Kelola Sampah Plastik Laut, Pemkab Berau dan WWF Indonesia Operasikan TPS3R RUPIAH di Pulau Derawan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah Kabupaten Berau bersama WWF Indonesia mengoperasikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) RUPIAH (Rumah Pilah Sampah) di Pulau Derawan sebagai upaya mengelola sampah plastik laut yang meningkat akibat aktivitas pariwisata.

TPS3R RUPIAH dibangun untuk menangani sampah anorganik dari hotel, penginapan, dan rumah tangga di kawasan wisata. Operasional fasilitas ini diharapkan mampu menekan timbulan sampah plastik yang berpotensi mencemari laut dan mengganggu ekosistem pesisir Derawan.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan pembangunan TPS3R RUPIAH menjadi langkah penting dalam menjaga kebersihan pulau-pulau kecil yang menjadi destinasi wisata unggulan daerah.

“TPS3R ini diharapkan tidak hanya mengatasi persoalan sampah, tetapi juga bernilai ekonomi dan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat,” katanya saat persemisn TPS3R RUPIAH, Rabu (11/2/2026).

Read also:  KLH Bangun Ekosistem Pengelolaan Limbah Baterai Mobil Listrik, Timbulan Diproyeksi Memuncak 2040

Sementara itu, Pjs Direktur Program Kelautan dan Perikanan Yayasan WWF Indonesia, Candhika Yusuf, menjelaskan TPS3R RUPIAH merupakan hasil kolaborasi WWF-Indonesia dengan WWF Network serta mitra korporasi untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan di pulau-pulau kecil.

“Inisiatif ini diharapkan menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain dalam mengelola sampah di kawasan wisata pesisir,” ujarnya.

Pada puncak musim liburan, aktivitas pariwisata di Pulau Derawan dapat menghasilkan lebih dari 46 ton sampah non-rumah tangga per hari, termasuk dari hotel dan penginapan.

Read also:  Tren Hotspot Menurun, Menhut Minta Tetap Waspada Karhutla

Sementara itu, data Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) 2022 mencatat sampah plastik yang mencemari laut Indonesia mencapai 398.000 ton.

Pembangunan TPS3R RUPIAH dimulai sejak September 2025 dan direncanakan segera beroperasi setelah diresmikan. Fasilitas ini dilengkapi ruang pengelolaan sampah, gudang peralatan, serta kantor tim operasional. TPS3R tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengolahan sampah, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan keberlanjutan pariwisata Pulau Derawan.

Ketua Tim Pengelola TPS3R RUPIAH, Heryuni, mengatakan keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat menjadi solusi atas persoalan sampah yang kerap meningkat saat kunjungan wisatawan melonjak.

Read also:  Presiden Prabowo Pantau Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan, Perkuat Operasi Pemadaman

“Dengan adanya TPS3R ini, kami siap mulai mengelola sampah bersama masyarakat agar Pulau Derawan tetap bersih,” ujarnya.

Sebanyak 10 orang ditunjuk sebagai tim pengelola TPS3R dan telah dibekali pelatihan dasar pengelolaan sampah, keselamatan kerja, serta tata kelola operasional. Selain itu, 10 local champion dari tiap RT dilibatkan untuk mendorong pemilahan sampah dari sumber di tingkat rumah tangga.

Senada, Kepala Kampung Pulau Derawan Indra Mahardika menyatakan TPS3R RUPIAH akan segera dioperasikan dan dikelola secara kolaboratif oleh masyarakat dan pemerintah setempat. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Hotspot Kalbar Turun Tajam hingga 71%, Kemenhut Terus Perkuat Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat turun tajam dalam sehari, dari 134 menjadi 39 titik high confidence. Meski demikian,...

Kemenhut Upayakan Pemulangan Lima Bayi Orangutan dari India, Lakukan Cek DNA

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkoordinasi dengan otoritas India untuk memastikan penanganan dan mengupayakan pemulangan lima bayi orangutan yang ditemukan di kawasan hutan Distrik...

Pantauan Kemenhut: Kalsel Nihil Hotspot, Pengendalian Karhutla di Kalbar-Kalteng Diperkuat

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah setelah pemantauan terbaru menunjukkan kedua provinsi...

Pemerintah Siapkan Panduan ESG untuk Perkuat Daya Saing Industri Mineral Kritis

Ecobiz.asia -- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan World Resources Institute (WRI) Indonesia menindaklanjuti hasil...

Karhutla, Kemenhut Kembali Sanksi Administratif Lima Perusahaan PBPH

Ecobiz.asia - – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali menjatuhkan sanksi administratif kepada lima perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Kalimantan Barat setelah ditemukan...

TOP STORIES

BRI Kucurkan Pembiayaan Sosial dan Lingkungan Rp842,1 Triliun, 58% dari Total Kredit

Ecobiz.asia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat portofolio pembiayaan yang terkait aspek sosial dan lingkungan mencapai Rp842,1 triliun hingga akhir triwulan...

Hotspot Kalbar Turun Tajam hingga 71%, Kemenhut Terus Perkuat Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia – Hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat turun tajam dalam sehari, dari 134 menjadi 39 titik high confidence. Meski demikian,...

Kemenhut Upayakan Pemulangan Lima Bayi Orangutan dari India, Lakukan Cek DNA

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkoordinasi dengan otoritas India untuk memastikan penanganan dan mengupayakan pemulangan lima bayi orangutan yang ditemukan di kawasan hutan Distrik...

Metalogika Plans 20 MW Thin-Film Solar Factory in Indonesia With Midsummer Technology

Ecobiz.asia — Indonesian technology company PT Metalogika Rekayasa Sistem plans to establish a thin-film flexible solar panel manufacturing facility in Indonesia with an initial...

Chandra Asri Raises S&P Global CSA Score to 66, Citing Stronger ESG Transparency

Ecobiz.asia - PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) raised its score in the 2026 S&P Global Corporate Sustainability Assessment (CSA) to 66...