Target Dedieselisasi Dinilai Perlu Diperluas ke PLTU, PLTG

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Rencana pemerintah mengganti 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dinilai perlu diperluas dengan menghentikan pembangunan pembangkit berbasis fosil lain, seperti batu bara (PLTU) dan gas (PLTG), guna memperkuat ketahanan energi nasional.

Policy Strategist Coordinator CERAH, Dwi Wulan Ramadani, mengatakan langkah dedieselisasi menjadi sinyal bahwa Indonesia tidak dapat lagi bergantung pada bahan bakar minyak (BBM), terutama di tengah ketidakpastian geopolitik global. Namun, ketergantungan pada gas dan batu bara dinilai tetap menyimpan risiko volatilitas harga energi.

“Program dedieselisasi akan lebih berdampak jika diikuti penghentian pembangunan pembangkit listrik gas dan batu bara, termasuk percepatan pensiun dini PLTU,” ujar Dwi dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2026).

Read also:  Penuhi Kebutuhan Pasar, Menhut Jamin Produk Kayu Indonesia ke AS Legal dan Bersertifikat

Ia menjelaskan, dalam banyak skema perdagangan internasional, harga gas masih dikaitkan dengan harga minyak (oil-indexed), sehingga kenaikan harga minyak akan turut mendorong kenaikan harga gas. Sementara itu, ketergantungan pada batu bara juga berpotensi menimbulkan kerentanan serupa di tengah fluktuasi harga komoditas global.

Menurutnya, rencana penambahan pembangkit listrik berbasis gas sebesar 10,3 gigawatt (GW) dan batu bara 6,3 GW dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 tidak sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan energi.

Dwi menilai pengembangan PLTS skala besar dan energi terbarukan lainnya menjadi semakin relevan, terutama di tengah fluktuasi harga energi global yang berpotensi membebani fiskal melalui peningkatan subsidi energi.

Read also:  Buka INVIROTECH 2026, Menteri Jumhur Tegaskan Aksi Iklim Tak Bisa Ditunda Lagi

“Krisis energi global menjadi momentum untuk mengintegrasikan target pembangunan 100 GW PLTS ke dalam RUPTL sebagai mitigasi terhadap energi fosil yang mahal dan tidak stabil,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Kesejahteraan Berkelanjutan Indonesia (SUSTAIN), Tata Mustasya, menilai krisis energi global dapat menjadi pendorong percepatan transisi energi sekaligus transformasi menuju ekonomi hijau.

Ia menyebut pengembangan 100 GW PLTS tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga berpotensi mendorong industrialisasi hijau dan penciptaan lapangan kerja.

“Dengan desain implementasi yang tepat, program ini bukan sekadar biaya, melainkan investasi untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” kata Tata.

Read also:  Menteri Jumhur Targetkan Persoalan Sampah Beres 2028, Waste To energy Berkontribusi 12%

Namun, ia menekankan pentingnya dukungan kebijakan dan insentif, termasuk bagi industri manufaktur panel surya dalam negeri, agar pengembangan energi terbarukan dapat memberikan dampak ekonomi yang optimal.

Tata juga mendorong perluasan partisipasi publik dan swasta melalui kebijakan seperti power wheeling untuk industri dan pemanfaatan PLTS atap oleh rumah tangga.

Menurut perhitungan SUSTAIN, optimalisasi PLTS atap berpotensi menambah kapasitas listrik sebesar 2,9–5,8 GW dalam dua tahun ke depan.

“Pemerintah perlu membuka ruang partisipasi yang lebih luas melalui reformasi kebijakan agar target 100 GW PLTS dapat tercapai,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

P3HKI Dorong Sertifikat Kepatuhan Ketenagakerjaan Jadi Syarat Merger dan Akuisisi

Ecobiz.asia – Penguatan kepatuhan ketenagakerjaan dinilai menjadi agenda penting dalam menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan di Indonesia. Salah satu langkah yang diusulkan adalah menjadikan...

AgResults Berikan Rp23 Miliar Kepada Pemenang Kompetisi Budidaya Perikanan Berkelanjutan

Ecobiz.asia - Sebanyak 17 pelaku usaha dan koperasi sektor perikanan menerima total insentif senilai Rp23 miliar melalui proyek AgResults Indonesia Aquaculture Challenge yang mendorong...

Budidayakan Gaharu di Hutan Adat, KTH Sadar Sendiri Papua Raih Penghargaan Kalpataru 2026

Ecobiz.asia - Dari hutan adat di Papua, Kelompok Tani Hutan (KTH) Sadar Sendiri membuktikan bahwa kearifan lokal mampu menjadi benteng pertahanan lingkungan sekaligus sumber...

Buka INVIROTECH 2026, Menteri Jumhur Tegaskan Aksi Iklim Tak Bisa Ditunda Lagi

Ecobiz.asia - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa krisis lingkungan dan perubahan iklim tidak lagi bisa dipandang...

KLH Kebut Target 2 Miliar Pohon, Menteri Jumhur Jadikan Bali Barometer Restorasi Ekosistem

Ecobiz.asia - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, mempercepat pencapaian target nasional penanaman 2 miliar pohon melalui aksi penanaman...

TOP STORIES

Indonesia Advances Energy Carbon Market With 120 Projects in Pipeline

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Energy and Mineral Resources is preparing to accelerate the country’s carbon market development after identifying around 120 energy-sector carbon...

P3HKI Dorong Sertifikat Kepatuhan Ketenagakerjaan Jadi Syarat Merger dan Akuisisi

Ecobiz.asia – Penguatan kepatuhan ketenagakerjaan dinilai menjadi agenda penting dalam menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan di Indonesia. Salah satu langkah yang diusulkan adalah menjadikan...

AgResults Berikan Rp23 Miliar Kepada Pemenang Kompetisi Budidaya Perikanan Berkelanjutan

Ecobiz.asia - Sebanyak 17 pelaku usaha dan koperasi sektor perikanan menerima total insentif senilai Rp23 miliar melalui proyek AgResults Indonesia Aquaculture Challenge yang mendorong...

Cara Petani Manfaatkan Peluang Ekonomi melalui Perdagangan Karbon, Wamen LH: Jadi Tambahan Penghasilan

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mendorong petani memanfaatkan peluang ekonomi dari perdagangan karbon melalui pembentukan...

PLN Nusantara Power Perkuat Kompetensi SDM Ketenagalistrikan, Learning Center Boiler USC Jawa 7 Resmi Beroperasi

Ecobiz.asia -- PLN Nusantara Power (PLN NP) terus memperkuat perannya sebagai penggerak transformasi sektor ketenagalistrikan nasional melalui pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan...