Dorong Pengembangan Ekonomi Karbon, Atkarbonist Gandeng Sucofindo dan DMB Global

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Asosiasi Penggiat Karbon dan Bisnis Berkelanjutan atau Atkarbonist menjalin kerja sama dengan PT Sucofindo dan PT Daya Mitra Bersama (DMB) Global untuk pengembangan aksi mitigasi perubahan iklim dan ekonomi karbon.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Ketua Umum Atkarbonist, Musdhalifah Machmud, Direktur SDM Sucofindo Budi Utomo, dan Direktur Utama DMB Global Benny Bernardus sebelum Seminar Nasional Monetisasi Emisi Karbon Strategi Baru Meningkatkan Nilai Perusahaan di Auditorium Perbanas Institute, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Ketua Umum Atkarbonist, Musdhalifah Machmud, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi rendah karbon melalui advokasi kebijakan, edukasi, riset teknologi hijau, serta pendampingan proyek karbon.

Read also:  Rancangan Peraturan Tentang Perdagangan Karbon Sektor Pertanian, Libatkan Petani dalam Proyek Offset

Atkarbonist juga mengembangkan standar kompetensi dan sertifikasi profesional untuk mendukung implementasi strategi net zero di Indonesia.

“Atkarbonist hadir sebagai asosiasi yang mendorong pengelolaan karbon, perdagangan karbon, dan praktik bisnis berkelanjutan. Pengembangan ekonomi rendah karbon membutuhkan sinergi lintas sektor agar ekosistemnya kuat dan berkelanjutan,” kata Musdhalifah.

Sebagai bagian dari kerja sama, Atkarbonist dan DMB Global sedang membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi Tata Kelola Karbon dan Sampah atau LSP Takasa.

Read also:  NHM Kembangkan Pertanian Modern 10 Hektare di Kao Barat untuk Dukung Ketahanan Pangan

Lembaga ini diharapkan menjadi rujukan sertifikasi profesi untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung penurunan emisi gas rumah kaca serta target Nationally Determined Contribution Indonesia.

DMB Global akan berperan melalui layanan konsultasi emisi karbon, ESG consulting, manajemen bisnis, pengembangan sumber daya manusia, serta pengembangan konten strategis terkait karbon.

Sementara Sucofindo diharapkan memperkuat aspek verifikasi, sertifikasi, dan implementasi standar pengukuran, pelaporan, dan verifikasi atau MRV yang menjadi fondasi kredibilitas pasar karbon nasional.

Read also:  Dua Bulan Beroperasi, DSI Petakan Ekspor Komoditas Strategis Senilai US$14 Miliar

Musdhalifah menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis berkelanjutan dan monetisasi karbon tidak dapat dilakukan secara parsial sehingga diperlukan kolaborasi industri, pendidikan, dan lembaga sertifikasi.

Atkarbonist juga telah menjalikan kesepahaman untuk berkolaborasi dengan Perbanas Institute. Kerja sama diarahkan pada pengembangan keuangan hijau, riset ekonomi karbon, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang sustainability dan ESG. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

BEI: Karhutla Berpotensi Tekan Ketersediaan Unit Karbon

Ecobiz.asia – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berpotensi memengaruhi ketersediaan unit karbon yang dapat diperdagangkan di pasar karbon pada periode...

BEI Luncurkan IDX Green Equity Designation, Dorong Transparansi dan Pembiayaan Ekonomi Hijau

Ecobiz.asia – Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan IDX Green Equity Designation untuk memberikan penetapan khusus bagi saham perusahaan tercatat yang memenuhi kriteria aktivitas ekonomi...

CIP dan Blueyou Kolaborasi Restorasi Mangrove dan Pengembangan Karbon Biru di Indonesia

Ecobiz.asia – Climate Investment Partners (CIP), pengembang solusi iklim berbasis alam, dan perusahaan perikanan berkelanjutan Blueyou menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk bersama-sama...

ESGIN dan ASPEBINDO Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon Indonesia

Ecobiz.asia -- PT ESGIN Global Partners (ESGIN) dan Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) memperkuat kolaborasi untuk mendorong pengembangan ekosistem perdagangan karbon...

Indonesia Terus Kembangkan CCS, Teknologi Dinilai Jadi Jembatan Transisi Energi

Ecobiz.asia — Indonesia mulai memasuki tahap implementasi dalam pengembangan carbon capture and storage (CCS), setelah sebelumnya berfokus pada penguatan regulasi. Pengembangan proyek kini diarahkan...

TOP STORIES

Aren dan Penguatan KPH untuk Menggerakkan Bioekonomi Hutan

Ecobiz.asia - Penasihat Utama Menteri Kehutanan Dr. Willie Smits mengambil sejumput tanah dari bawah tegakan aren di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Gorontalo Utara,...

Data Karhutla Terbaru, Kemenhut Ungkap Hotspot High Confidence Turun

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama tim gabungan terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah prioritas, terutama Kalimantan dan Sumatera,...

IndoEBTKE ConEx 2026 Dorong Eksekusi Proyek EBT dan Percepatan Investasi Hijau

Ecobiz.asia -- Forum The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 akan menjadi ajang untuk mempercepat realisasi proyek energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE) di Indonesia,...

BEI: Karhutla Berpotensi Tekan Ketersediaan Unit Karbon

Ecobiz.asia – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berpotensi memengaruhi ketersediaan unit karbon yang dapat diperdagangkan di pasar karbon pada periode...

Terjebak Asap Karhutla, Orangutan Lemah Diselamatkan dari Kebun Sawit

Ecobiz.asia — Seekor orangutan jantan dewasa ditemukan dalam kondisi lemah di tengah kebun sawit masyarakat di Dusun 1 Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan...