Menteri Jumhur Targetkan Persoalan Sampah Beres 2028, Waste To energy Berkontribusi 12%

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menargetkan persoalan sampah nasional dapat diselesaikan pada tahun 2028 dengan dukungan pengembangan teknologi waste to energy (WtE) yang diproyeksikan berkontribusi hingga 12 persen terhadap total sampah terkelola.

Target tersebut disampaikan Jumhur saat menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah nasional melalui penyusunan roadmap pengelolaan sampah sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

“Amanat Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN menargetkan 100 persen sampah terkelola pada tahun 2029, dengan 38 persen diolah melalui fasilitas pengolahan berteknologi ramah lingkungan,” ujar Jumhur dalam pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Kantor KLH, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Read also:  Satgas PKH Serahkan Total 5,8 Juta Ha Hutan ke Negara, 4,1 Juta Ha Dikelola Agrinas

Menurut Jumhur, pemerintah menargetkan capaian pengelolaan sampah 100 persen lebih cepat, yakni pada 2028. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menargetkan penghentian praktik open dumping di tempat pembuangan akhir (TPA) pada 2026 serta peningkatan signifikan pembangunan Material Recovery Facility (MRF) pada 2027.

“Pada tahun 2028, sampah akan terkelola 100 persen, di mana tidak ada lagi sampah yang terbuang ke lingkungan dan persentase sampah yang terolah mencapai 62 persen. Program waste to energy juga diharapkan dapat berkontribusi hingga 12 persen dari total sampah terkelola dan sisanya diproses di TPA,” kata Jumhur.

Read also:  Operasi Gabungan Kemenhut Tertibkan 5 Industri Kayu di Sumut, Ribuan Kayu Diduga Ilegal Diamankan

Ia menjelaskan, pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan akan dilakukan melalui berbagai fasilitas seperti bank sampah, MRF, TPS 3R, rumah kompos, maggot Black Soldier Fly (BSF), TPST, hingga fasilitas waste to energy. Sampah yang masuk ke TPA nantinya hanya berupa residu.

Waste to energy sendiri merupakan teknologi pengolahan sampah menjadi energi melalui proses termal, yang paling umum dilakukan melalui insinerasi.

Read also:  Indonesia Belajar Pengembangan Green Jobs Denmark, Dari Waste to Energy hingga Auditor Karbon

Selain pengembangan teknologi pengolahan sampah, KLH juga menyiapkan lima langkah utama untuk memperkuat tata kelola pengelolaan sampah nasional.

Pertama, pengelolaan sampah ditegaskan sebagai urusan wajib pelayanan dasar pemerintah daerah. Kedua, penguatan kebijakan penanganan sampah. Ketiga, mendorong kolaborasi dengan lembaga pembiayaan sebagai solusi keterbatasan anggaran daerah.

Keempat, percepatan pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bidang pengelolaan sampah. Kelima, standarisasi kompetensi sumber daya manusia pengelola fasilitas persampahan sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Indonesia-GGGI Partnership Targets US$2 Billion in Green Investment by 2030

Ecobiz.asia — Indonesia and the Global Green Growth Institute (GGGI) have launched the Green Indonesia Future Initiative (GIFT), a strategic partnership targeting the mobilization...

Kemenhut Tetapkan 10 Hutan Adat dan Luncurkan Roadmap Percepatan Hutan Adat

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan meluncurkan Peta Jalan (Roadmap) Percepatan Penanganan dan Penetapan Status Hutan Adat 2025-2029 sekaligus menyerahkan 10 Surat Keputusan (SK) penetapan Hutan...

Hari Lingkungan Hidup 2026, KLH Dorong Aksi Iklim Lewat Pemilahan Sampah

Ecobiz.asia - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan pentingnya aksi nyata pengendalian perubahan iklim dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, termasuk...

Gakkum ESDM Bongkar Dugaan Tambang Ilegal di Gunung Botak, Tenaga Kerja Asing Terlibat

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ESDM (Ditjen Gakkum ESDM) membongkar dugaan praktik pertambangan emas ilegal...

Program Perhutanan Sosial Kini Kejar Kualitas Pengeloloaan, Wamenhut: Harus Naik Kelas

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menegaskan tantangan utama program perhutanan sosial saat ini bukan lagi sekadar memperluas akses kelola kawasan hutan, tetapi...

TOP STORIES

Pertamina dan SLB Perkuat Kolaborasi dalam Teknologi Hulu dan Solusi Rendah Karbon

Ecobiz.asia - PT Pertamina (Persero) dan SLB telah sepakat untuk menjajaki peluang penguatan kolaborasi dalam teknologi minyak dan gas bumi hulu, digitalisasi, dan solusi...

Carbon Digital Conference 2026 returns as Indonesia’s carbon market gains momentum under new forestry regulation

The Carbon Digital Conference (CDC) 2026 will return on 8-9 December 2026, bringing together carbon project developers, technology providers, policymakers, financiers, corporate buyers, investors,...

PLN EPI Ajak Pabrik Sawit Kembangkan BioCNG, Limbah POME Diolah Jadi Energi Bersih

Ecobiz.asia – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengajak pabrik kelapa sawit (PKS) berkolaborasi mengembangkan Bio Compressed Natural Gas (BioCNG) berbasis limbah cair...

PGE Kantongi Pendanaan Global US$477 Juta untuk Tiga Proyek Panas Bumi

Ecobiz.asia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memperoleh dukungan pendanaan internasional senilai total 477,87 juta dollar AS untuk tiga proyek panas bumi setelah...

Indonesia-GGGI Partnership Targets US$2 Billion in Green Investment by 2030

Ecobiz.asia — Indonesia and the Global Green Growth Institute (GGGI) have launched the Green Indonesia Future Initiative (GIFT), a strategic partnership targeting the mobilization...