SIER Gandeng Panah Perak Terapkan Teknologi Nano Bio untuk Pengolahan Air Limbah Industri

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menjalin kerja sama dengan PT Panah Perak Megasarana (PPM) untuk pengolahan air limbah industri berbasis teknologi Nano Bio, sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan kawasan industri yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak antara Direktur Utama PT Panah Perak Megasarana Agussalim Igarashi dan Direktur Operasional sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT SIER Lussi Erniawati di Wisma SIER, Kamis (15/1/2025).

Kolaborasi ini difokuskan pada pembangunan dan pengelolaan fasilitas Waste Water Treatment Plant (WWTP) dan Water Treatment Plant (WTP) yang terintegrasi.

Read also:  BKI dan PLN Indonesia Power Jajaki Kerja Sama Energi Berkelanjutan

Melalui teknologi Nano Bio yang dikembangkan PPM, air limbah industri—termasuk yang mengandung logam berat—akan diproses melalui tahapan pemurnian berstandar tinggi untuk menghasilkan air bersih yang dapat dimanfaatkan kembali di kawasan industri SIER.

Direktur Business Development Panah Perak Andy Z. Nasution mengatakan, teknologi Nano Bio memungkinkan pengolahan limbah cair secara efisien sekaligus memenuhi standar kualitas air industri dan ketentuan kesehatan.

“Kemitraan dengan SIER merupakan langkah nyata kami dalam mendukung pengembangan green industrial estate di Indonesia,” ujar Andy.

Read also:  Elnusa Raih Skor ACGS 96,66, Lampaui Rata-rata Emiten Big Cap Indonesia

Menurut dia, selain menekan dampak pencemaran, teknologi tersebut juga mendorong prinsip ekonomi sirkular dengan menjadikan limbah sebagai sumber daya air yang bernilai guna.

Direktur Operasional sekaligus Plt Direktur Pemasaran dan Pengembangan SIER Lussi Erniawati mengatakan pengelolaan air berkelanjutan menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam meminimalkan dampak lingkungan aktivitas manufaktur.

“Pemanfaatan air limbah menjadi air bersih akan membantu tenant memperoleh pasokan air industri yang berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap air tanah,” kata Lussi.

Read also:  BRIN Luncurkan Kalkulator Hijau v.2, Dukung Ekonomi Rendah Karbon

Ia menambahkan, proyek ini juga diarahkan untuk menekan jejak karbon dan dampak lingkungan dari limbah cair industri, serta meningkatkan efisiensi melalui penyediaan pasokan air alternatif yang stabil dengan dukungan sistem otomasi dan pemantauan kualitas air secara real-time.

SIER sebelumnya telah mengantongi sertifikasi halal untuk pengolahan air daur ulang dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) setelah melalui audit Lembaga Pemeriksa Halal Kajian Halalan Thayyiban PP Muhammadiyah. Sertifikasi tersebut menjadi bagian dari penguatan tata kelola keberlanjutan di kawasan industri milik BUMN tersebut. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Blackout Sumatra, PLN Sampaikan Progres Pemulihan Kelistrikan Pascagangguan Akibat Cuaca Buruk

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) menyampaikan progres pemulihan sistem kelistrikan di Sumatra pascagangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt...

Blackout Sumatra, PLN: Pemulihan PLTU Butuh Waktu Lebih Lama Dibanding Hidro dan Gas

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) menyebut proses pemulihan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara membutuhkan waktu lebih lama dibanding pembangkit hidro...

PHE, ExxonMobil dan SK Group Kaji Proyek CCS Lintas Batas Indonesia-Korea Selatan

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Limited, SK Innovation, dan SK Earthon menandatangani Joint Study Agreement (JSA)...

Dukung Pengembangan Amonia Rendah Karbon, PGN Garap Studi CCS dan Transportasi CO2

Ecobiz.asia - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memperkuat langkah transisi energi melalui pengembangan ekosistem Carbon Capture and Storage (CCS) dan transportasi CO2 untuk...

KAI Group Luncurkan Pengelolaan Sampah Terintegrasi, Stasiun Gambir Jadi Percontohan

Ecobiz.asia – KAI Group meluncurkan program Waste Management Terintegrasi dengan Stasiun Gambir sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah modern di kawasan transportasi publik. Kementerian Lingkungan...

TOP STORIES

Indonesia Prepares Energy Sector Carbon Trading Rules, Targets Up to US$7.7 Billion in Green Financing

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) is preparing new regulations for carbon trading in the energy sector as part of...

TuK Indonesia Soroti Minimnya Partisipasi Publik dalam Revisi POJK Keuangan Berkelanjutan, Desak Pencegahan Greenwashing

Ecobiz.asia — Transformasi untuk Keadilan Indonesia (TuK Indonesia) mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat perlindungan hak asasi manusia (HAM) dan pengawasan praktik greenwashing dalam...

Penguasaan Kehutanan yang Kedodoran

Oleh: Pramono Dwi Susetyo (Pernah Bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Penulis Buku Seputar Hutan dan Kehutanan, dan Membangun Hutan Menjaga Lingkungan) Ecobiz.asia...

Siapkan Generasi Energi Bersih, Pertamina NRE Kenalkan Perdagangan Karbon di PGTC 2026

Ecobiz.asia – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkenalkan konsep perdagangan karbon kepada mahasiswa dalam ajang Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di...

Kementerian ESDM Siapkan Regulasi Perdagangan Karbon Sektor Energi, Incar Pendanaan Potensial US$7,7 Miliar

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan regulasi perdagangan karbon sektor energi melalui penyusunan Rancangan Peraturan Menteri (RPermen) ESDM tentang...