Toyota-Pertamina akan Kembangkan Biofuel dari Bioetanol Generasi Kedua di Indonesia

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Produsen otomotif asal Jepang Toyota Motor Corporation berencana menanamkan investasi di Indonesia untuk mengembangkan industri bioetanol bekerja sama dengan Pertamina Pertamina.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi bersama Indonesia–Jepang untuk memperkuat ketahanan energi dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.

Rencana kerja sama tersebut diungkap dalam pertemuan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu dengan CEO Toyota Asia Region Masahiko Maeda di Tokyo, Jumat (7/11/2025), disertai kunjungan ke fasilitas riset Research Association of Biomass Innovation for Next Generation Automobile Fuels (RABIT) di Fukushima.

Toyota merupakan kontributor terbesar dalam asosiasi riset tersebut yang mengembangkan teknologi bahan bakar hijau, termasuk bioetanol generasi kedua berbasis biomassa non-pangan.

Read also:  Konsumsi Melonjak 479 Persen Selama Nataru, PLN: Ekosistem Mobil Listrik Terus Tumbuh

Menurut Todotua, Toyota akan menggandeng Pertamina untuk membangun pabrik bioetanol di Lampung dengan kapasitas produksi awal 60.000 kiloliter per tahun dan nilai investasi sekitar Rp2,5 triliun.

Proyek ini akan melibatkan petani dan koperasi lokal sebagai penyedia bahan baku seperti tebu, singkong, sorgum, padi, hingga limbah pertanian lainnya, serta terintegrasi dengan fasilitas energi bersih Pertamina, seperti geothermal dan hidrogen plant.

“Sebagai bagian dari strategi menekan impor BBM yang masih tinggi, pemerintah telah menetapkan kebijakan mandatory blending bioetanol 10 persen (E10) mulai 2027. Dengan kebutuhan bahan bakar nasional mencapai lebih dari 40 juta kiloliter per tahun, Indonesia membutuhkan sekitar 4 juta kiloliter bioetanol. Karena itu, pembangunan pabrik pendukung harus dimulai sekarang,” ujar Todotua.

Read also:  Pertamina EP Adera Field Temukan Sumur Minyak Baru dengan Potensi 3.442 BOPD

Ia menambahkan, Toyota menjadi salah satu mitra strategis yang melihat peluang besar di sektor ini karena telah mengembangkan kendaraan berbahan bakar bioetanol di banyak negara.

“Rencana investasi Toyota di Indonesia akan menjadi tonggak penting dalam pengembangan biofuel generasi berikutnya. Indonesia memiliki keunggulan sumber daya alam dan tenaga kerja, sementara Jepang memiliki keunggulan teknologi. Kombinasi ini akan menghasilkan dampak nyata bagi ketahanan energi dan ekonomi hijau nasional,” kata Todotua.

Menurutnya, pembangunan industri bioetanol sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong swasembada energi, hilirisasi sumber daya alam, dan pertumbuhan ekonomi hijau di dalam negeri.

Teknologi bioetanol yang dikembangkan Toyota melalui RABIT memanfaatkan multi-feedstock dari berbagai limbah pertanian. Teknologi ini dinilai sangat cocok dengan kondisi agrikultur Indonesia yang beragam dan potensial dikembangkan secara berkelanjutan.

Read also:  Tingkatkan Kapasitas Water Treatment Plant, Panah Perak dan Pelindo Optimalkan Potensi Bisnis Air Bersih

“Kami sudah berdiskusi dengan RABIT bahwa teknologi generasi kedua ini dapat memanfaatkan berbagai jenis limbah pertanian, sehingga cocok diterapkan di Indonesia. Ke depan, kolaborasi riset dan investasi ini akan membantu mendorong ekonomi daerah serta membuka lapangan kerja baru,” ujar Todotua.

Pemerintah menargetkan pembentukan perusahaan patungan (joint venture) antara Toyota dan Pertamina pada awal 2026, setelah dilakukan joint study dan site visit ke Lampung pada akhir tahun ini. Langkah ini diharapkan menjadi model pengembangan energi hijau berbasis sumber daya lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PDC Perkuat Budaya HSSE, Tekankan Akuntabilitas Pimpinan dan Kepatuhan Pekerja

Ecobiz.asia - PT Patra Drilling Contractor (PDC) memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja dengan menempatkan akuntabilitas pimpinan dan kepatuhan pekerja sebagai pilar utama penerapan...

Pertamina NRE Tuntaskan Akuisisi 20 Persen Saham Perusahaan EBT Unggulan Filipina

Ecobiz.asia — PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menuntaskan akuisisi 20 persen saham perusahaan energi baru dan terbarukan (EBT) terkemuka di Filipina,...

Penjualan Listrik Hijau PLN Meroket 19,65 Persen, Capai 6,43 TWh pada 2025

Ecobiz.asia — Minat sektor industri dan bisnis terhadap energi bersih terus meningkat. Sepanjang 2025, PT PLN (Persero) mencatat penjualan Renewable Energy Certificate (REC) mencapai...

Pasok Energi Bersih ke Sektor Kesehatan, PGN Optimalkan Penyaluran Gas Bumi ke RSUP Dr. Sardjito

Ecobiz.asia — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mengoptimalkan penyaluran gas bumi ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Yogyakarta,...

PLN Siapkan Nuklir, CCS, hingga Hidrogen untuk Percepat Transisi Energi

Ecobiz.asia - PT PLN (Persero) menyiapkan beragam strategi dan teknologi untuk mengakselerasi pengembangan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT), termasuk pembangkit listrik tenaga...

TOP STORIES

PDC Perkuat Budaya HSSE, Tekankan Akuntabilitas Pimpinan dan Kepatuhan Pekerja

Ecobiz.asia - PT Patra Drilling Contractor (PDC) memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja dengan menempatkan akuntabilitas pimpinan dan kepatuhan pekerja sebagai pilar utama penerapan...

ASEAN Smart Energy & Energy Storage Expo 2026

Ecobiz.asia - Supported by the Ministry of Energy of Thailand, the Electricity Generating Authority of Thailand (EGAT), and the Thailand Convention and Exhibition Bureau...

Indonesia to Unveil Transport Decarbonisation Roadmap by May 2026

Ecobiz.asia — Indonesia is preparing a national roadmap to decarbonise its transport sector as part of efforts to cut carbon emissions and meet its...

PLTU Captive Melonjak ke 19,3 GW, CREA: Risiko Emisi dan Beban Ekonomi Kian Membesar

Ecobiz.asia — Pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) captive di Indonesia terus melesat dan mencapai kapasitas 19,3 gigawatt (GW) pada 2025, memicu kekhawatiran meningkatnya...

Pemerintah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi, Target Terbit Mei 2026

Ecobiz.asia — Pemerintah mulai menyusun peta jalan dekarbonisasi sektor transportasi sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon nasional dan memenuhi target net zero emission...