Perkuat Fondasi Hijau, Pertamina Terapkan Standar Keberlanjutan Global untuk Amankan Bisnis Jangka Panjang

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pertamina Group memperkuat strategi keberlanjutan dengan mengadopsi standar pelaporan keberlanjutan global sebagai bagian dari upaya menjaga daya saing dan keberlangsungan bisnis jangka panjang.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Sustainability Transcendence Forum (STF) Series #5 yang digelar di Grha Pertamina, Jakarta, Rabu (15/1/2026).

Dalam forum itu, jajaran pimpinan Pertamina menyepakati penerapan International Financial Reporting Standards (IFRS) S1 dan S2 yang telah diadopsi ke dalam Pernyataan Standar Pengungkapan Keberlanjutan (PSPK).

Pertamina menilai penerapan standar global ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan transparansi, memperkuat kepercayaan investor, serta membuka akses terhadap pembiayaan hijau yang lebih kompetitif.

Read also:  APP Group Gabung Inisiatif RE100, Bidik 100% Listrik Terbarukan

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan mengatakan standar pelaporan keberlanjutan yang kredibel kini menjadi prasyarat utama dalam dunia investasi global. Menurutnya, integrasi kinerja keberlanjutan dengan kinerja keuangan akan memperkuat posisi Pertamina di mata investor internasional.

“Keberlanjutan telah menjadi bahasa global. Standar pelaporan yang kuat menjadi jembatan antara kinerja hijau dan kinerja keuangan, sekaligus memperkuat kepercayaan investor,” ujar Iriawan.

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menambahkan, transparansi menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika industri energi global. Ia menekankan pentingnya integrasi antara aspek keberlanjutan, manajemen risiko, dan pengambilan keputusan investasi.

Read also:  PLN Akan Luncurkan T-REC, Mudahkan Pelanggan Pantau Konsumsi Listrik Hijau Secara Rinci

Sementara itu, Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini menyatakan Pertamina menargetkan menjadi pelopor di kalangan BUMN dalam penerapan standar pelaporan keberlanjutan global. Ia menilai implementasi PSPK bukan sekadar pemenuhan kepatuhan, melainkan bagian dari strategi penciptaan nilai jangka panjang.

“Kami bergerak dari sekadar compliance menuju strategic value creation. Ini adalah investasi bagi masa depan Pertamina Group,” kata Emma.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono menjelaskan, komitmen tersebut akan diterjemahkan ke dalam program implementatif di seluruh entitas Pertamina Group. Perusahaan menargetkan penerapan penuh PSPK mulai 1 Januari 2027.

Read also:  Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Dari sisi regulator profesi, Ketua Dewan Pengawas Standar Keberlanjutan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Rosita Uli Sinaga mengapresiasi langkah Pertamina. Ia menilai pendekatan yang menempatkan keberlanjutan sebagai peluang bisnis akan memberi keunggulan kompetitif, khususnya dalam mengakses pendanaan internasional.

Forum tersebut ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama jajaran Direksi dan Komisaris Pertamina Group sebagai simbol kesiapan perusahaan mengintegrasikan data keberlanjutan ke dalam pelaporan keuangan, sejalan dengan tuntutan pasar energi global yang semakin menekankan aspek hijau dan berkelanjutan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...

Retrofit Mitsubishi Power Tambah Kapasitas PLTP Darajat Unit 3 Menjadi 129 MW

Ecobiz.asia -- Mitsubishi Power, penyedia solusi pembangkit listrik dari Mitsubishi Heavy Industries Ltd. (MHI), telah menyelesaikan proyek retrofit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)...

Nusantara Regas Salurkan 33 Kargo LNG hingga September 2026

Ecobiz.asia -- PT Nusantara Regas (NR), afiliasi Pertamina yang bergerak di bidang penerimaan dan regasifikasi gas alam cair (LNG), mencatatkan penerimaan 33 kargo LNG...

TOP STORIES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...