Kelola Sampah Plastik Laut, Pemkab Berau dan WWF Indonesia Operasikan TPS3R RUPIAH di Pulau Derawan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah Kabupaten Berau bersama WWF Indonesia mengoperasikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) RUPIAH (Rumah Pilah Sampah) di Pulau Derawan sebagai upaya mengelola sampah plastik laut yang meningkat akibat aktivitas pariwisata.

TPS3R RUPIAH dibangun untuk menangani sampah anorganik dari hotel, penginapan, dan rumah tangga di kawasan wisata. Operasional fasilitas ini diharapkan mampu menekan timbulan sampah plastik yang berpotensi mencemari laut dan mengganggu ekosistem pesisir Derawan.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan pembangunan TPS3R RUPIAH menjadi langkah penting dalam menjaga kebersihan pulau-pulau kecil yang menjadi destinasi wisata unggulan daerah.

“TPS3R ini diharapkan tidak hanya mengatasi persoalan sampah, tetapi juga bernilai ekonomi dan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat,” katanya saat persemisn TPS3R RUPIAH, Rabu (11/2/2026).

Read also:  PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Sementara itu, Pjs Direktur Program Kelautan dan Perikanan Yayasan WWF Indonesia, Candhika Yusuf, menjelaskan TPS3R RUPIAH merupakan hasil kolaborasi WWF-Indonesia dengan WWF Network serta mitra korporasi untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan di pulau-pulau kecil.

“Inisiatif ini diharapkan menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain dalam mengelola sampah di kawasan wisata pesisir,” ujarnya.

Pada puncak musim liburan, aktivitas pariwisata di Pulau Derawan dapat menghasilkan lebih dari 46 ton sampah non-rumah tangga per hari, termasuk dari hotel dan penginapan.

Read also:  Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Usaha Diperlukan untuk Cegah Karhutla

Sementara itu, data Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) 2022 mencatat sampah plastik yang mencemari laut Indonesia mencapai 398.000 ton.

Pembangunan TPS3R RUPIAH dimulai sejak September 2025 dan direncanakan segera beroperasi setelah diresmikan. Fasilitas ini dilengkapi ruang pengelolaan sampah, gudang peralatan, serta kantor tim operasional. TPS3R tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengolahan sampah, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan keberlanjutan pariwisata Pulau Derawan.

Ketua Tim Pengelola TPS3R RUPIAH, Heryuni, mengatakan keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat menjadi solusi atas persoalan sampah yang kerap meningkat saat kunjungan wisatawan melonjak.

Read also:  RUU Pengendalian Perubahan Iklim Berkeadilan Dibawa ke COP31

“Dengan adanya TPS3R ini, kami siap mulai mengelola sampah bersama masyarakat agar Pulau Derawan tetap bersih,” ujarnya.

Sebanyak 10 orang ditunjuk sebagai tim pengelola TPS3R dan telah dibekali pelatihan dasar pengelolaan sampah, keselamatan kerja, serta tata kelola operasional. Selain itu, 10 local champion dari tiap RT dilibatkan untuk mendorong pemilahan sampah dari sumber di tingkat rumah tangga.

Senada, Kepala Kampung Pulau Derawan Indra Mahardika menyatakan TPS3R RUPIAH akan segera dioperasikan dan dikelola secara kolaboratif oleh masyarakat dan pemerintah setempat. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

ESDM Bongkar Dugaan Tambang di Kebun Sawit, Sejumlah Perusahaan Asing Didalami

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memeriksa sejumlah kebun kelapa sawit yang diduga menjalankan kegiatan pertambangan di luar izin usaha....

Hotspot Turun 1.019 Titik, Operasi Karhutla dan Perlindungan Satwa Terus Diperkuat

Ecobiz.asia — Jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia turun 1.019 titik dalam sehari menjadi 317 titik pada Sabtu (24/10/2026). Meski penurunan...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...

Kemenhut Tanggapi Kritik Greenpeace Soal Karhutla, Beberkan Operasi Pemadaman hingga Sanksi ke Perusahaan

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menanggapi kritik Greenpeace Indonesia dengan menegaskan bahwa anggapan pemerintah tidak bertindak dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak...

TOP STORIES

ESDM Bongkar Dugaan Tambang di Kebun Sawit, Sejumlah Perusahaan Asing Didalami

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memeriksa sejumlah kebun kelapa sawit yang diduga menjalankan kegiatan pertambangan di luar izin usaha....

PDC Bersama Pertamina dan PHE Kembangkan Teknologi Geokimia untuk Eksplorasi Hidrogen Alami, Seperti Apa?

Ecobiz.asia — PT Patra Drilling Contractor (PDC), PT Pertamina (Persero), dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengembangkan teknologi geokimia untuk mendukung eksplorasi hidrogen alami...

Tarif, Infrastruktur, Insentif Jadi Kendala Investasi Panas Bumi

Ecobiz.asia -- Keekonomian proyek, keterbatasan infrastruktur pendukung, dan minimnya insentif fiskal masih menjadi tiga tantangan utama investasi panas bumi di Indonesia, meskipun sumber energi...

PT Timah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi, Penggunaan PLTS dan EV Jadi Prioritas

Ecobiz.asia — PT Timah Tbk tengah menyusun peta jalan dekarbonisasi untuk mendukung target emisi nol bersih (net zero emission). Perusahaan menghadapi tantangan dalam mengganti...

Hotspot Turun 1.019 Titik, Operasi Karhutla dan Perlindungan Satwa Terus Diperkuat

Ecobiz.asia — Jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia turun 1.019 titik dalam sehari menjadi 317 titik pada Sabtu (24/10/2026). Meski penurunan...