Pertamina NRE Gandeng GCL Tiongkok Kembangkan Proyek Energi Bersih di Indonesia

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan energi bersih asal Tiongkok, GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd., untuk menjajaki pengembangan proyek energi baru dan terbarukan di Indonesia.

Penandatanganan dilakukan di Kantor GCL Intelligent Energy di Suzhou, Tiongkok, Rabu (7/1/2026), oleh Chief Executive Officer Pertamina NRE John Anis dan Chairman of the Board GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. Zhi Fei.

Kerja sama ini membuka peluang pengembangan berbagai proyek, antara lain pembangkit listrik tenaga sampah (waste to energy), pembangkit energi baru dan terbarukan, serta pembangkit listrik berbasis gas. Kolaborasi tersebut ditujukan untuk mendukung upaya penurunan emisi dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Read also:  Pertagas Catat Kepuasan Pelanggan 4,46, Naik 2,53% pada 2026

CEO Pertamina NRE John Anis mengatakan kemitraan dengan GCL merupakan langkah strategis untuk mempercepat pengembangan energi bersih di dalam negeri.

“Kolaborasi dengan GCL merupakan langkah strategis Pertamina NRE untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia. Kami melihat potensi besar untuk mengombinasikan pengalaman global GCL dengan kapabilitas dan pemahaman lokal Pertamina dalam menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan dan kompetitif,” ujar John Anis.

Read also:  Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Peluang Bisnis Geothermal dan Migas

Sementara itu, Chairman of the Board GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. Zhi Fei menyatakan Indonesia menjadi pasar penting dalam pengembangan energi bersih global. Menurutnya, percepatan transisi energi di Indonesia membuka ruang kerja sama yang luas bagi kedua perusahaan.

“Kami melihat Indonesia sebagai salah satu pasar strategis dalam pengembangan energi bersih global. GCL berharap dapat memanfaatkan momentum percepatan transisi energi di Indonesia untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan bersama Pertamina NRE, khususnya di sektor pembangkit listrik tenaga sampah serta integrasi fotovoltaik dan penyimpanan energi,” kata Zhi Fei.

Read also:  PHE Raih Impact Masters Awards 2026, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Masyarakat

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, delegasi Pertamina NRE juga meninjau fasilitas pembangkit listrik waste to energy milik GCL. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari penerapan teknologi, sistem pengelolaan lingkungan, serta praktik terbaik dalam operasi dan manajemen proyek.

Pertamina NRE menilai kerja sama ini berpotensi menjadi fondasi penting bagi pengembangan inovasi teknologi dan model bisnis energi bersih yang dapat diterapkan di Indonesia, sejalan dengan target Net Zero Emission (NZE) 2060 dan peran Pertamina dalam mendorong transisi energi nasional. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Jababeka-Pertamina Kerja Sama Pengembangan Energi Hijau, Siapkan Biometana hingga Hidrogen

Ecobiz.asia — PT Jababeka Tbk (KIJA) dan PT Pertamina (Persero) memperluas kerja sama transisi energi di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, dengan menyiapkan pasokan dan...

Pakai Gas Bumi, RSUP Sardjito Pangkas Biaya Energi hingga 75%

Ecobiz.asia — RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta menghemat biaya energi hingga 75% setelah beralih menggunakan gas bumi dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk sejumlah...

Pertamina Drilling Kelola 58 Rig, Bidik National Champion Well Construction

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) tak ingin hanya dikenal sebagai perusahaan yang mengelola armada pengeboran besar. Dengan 58 rig yang...

MedcoEnergi Catat Kinerja Solid pada Semester I 2026

Ecobiz.asia -- PT Medco Energi Internasional Tbk (”MedcoEnergi” atau ”Perseroan”) mengumumkan laporan keuangan untuk semester pertama tahun 2026 yang telah diaudit pada hari ini....

Pemerintah Bangun 119.379 Sambungan Jargas, Gresik-Sidoarjo Dapat 14.000

Ecobiz.asia — Pemerintah tengah membangun sekitar 119.379 sambungan rumah (SR) jaringan gas bumi (jargas) yang tersebar di 15 kabupaten/kota pada 2025–2026. Dari jumlah tersebut,...

TOP STORIES

Pertamina Perluas Akses Pasar Global 7 UMK di CAEXPO 2026

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) memperluas peluang produk lokal tujuh Usaha Mikro dan Kecil (UMK) mitra binaan untuk menjangkau pasar internasional dalam The 23rd...

Isometric Enters Avoided Deforestation. A New Protocol Takes Aim at Carbon Credit Integrity

Ecobiz.asia – Carbon credit certifier Isometric has expanded into avoided deforestation, introducing a new protocol designed to address concerns over the credibility of avoided...

Pemerintah Kebut PLTS 100 GW, Investasi Dibutuhkan Capai US$73 Miliar

Ecobiz.asia — Pemerintah mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) yang ditargetkan rampung dalam tiga tahun. Program tersebut diperkirakan membutuhkan...

Jababeka-Pertamina Kerja Sama Pengembangan Energi Hijau, Siapkan Biometana hingga Hidrogen

Ecobiz.asia — PT Jababeka Tbk (KIJA) dan PT Pertamina (Persero) memperluas kerja sama transisi energi di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, dengan menyiapkan pasokan dan...

Industri Tambang Kejar Ekspansi dan Hilirisasi, Kebutuhan Listrik Andal Ikut Melonjak

Ecobiz.asia — Kebutuhan energi industri pertambangan meningkat seiring ekspansi produksi dan hilirisasi, tetapi pelaku usaha menghadapi tantangan menjaga keandalan listrik sekaligus menekan emisi dari...