Solar Depot dan Huawei Indonesia Kembangkan Solusi Microgrid untuk Sektor Tambang dan Perkebunan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Solar Depot (PT ATW Sejahtera) dan Huawei Indonesia (PT Huawei Tech Investment) menandatangani kerja sama strategis untuk mengembangkan solusi energi terbarukan berbasis microgrid guna memenuhi kebutuhan listrik di sektor pertambangan dan perkebunan, khususnya di wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik.

Kolaborasi ini difokuskan pada penyediaan sistem microgrid terintegrasi yang mengombinasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Battery Energy Storage System (BESS), serta sistem manajemen energi berbasis digital untuk mendukung suplai listrik yang andal dan berkelanjutan.

President Director Triputra Visi Energi, Juan Davis, mengatakan kerja sama tersebut merespons meningkatnya kebutuhan industri akan solusi energi yang efisien, mandiri, dan berkelanjutan.

Read also:  Edi Permadi Luncurkan Buku Perjalanan Karier dari Penjual Kacang hingga Direktur Tambang di Usia 29 Tahun

Menurutnya, sektor tambang dan perkebunan mulai beralih ke kombinasi sumber energi yang mampu menekan biaya jangka panjang tanpa mengganggu keandalan operasional.

“Melalui teknologi microgrid berbasis PLTS dan BESS, kami ingin mempercepat adopsi energi bersih di sektor industri,” ujar Juan, Selasa (16/12/2025).

Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan proyek microgrid secara menyeluruh, mulai dari desain, penyediaan teknologi, hingga implementasi end-to-end. Sejumlah proyek percontohan telah disiapkan di area tambang dan perkebunan dengan kebutuhan energi besar namun keterbatasan akses jaringan listrik.

Read also:  Blackout Sumatra, PLN Sampaikan Progres Pemulihan Kelistrikan Pascagangguan Akibat Cuaca Buruk

Juan menambahkan, Huawei dipilih sebagai mitra teknologi karena memiliki inovasi dan rekam jejak global dalam pengembangan solusi energi berkelanjutan. Kolaborasi ini, menurutnya, memungkinkan penerapan teknologi kelas dunia yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional industri di Indonesia.

Sementara itu, CEO Huawei Digital Power Indonesia Jin Song mengatakan Solar Depot merupakan mitra strategis yang memahami karakteristik sektor intensif energi serta memiliki dukungan ekosistem bisnis yang kuat.

“Huawei akan menyediakan solusi microgrid terintegrasi berbasis PLTS dan baterai industri dengan sistem kontrol dan pemantauan real time untuk menjaga stabilitas dan efisiensi operasional,” kata Jin.

Read also:  PLN EPI Jajaki Kolaborasi dengan KLH, Manfaatkan Limbah untuk Energi

Ia menegaskan kerja sama ini sejalan dengan komitmen Huawei mendukung percepatan pencapaian target Net Zero Emission Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital dan energi bersih.

Kedua perusahaan menilai kolaborasi ini berpotensi mendorong percepatan pemanfaatan microgrid sebagai solusi pasokan listrik masa depan di wilayah tanpa jaringan PLN. Selain menekan biaya operasional, sistem ini juga dinilai mampu meningkatkan keandalan suplai energi dan mengurangi emisi karbon.

Solar Depot dan Huawei Indonesia berharap kemitraan ini menjadi fondasi jangka panjang untuk memperkuat ekosistem energi terbarukan nasional sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PLN Nusantara Power Perkuat Kompetensi SDM Ketenagalistrikan, Learning Center Boiler USC Jawa 7 Resmi Beroperasi

Ecobiz.asia -- PLN Nusantara Power (PLN NP) terus memperkuat perannya sebagai penggerak transformasi sektor ketenagalistrikan nasional melalui pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan...

Andalkan Elektrifikasi, KAI Targetkan Emisi Karbon Turun Hingga 100%

Ecobiz.asia – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan penurunan emisi karbon hingga 100 persen pada 2060 melalui strategi dekarbonisasi berbasis elektrifikasi jalur kereta dan...

ANTAM Tebar Dividen Rp5,04 Triliun, Perkuat Langkah Menuju Pemimpin Ekosistem Baterai Nasional

Ecobiz.asia -- PT ANTAM Tbk (ANTM) menutup tahun buku 2025 dengan pencapaian yang menjadi tonggak penting dalam sejarah perusahaan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global...

Tiga Proyek PSEL Resmi Jadi PSN, Pembangunan Fasilitas Waste to Energy Dikebut

Ecobiz.asia – Pemerintah resmi menetapkan tiga proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) gelombang pertama sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), mempertegas percepatan pembangunan fasilitas...

Ceria Corp Perkuat Komitmen ESG Lewat Program Green Legacy

Ecobiz.asia -- Ceria Corp mempertegas komitmennya terhadap keberlanjutan dengan menggelar program penanaman pohon Green Legacy di area revegetasi Emerald Puncak, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka,...

TOP STORIES

Indonesia Advances Energy Carbon Market With 120 Projects in Pipeline

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Energy and Mineral Resources is preparing to accelerate the country’s carbon market development after identifying around 120 energy-sector carbon...

P3HKI Dorong Sertifikat Kepatuhan Ketenagakerjaan Jadi Syarat Merger dan Akuisisi

Ecobiz.asia – Penguatan kepatuhan ketenagakerjaan dinilai menjadi agenda penting dalam menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan di Indonesia. Salah satu langkah yang diusulkan adalah menjadikan...

AgResults Berikan Rp23 Miliar Kepada Pemenang Kompetisi Budidaya Perikanan Berkelanjutan

Ecobiz.asia - Sebanyak 17 pelaku usaha dan koperasi sektor perikanan menerima total insentif senilai Rp23 miliar melalui proyek AgResults Indonesia Aquaculture Challenge yang mendorong...

Cara Petani Manfaatkan Peluang Ekonomi melalui Perdagangan Karbon, Wamen LH: Jadi Tambahan Penghasilan

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mendorong petani memanfaatkan peluang ekonomi dari perdagangan karbon melalui pembentukan...

PLN Nusantara Power Perkuat Kompetensi SDM Ketenagalistrikan, Learning Center Boiler USC Jawa 7 Resmi Beroperasi

Ecobiz.asia -- PLN Nusantara Power (PLN NP) terus memperkuat perannya sebagai penggerak transformasi sektor ketenagalistrikan nasional melalui pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan...