Perluas Akses Masyarakat Kelola Hutan, Menhut Serahkan SK Perhutanan Sosial di NTB

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan menyerahkan enam Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial kepada kelompok masyarakat di Nusa Tenggara Barat, memberikan akses kelola kawasan hutan seluas sekitar 560,57 hektare kepada 411 kepala keluarga di Lombok Timur dan Lombok Barat.

Surat keputusan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses kelola hutan bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

“Perhutanan Sosial merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang juga dikaitkan dengan ketahanan pangan. Kami berharap masyarakat dapat memaksimalkan pemanfaatan kawasan hutan yang telah diberikan hak kelolanya,” ujar Raja Juli Antoni, Sabtu (7/3/2026).

Read also:  Gakkum Kehutanan Ungkap Perdagangan Sisik Trenggiling di Sintang, Barang Bukti 1,38 Kg Diamankan

Menurutnya, program perhutanan sosial akan diarahkan lebih tepat sasaran untuk mendorong pengentasan kemiskinan di wilayah sekitar hutan. Kementerian Kehutanan berencana memadankan data potensi perhutanan sosial dengan data kemiskinan nasional.

“Saya sudah meminta agar dilakukan overlay data kemiskinan dari Kementerian Sosial dengan potensi perhutanan sosial sehingga program ini benar-benar menjadi pengungkit ekonomi masyarakat,” katanya.

Enam kelompok penerima SK tersebut meliputi Lembaga Desa Lembah Sempage di Lombok Barat seluas sekitar 87 hektare untuk 222 KK; Kelompok Tani Hutan Bun Puja di Lombok Timur seluas 143 hektare untuk 115 KK; Pokdarwis Gili Sulang di Lombok Timur seluas 278 hektare untuk 21 KK; Kelompok Wisata Alam Segul di Lombok Timur seluas 1,87 hektare untuk 16 KK; serta dua unit Kelompok Wisata Alam Gunung Anak Dara di Lombok Timur dengan luas masing-masing sekitar 26 hektare untuk 15 KK dan 24,7 hektare untuk 22 KK.

Read also:  Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2026, Rehabilitasi Mangrove Jadi Investasi Jangka Panjang

Kelompok masyarakat tersebut mengembangkan berbagai usaha berbasis hutan, antara lain budidaya madu trigona, agroforestri tanaman pangan dan buah, serta pengembangan wisata alam.

Secara nasional, program perhutanan sosial terus berkembang. Berdasarkan data sistem Kementerian Kehutanan per 7 Maret 2026, akses kelola kawasan hutan melalui program ini telah mencapai sekitar 8,33 juta hektare melalui lebih dari 11.190 SK, dengan sekitar 1,42 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kemenhut–ICRAF Perbarui Kerja Sama, Dorong Implementasi Agroforestri

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan Republik Indonesia memperbarui kerja sama strategis dengan International Centre for Research in Agroforestry untuk mendorong implementasi agroforestri dalam pengelolaan hutan...

Gakkum Kehutanan Ungkap Perdagangan Sisik Trenggiling di Sintang, Barang Bukti 1,38 Kg Diamankan

Ecobiz.asia – Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Kalimantan berhasil mengungkap kasus perdagangan ilegal bagian satwa dilindungi berupa sisik Trenggiling di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Dalam operasi...

Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2026, Rehabilitasi Mangrove Jadi Investasi Jangka Panjang

Ecobiz.asia — Rehabilitasi mangrove menjadi investasi jangka panjang untuk perlindungan wilayah pesisir sekaligus penguatan ekonomi masyarakat. Demikian ditegaskan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya...

Pertemuan APEC-EGILAT, Indonesia Tegaskan Penguatan SVLK dan Penegakan Hukum untuk Berantas Pembalakan Liar

Ecobiz.asia — Indonesia menegaskan komitmen memperkuat tata kelola perdagangan produk kehutanan legal melalui optimalisasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dan penguatan penegakan hukum pada...

TFCCA Salurkan Hibah 35 Juta Dolar AS, Dorong Konservasi Terumbu Karang Berbasis Masyarakat

Ecobiz.asia — Program Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA) Siklus Pertama resmi digulirkan secara nasional, menandai dimulainya pelaksanaan hibah konservasi terumbu karang...

TOP STORIES

Over 165 Projects Shift From CDM to Paris Agreement Carbon Market: UN Climate Change

Ecobiz.asia — More than 165 projects approved by host countries are currently transitioning from the Clean Development Mechanism (CDM) to the carbon credit mechanism...

Dari Energi hingga Limbah, Lebih dari 165 Proyek Siap Masuk Mekanisme Kredit Karbon Paris Agreement

Ecobiz.asia — Lebih dari 165 proyek yang telah disetujui negara tuan rumah sedang dalam proses transisi dari mekanisme Clean Development Mechanism (CDM) menuju mekanisme...

Danantara Names Two Chinese Firms to Operate Waste-to-Energy Plants in Indonesia

Ecobiz.asia — Danantara Indonesia has appointed two international companies to operate waste-to-energy power plants in Bekasi and Denpasar as part of efforts to strengthen...

Danantara Resmi Tunjuk 2 Perusahaan China Jadi Operator Pembangkit Listrik Sampah, Wajib Lakukan Ini

Ecobiz.asia — Danantara Indonesia menunjuk dua perusahaan internasional sebagai operator proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste-to-energy di Bekasi dan Denpasar sebagai...

Indonesia Assures Japanese Buyers Wood Pellet Production Meets Sustainable Forestry Standards

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Forestry has assured Japanese energy companies that wood pellet production in the country is carried out in line with...