UNDP dan Tony Blair Institute Gabung Global Blended Finance Alliance (GBFA), Perkuat Penyediaan Pendanaan Aksi Iklim

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Dua lembaga terkemuka, Badan PBB untuk Pembangunan (UNDP) dan Tony Blair Institute for Global Change (TBI) resmi bergabung dengan Global Blended Finance Alliance (GBFA), sebuah platform internasional untuk mengatasi kesenjangan pembiayaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan aksi iklim di negara-negara berkembang.

UNDP dan TBI menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), mitra pemerintah pelaksana utama GBFA, sebagai knowledge partners, di sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) di New York, Kamis, 26 September 2024.

Kemenko Marves memimpin pembentukan forum GBFA selama Kepresidenan G20 Indonesia pada tahun 2022, bersama dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

MoU ditandatangani oleh Deputi Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves, Nani Hendiarti, bersama Claire Van der Vaeren, Chief, CO Liaison and Coordination (COLAC) mewakili UNDP Regional Bureau for Asia and the Pacific, serta Country Director TBI Indonesia, Shuhaela Haqim

Read also:  Verra Setujui Polis Asuransi Artio untuk Kelola Risiko Reversal Kredit Karbon

Baca juga: Kemenhub Bentuk Pokja Aksi Iklim, Dorong Pengurangan Karbon Sektor Transportasi

Menko Marves Luhut B. Pandjaitan, bersama dengan Duta Khusus GBFA Mari Pangestu dan Managing Director TBI Asia Pasifik, Jalil Rasheed, menyaksikan penandatanganan MoU yang dilaksanakan di Kantor Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk PBB di New York. 

Luhut mengatakan GBFA penting untuk menjembatani kesenjangan pembiayaan dalam aksi iklim dan memajukan SDGs. 

“Visi GBFA sebagai organisasi internasional secara khusus akan menyokong negara-negara berkembang dalam menstrukturkan proyek-proyek pembangunan mereka untuk menarik penanam-penanam modal potensial,” ujar Luhut. 

Negara-negara berkembang menghadapi kesenjangan pembiayaan tahunan yang mencapai tiga triliun dolar AS untuk aksi iklim dan SDGs. 

Kesenjangan ini menuntut upaya yang lebih kuat untuk meningkatkan investasi keuangan, menerapkan mekanisme pendanaan inovatif, dan mendapatkan komitmen dari pemerintah serta sektor swasta. 

Read also:  Indonesia Urges EU to Strengthen Recognition of FLEGT Licences Under EUDR

Baca juga: Indonesia Bersiap Jelang Konferensi Iklim COP29 UNFCCC, Menteri LHK: Negosiator Bawa Kepentingan Nasional

GBFA didirikan sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak akan platform pembiayaan yang dipimpin negara-negara Selatan terkait SDG dan aksi iklim.

Nani Hendiarti menekankan pentingnya kolaborasi global untuk mencapai dampak positif GBFA. 

“Bermitra dengan knowlegde partners strategis merupakan langkah penting untuk membangun kolaborasi yang saling menguntungkan dalam GBFA. Sebagai organisasi non-pemerintah internasional atau organisasi filantropi dengan keahlian yang luas dan tujuan yang sejalan, knowledge partners mendukung GBFA dalam merancang program, mobilisasi dana, dan memajukan misi serta kegiatan yang memenuhi standar internasional,” Nani menambahkan.

Claire Van der Vaeren, Chief, CO Liaison and Coordination (COLAC) UNDP, menyatakan, UNDP telah menjadi mitra jangka panjang Pemerintah Indonesia dalam mempromosikan pembiayaan inovatif seperti pembiayaan campuran. 

Read also:  Indonesia Eyes Regional CCS Hub, Sees US$43 Billion Investment Potential

“Kami menyadari bahwa kesenjangan pembiayaan untuk SDG sangat besar, dan kerja sama melalui GBFA dapat berkontribusi signifikan terhadap pembangunan berkelanjutan dengan menyelaraskan upaya sektor publik dan swasta serta membantu mencapai hasil pembangunan yang nyata,” katanya.

Baca juga: SOFO 2024, Laporan Terbaru FAO Ungkap Perubahan Iklim Bikin Tekanan pada Hutan Meningkat

Sementara Shuhaela Haqim, TBI Indonesia Country Director mengatakan pihaknya antusias membawa TBI ke dalam aksi bersama GBFA.

“Kami percaya pada kekuatan solusi praktis untuk mengatasi kesenjangan pembiayaan yang besar terkait SDG dan aksi iklim, yang berpotensi memberikan manfaat bagi jutaan komunitas di seluruh dunia. Dengan kememimpinan yang kuat dari Pemerintah Indonesia dan dukungan penuh mitra-mitra internasional utama, kami yakin GBFA dapat memberikan hasil yang berdampak,” ujar dia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Singapore, Laos Sign Carbon Credit Deal, Set Corresponding Adjustment Mechanism

Ecobiz.asia — Singapore and Laos have signed an implementation agreement to establish a legally binding framework for carbon credit collaboration under Article 6 of...

UNEP: World Set to Cross 1.5°C Warming, Return Below Threshold Still Possible

Ecobiz.asia — Global temperatures are likely to exceed the 1.5°C warming threshold within the next few years, increasing climate risks and impacts, but the...

TBS Receives Indonesia’s First Green Equity Transition Designation

Ecobiz.asia — PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) has become the first company to receive the Green Equity Transition designation from the Indonesia Stock...

Kemenhut Perkuat Kompetensi SDM untuk Jaga Integritas Pasar Karbon

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari upaya membangun pasar karbon kehutanan yang berintegritas, menyusul penguatan...

ESGIN Targets 500,000 Tons of CO2e Reductions From Lampung Tapioca Plants

Ecobiz.asia -- PT ESGIN Global Partners (ESGIN) has partnered with 23 tapioca flour plants in Lampung to develop a methane emission reduction project from...

TOP STORIES

Singapore, Laos Sign Carbon Credit Deal, Set Corresponding Adjustment Mechanism

Ecobiz.asia — Singapore and Laos have signed an implementation agreement to establish a legally binding framework for carbon credit collaboration under Article 6 of...

UNEP: World Set to Cross 1.5°C Warming, Return Below Threshold Still Possible

Ecobiz.asia — Global temperatures are likely to exceed the 1.5°C warming threshold within the next few years, increasing climate risks and impacts, but the...

PLN Nusantara Power Perluas Bisnis di Luar Pembangkitan, Raih Dua Penghargaan Marketing 2026

Ecobiz.asia -- Transformasi bisnis PT PLN Nusantara Power (PLN NP) dalam mencari sumber pertumbuhan baru di luar bisnis inti pembangkitan mendapat pengakuan melalui dua...

Pemerintah Siapkan Panduan ESG untuk Perkuat Daya Saing Industri Mineral Kritis

Ecobiz.asia -- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan World Resources Institute (WRI) Indonesia menindaklanjuti hasil...

TBS Receives Indonesia’s First Green Equity Transition Designation

Ecobiz.asia — PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) has become the first company to receive the Green Equity Transition designation from the Indonesia Stock...