiz.asia -- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan World Resources Institute (WRI) Indonesia menindaklanjuti hasil...

Karhutla, Kemenhut Kembali Sanksi Administratif Lima Perusahaan PBPH

Ecobiz.asia - – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali menjatuhkan sanksi administratif kepada lima perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Kalimantan Barat setelah ditemukan...

TOP STORIES

INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut...

Karhutla Dekati Sumur ML-12, Pertamina EP Lirik Kerahkan Fire Brigade

Ecobiz.asia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mendekati fasilitas operasi Sumur ML-12 milik...

BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Ecobiz.asia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat portofolio pembiayaan yang terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun hingga akhir triwulan...

Hotspot Kalbar Turun Tajam hingga 71%, Kemenhut Terus Perkuat Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat turun tajam dalam sehari, dari 134 menjadi 39 titik high confidence. Meski demikian,...

Kemenhut Upayakan Pemulangan Lima Bayi Orangutan dari India, Lakukan Cek DNA

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkoordinasi dengan otoritas India untuk memastikan penanganan dan mengupayakan pemulangan lima bayi orangutan yang ditemukan di kawasan hutan Distrik...