Kemenhut Alokasikan 920 Ribu Hektare Hutan Produksi untuk Agroforestri Pangan dan Energi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengalokasikan sekitar 920.000 hektare kawasan hutan produksi untuk dikelola dengan pola agroforestri guna mendukung program ketahanan pangan dan energi nasional.

Areal tersebut merupakan bagian dari 2,5 juta hektare kawasan hutan yang telah dimasukkan dalam Peta Arahan Pemanfaatan Hutan bagi pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).

“Dari 2,5 juta hektare area yang kita alokasikan dalam Peta Arahan untuk PBPH, sekitar 430 ribu hektare diarahkan untuk agroforestri yang mendukung ketahanan pangan, sementara sekitar 490 ribu hektare untuk energi,” ujar Direktur Bina Rencana Pemanfaatan Hutan Kemenhut C Hendro Widjanarko dalam Temu Wicara Agroforestri Indonesia di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Read also:  Perburuan Rusa Timor Ancam Situs Warisan Dunia Taman Nasional Komodo

Menurutnya, kawasan yang diprioritaskan untuk agroforestri adalah area hutan produksi dengan tutupan lahan tidak berhutan sehingga sekaligus berfungsi sebagai upaya pemulihan ekosistem.

Ia menjelaskan, kebijakan pengelolaan hutan produksi yang dijalankan pemerintah mengedepankan pendekatan adaptif, inklusif, dan produktif dengan tetap menjaga keseimbangan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi.

Selain melalui perencanaan ruang, implementasi agroforestri juga didorong melalui skema multiusaha kehutanan, yang memungkinkan pemanfaatan kawasan hutan untuk berbagai kegiatan ekonomi berbasis ekosistem, mulai dari hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu, jasa lingkungan, hingga perdagangan karbon.

Read also:  Bangun 100 GW Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Prabowo Bakal Tutup 13 PLTD

“Ke depan, kami berharap agroforestri menjadi salah satu jalur utama dalam skema multiusaha kehutanan, terutama melalui pemanfaatan kawasan,” kata Hendro.

Untuk mempercepat implementasi di tingkat tapak, Kemenhut juga membangun 117 demplot agroforestri di berbagai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

Demplot tersebut berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan percontohan bagi pengelola hutan, perusahaan PBPH, maupun masyarakat dalam mengembangkan model agroforestri yang produktif.

Hendro menilai pendekatan agroforestri dapat meningkatkan nilai ekonomi kawasan hutan dibandingkan sistem monokultur. Berdasarkan sejumlah studi, nilai ekonomi lahan hutan dengan pola tanaman tunggal seperti jati atau sengon hanya sekitar Rp400 per meter persegi per tahun, jauh di bawah komoditas perkebunan seperti sawit.

Read also:  Pemerintah Percepat PSEL Pekanbaru Raya untuk Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

“Melalui agroforestri, ada skema yang secara ekonomi bisa lebih tinggi dari sawit. Ini yang sedang kita dorong agar kehutanan juga bisa berkontribusi pada ketahanan pangan dan energi nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan agroforestri juga sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air melalui pemanfaatan kawasan hutan secara berkelanjutan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Target Dedieselisasi Dinilai Perlu Diperluas ke PLTU, PLTG

Ecobiz.asia — Rencana pemerintah mengganti 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dinilai perlu diperluas dengan menghentikan pembangunan pembangkit...

Usai Dilantik Jadi Menteri LH, Jumhur Hidayat Siap Benahi Isu Pengelolaan Sampah

Ecobiz.asia - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup di Istana Negara, Jakarta, pada Senin...

Kurangi Ketergantungan Impor LPG, Pemerintah Kaji Pemanfaatan CNG Nasional

Ecobiz.asia — Pemerintah mengkaji pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif energi domestik untuk mengurangi ketergantungan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan memperkuat kemandirian...

ESDM Mulai Uji Biodiesel B50 di Kereta Api, Persiapan Implementasi Nasional

Ecobiz.asia — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai menguji implementasi biodiesel B50 di sektor perkeretaapian sebagai bagian dari persiapan penerapan...

Presiden Prabowo Lantik Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH, Hanif Faisol Wakil Menko Pangan

Ecobiz.asia - Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Kabinet Merah Putih dalam sisa...

TOP STORIES

Survei: Progres Energi Terbarukan Indonesia Stagnan Meski Permintaan Industri Tinggi

Ecobiz.asia — Survei terbaru yang dilakukan Petromindo Survey menunjukkan meningkatnya kekhawatiran pelaku industri terhadap lambatnya perkembangan energi terbarukan di Indonesia, meski permintaan dan ekspektasi...

Survey Finds Indonesia’s Renewable Energy Progress Stagnant Despite Strong Industry Demand

Ecobiz.asia — A recent survey conducted by Petromindo Survey highlights growing industry concern over the slow pace of renewable energy development in Indonesia, despite...

Target Dedieselisasi Dinilai Perlu Diperluas ke PLTU, PLTG

Ecobiz.asia — Rencana pemerintah mengganti 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dinilai perlu diperluas dengan menghentikan pembangunan pembangkit...

Usai Dilantik Jadi Menteri LH, Jumhur Hidayat Siap Benahi Isu Pengelolaan Sampah

Ecobiz.asia - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup di Istana Negara, Jakarta, pada Senin...

Kurangi Ketergantungan Impor LPG, Pemerintah Kaji Pemanfaatan CNG Nasional

Ecobiz.asia — Pemerintah mengkaji pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif energi domestik untuk mengurangi ketergantungan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan memperkuat kemandirian...