Titik Api Bermunculan di Riau, Kemenhut Gelar Operasi Darat-Udara Padamkan Karhutla

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan bersama tim lintas instansi melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara terpadu melalui operasi darat dan udara di sejumlah wilayah Provinsi Riau.

Langkah ini difokuskan pada pelokalisiran api agar tidak meluas serta mencegah potensi bencana asap yang berdampak ke permukiman.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ditjen Penegakan Hukum Kemenhut, Ferdian Krisnanto, menyatakan strategi utama saat ini adalah menahan pergerakan api agar tidak memperluas area terdampak.

“Kombinasi cuaca kering, angin kencang, dan bahan bakar mudah terbakar membuat situasi di lapangan sangat menantang sehingga pengerahan personel dan dukungan lintas wilayah dilakukan secara terukur,” kata dia dalam pernyataannya dikutip Senin (16/2/2026).

Read also:  Gajah Sumatra Ditemukan Mati Tanpa Kepala, Kemenhut: Indikasi Kuat Perburuan Liar

Tim gabungan melibatkan Manggala Agni, BNPB, BMKG, TNI, POLRI, serta BPBD Provinsi Riau dan pemangku kepentingan terkait.

Sebanyak 160 personel Manggala Agni dikerahkan untuk pemadaman, sementara 80 personel disiagakan untuk patroli dan deteksi dini titik api. Penguatan pasukan dilakukan dengan mobilisasi satu regu dari Daops Rengat ke Pulau Mendol, Pelalawan; Daops Siak ke Bengkalis; serta dukungan regu dari Daops Bukit Tempurung, Jambi, untuk wilayah Dumai.

Read also:  Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra, WALHI Soroti Pertambangan Emas Tanpa Izin

Titik kebakaran terpantau di sejumlah kabupaten, antara lain Kampar, Bengkalis, Siak, dan Pelalawan. Lokasi kebakaran berada di beragam status lahan, mulai dari hutan produksi, hutan produksi konversi, kawasan konservasi, hingga areal penggunaan lain, dengan sebagian titik berdekatan dengan kebun sawit serta permukiman.

Indikasi penyebab kebakaran bervariasi. Di sejumlah lokasi diduga berasal dari aktivitas pembersihan lahan dengan pembakaran sisa vegetasi yang tidak terkendali akibat angin kencang.

Kondisi tanpa hujan hampir 20 hari, keterbatasan sumber air, akses sulit, serta bahan bakar vegetasi kering—terutama di lahan gambut dengan muka air tanah minus sekitar 90 cm—menjadi tantangan utama pemadaman.

Read also:  Hari Primata Indonesia, Belantara Foundation Ingatkan Risiko Kepunahan Spesies Endemik

Ferdian menjelaskan untuk mempercepat penanganan, dukungan operasi udara juga dilakukan. BNPB melalui BPBD Riau melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan C208 dengan penyemaian satu ton garam di sekitar Pekanbaru dan Siak pada Senin (16/2/2026).

Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla melalui SK Nomor 102/2026 yang berlaku sejak 13 Februari hingga 30 November 2026. Pemerintah daerah juga menyiapkan pembentukan satuan tugas karhutla serta mengajukan dukungan penanganan darurat tambahan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Rimbawan Rumuskan Pesan Dramaga, Lima Komitmen Strategis untuk Masa Depan Kehutanan Indonesia

Ecobiz.asia — Komunitas rimbawan Indonesia merumuskan lima komitmen strategis untuk masa depan kehutanan nasional yang dituangkan dalam Pesan Dramaga, hasil Temu Nasional Rimbawan 2026...

Krisis Lingkungan, Menteri LH Ingatkan Fatwa Haram Buang Sampah di Sungai dan Laut

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan kembali fatwa haram membuang sampah ke sungai dan laut di tengah...

Indonesia Belajar dari India, Tekan Biaya Pembangkitan PLTS hingga 3 Sen Dolar per kWH

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia mempelajari pengalaman India dalam menekan biaya pembangkitan listrik tenaga surya sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi dan meningkatkan pemanfaatan...

Dorong Hilirisasi, Menteri Bahlil Mau Setop Ekspor Timah

Ecobiz.asia — Pemerintah membuka peluang penghentian ekspor timah mentah sebagai bagian dari penguatan agenda hilirisasi nasional guna mendorong transformasi ekonomi dan memperkuat basis industri...

Bekasi Darurat Sampah, Menteri LH Minta Warga Kelola Sampah Mulai dari Rumah

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan Kota Bekasi berada dalam kondisi darurat sampah seiring timbulan limbah harian yang mencapai 1.801 ton. Perubahan perilaku masyarakat menjadi...

TOP STORIES

Rimbawan Rumuskan Pesan Dramaga, Lima Komitmen Strategis untuk Masa Depan Kehutanan Indonesia

Ecobiz.asia — Komunitas rimbawan Indonesia merumuskan lima komitmen strategis untuk masa depan kehutanan nasional yang dituangkan dalam Pesan Dramaga, hasil Temu Nasional Rimbawan 2026...

PLN Nusantara Power Tuntaskan Proyek ECRL Malaysia Lebih Cepat Dari Target

Ecobiz.asia — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mencatat capaian internasional melalui anak usahanya, PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC), setelah berhasil menyelesaikan...

MEBI Operasikan ZORA, SPKLU Mobil Listrik Ultrafast Huawei Pertama di Indonesia

Ecobiz.asia — PT Mega Energi Biru Indonesia (MEBI) resmi mengoperasikan ZORA, stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) ultrafast pertama di Indonesia yang mengusung teknologi...

Krisis Lingkungan, Menteri LH Ingatkan Fatwa Haram Buang Sampah di Sungai dan Laut

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan kembali fatwa haram membuang sampah ke sungai dan laut di tengah...

Pertamina dan GAPULIMGI Bangun Ekosistem Nasional Minyak Jelantah Berkelanjutan untuk Pengembangan Energi Hijau

Ecobiz.asia — Pertamina bersama GAPULIMGI (Gabungan Pengusaha Limbah Minyak Goreng Indonesia) memperkuat kolaborasi strategis untuk membangun ekosistem nasional pengelolaan minyak jelantah atau used cooking...