Indonesia, UK Push Post-COP30 Climate Action, Focus on Finance and Resilience

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Indonesia and Britain agreed to step up climate cooperation to accelerate post-COP30 action, with a focus on climate finance, national resilience and nature-based solutions, Indonesian officials said on Friday.

The commitment was underscored during a bilateral meeting in London between Indonesia’s Environment Minister, Hanif Faisol Nurofiq, and the UK’s Special Representative for Climate, Rachel Kyte on Friday (Jan. 22, 2026).

Hanif said outcomes from the COP30 climate summit in Belém, Brazil, fell short of the urgency required to address the escalating climate crisis, particularly in mobilising finance for adaptation and loss and damage.

Read also:  Bekasi Darurat Sampah, Menteri LH Minta Warga Kelola Sampah Mulai dari Rumah

“From our perspective, collective progress at COP30 has not matched the scale of the climate emergency. Much more concrete action is needed, especially on climate finance and operational guidance for implementation,” Hanif said.

He said Indonesia, as a climate-vulnerable developing country, was already facing severe impacts, citing recent floods and landslides in parts of Sumatra.

“Flooding and landslides in Aceh, North Sumatra and West Sumatra have killed more than 1,000 people, displaced hundreds of thousands and caused significant economic losses. This highlights the urgency of strengthening climate risk analysis, early warning systems and preparedness,” he said.

Read also:  Menhut Luncurkan Reforestasi Taman Nasional Tesso Nilo, Target Luas 66.704 Ha

Data from Indonesia’s National Disaster Mitigation Agency (BNPB) showed total losses from the disasters exceeded $3.1 billion.

Indonesia also stressed the importance of nature-based solutions as a core component of its climate adaptation and mitigation strategy.

“Nature-based solutions deliver multiple benefits for adaptation, mitigation, biodiversity and community resilience, but their implementation requires strong technical capacity, robust data and high-integrity financing mechanisms,” Hanif said.

Read also:  Pulihkan Habitat Gajah di Lanskap Seblat, Kemenhut Gelar Operasi Gabungan Merah Putih

Both countries agreed to use the UK–Indonesia Strategic Partnership as a framework for further technical cooperation, including on high-integrity carbon systems, early warning systems, high-resolution spatial data and rapid assessment tools for landscape resilience.

The meeting reaffirmed Indonesia’s and Britain’s commitment to maintaining an active role in global climate leadership while aligning international climate agendas with national resilience priorities and the protection of vulnerable communities. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Dua Perusahaan Besi dan Baja Segera Disidangkan Atas Pidana Lingkungan, KLH Tak Toleransi Pencemar

Ecobiz.asia — Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menyerahkan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan tindak...

KKP Terbitkan Permen KP 6/2026, Ketentuan Ekspor Pasir Laut Dihapus

Ecobiz.asia — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 6 Tahun 2026 yang mengubah ketentuan pelaksanaan pengelolaan...

Presiden Siapkan Inpres Penyelamatan Gajah, Intervensi Penyusutan Kantong Habitat

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto menyiapkan dua kebijakan strategis untuk memperkuat konservasi satwa liar dan pengelolaan kawasan konservasi, yakni Instruksi Presiden (Inpres) penyelamatan gajah...

Pertamina Evakuasi 19 Pekerja dari Irak dan Dubai, Perjalanan Pulang Capai 14 Hari

Ecobiz.asia — PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) berhasil mengevakuasi 19 Perwira yang bertugas di kawasan Timur Tengah, terdiri dari 11 pekerja di...

LPEM UI: Kontribusi Ekonomi AMMAN Capai Rp173,4 Triliun Selama 2018–2024

Ecobiz.asia -- Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) merilis kajian bertajuk Analisis Dampak Makroekonomi dan Sosial...

TOP STORIES

Gold Standard Rilis Metodologi Kredit Karbon untuk Proyek Pensiun Dini PLTU

Ecobiz.asia — Lembaga sertifikasi iklim Gold Standard meluncurkan metodologi baru untuk mendukung percepatan pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara sekaligus memastikan transisi...

Pakar IPB: Perdagangan Karbon Sah dalam Perspektif Ekonomi Syariah

Ecobiz.asia — Perdagangan karbon dinilai dapat diterima dalam perspektif ekonomi syariah sepanjang memenuhi prinsip transparansi, verifikasi ilmiah, serta bebas dari unsur spekulasi dan riba. Ketua...

Dua Perusahaan Besi dan Baja Segera Disidangkan Atas Pidana Lingkungan, KLH Tak Toleransi Pencemar

Ecobiz.asia — Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menyerahkan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan tindak...

Indonesia Removes Sea Sand Export Provision in New Marine Sedimentation Rule

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Marine Affairs and Fisheries has issued a new regulation revising the implementation rules for managing marine sedimentation, including the...

KKP Terbitkan Permen KP 6/2026, Ketentuan Ekspor Pasir Laut Dihapus

Ecobiz.asia — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 6 Tahun 2026 yang mengubah ketentuan pelaksanaan pengelolaan...