Terratai Tanam Investasi di Birufinery, Perluas Model Rumput Laut Berkelanjutan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Terratai mengumumkan investasi di Birufinery, perusahaan biotek berbasis rumput laut yang beroperasi di Nusa Tenggara Timur dan mengembangkan produk biostimulan untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.

Investasi ini difasilitasi melalui program Investing in Women (IW), inisiatif Pemerintah Australia.

“Jarang ada perusahaan yang mampu menunjukkan dampak positif di hulu dan hilir dalam rantai pasok mereka, dan bagi Terratai, investasi kami di Birufinery menawarkan peluang unik untuk mendukung transisi menuju ekonomi pertanian yang ramah lingkungan, baik di darat maupun di laut,” ujar Matt Leggett, CEO Terratai, Jumat (5/12/2025).

Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua di dunia, namun sekitar 80 persen produksinya masih dijual dalam bentuk mentah.

Read also:  PGEO Pastikan Operasional Panas Bumi Berkelanjutan, Pemanfaatan tak Sekadar Pembangkitan Listrik

Birufinery mencoba menjembatani kesenjangan nilai tersebut dengan membangun model terintegrasi dari budidaya hingga pengolahan, termasuk penelitian dan pengembangan produk turunan berbasis rumput laut tropis.

Didirikan pada 2024 oleh Azalea Ayuningtyas, Hanna Keraf, Amadeus Pribowo, dan Wenny Andriani, Birufinery memproduksi biostimulan BiruLift yang diklaim dapat menurunkan penggunaan pupuk sintetis hingga 30 persen.

Perusahaan saat ini bermitra dengan petani kecil di wilayah Flores dan Kupang melalui skema inti-plasma, yang memungkinkan peningkatan kualitas budidaya sekaligus memastikan rantai pasok yang stabil.

Di tingkat hulu, model budidaya Birufinery dirancang untuk menyerap kelebihan nitrogen di perairan dan mengurangi risiko eutrofikasi, seraya menciptakan insentif bagi masyarakat untuk menjaga ekosistem pesisir.

Read also:  Rimba Collective Gandeng NCI, Luncurkan Proyek Perlindungan Hutan 160.000 Ha di Kalimantan Timur

Di hilir, penggunaan biostimulan tersebut ditujukan untuk memperbaiki kesehatan tanah dan mendukung transisi menuju pertanian regeneratif.

Dengan dukungan Terratai, Birufinery menargetkan dampak pada lebih dari 1.200 petani, pengurangan emisi hingga 20.000 ton CO₂, serta penghilangan 350 ton nitrogen dari perairan. Perusahaan berencana memperluas lahan budidaya dari 3 hektare saat ini menjadi lebih dari 80 hektare pada 2029.

Birufinery juga menonjolkan peran perempuan dalam inovasi iklim: tiga dari empat pendirinya adalah perempuan, termasuk CEO Azalea Ayuningtyas dan Chief Partnership Officer Hanna Keraf. Keduanya sebelumnya mendirikan usaha sosial Du Anyam yang bekerja dengan lebih dari 1.400 pengrajin perempuan.

Read also:  Kemenhut Tegaskan Kayu Hanyut Pascabanjir Dapat Dimanfaatkan Terbatas untuk Pemulihan: Tata Kelola Harus Tertib

“Dukungan dan visi bersama Terratai mempercepat perjalanan kami untuk menjadi pemimpin global dalam inovasi rumput laut tropis,” ujar Azalea Ayuningtyas, Co-founder & CEO Birufinery.

CEO Investing in Women, Hannah Birdsey, menyebut Birufinery sebagai contoh bagaimana inovasi yang dipimpin perempuan dapat berkontribusi terhadap ekonomi biru dan pemulihan ekosistem.

Kolaborasi Birufinery, Terratai, dan Investing in Women diharapkan mempercepat adopsi teknologi rumput laut tropis dalam sistem pertanian sekaligus memperkuat mata pencaharian pesisir melalui pendekatan ekonomi hijau. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina–MIND ID Percepat Hilirisasi Batu Bara Jadi DME untuk Substitusi LPG

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) bersama Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID memperkuat kolaborasi strategis untuk mempercepat hilirisasi batu bara menjadi energi alternatif pengganti...

Bauran EBT di Sektor Listrik Capai 16,3 Persen, Lampaui Target RUKN

Ecobiz.asia — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bauran energi baru dan terbarukan (EBT) di sektor ketenagalistrikan mencapai 16,3 persen pada 2025,...

PGEO Pastikan Operasional Panas Bumi Berkelanjutan, Pemanfaatan tak Sekadar Pembangkitan Listrik

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memastikan operasional panas bumi berjalan aman, andal, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pemanfaatan panas bumi yang tidak...

BSI Gandeng BASE Perluas Pembiayaan Proyek Efisiensi Energi Menuju NZE 2060

Ecobiz.asia — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjalin kerja sama strategis dengan Basel Agency for Sustainable Energy (BASE) untuk memperluas pembiayaan proyek efisiensi...

Konsumsi Melonjak 479 Persen Selama Nataru, PLN: Ekosistem Mobil Listrik Terus Tumbuh

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) mencatat lonjakan signifikan konsumsi listrik kendaraan listrik (electric vehicle/EV) selama periode Siaga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru),...

TOP STORIES

Jateng Gandeng Swasta Bangun Perumahan Hijau, Dari Pengolahan Sampah Sampai Pemanfaatan EBT

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat pengembangan ekosistem perumahan hijau melalui kolaborasi antara BUMD dan pengembang swasta, sebagai komitmen mendorong transisi menuju ekonomi...

PGE Mulai Eksekusi PLTP Lumut Balai Unit 3, Tambah Kapasitas Panas Bumi 55 MW di Sumsel

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) resmi memasuki tahap eksekusi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit...

Pertamina NRE Signs MoU with China’s GCL to Develop Clean Energy Projects in Indonesia

Ecobiz.asia — Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) has signed a memorandum of understanding with China-based clean energy company GCL Intelligent Energy (Suzhou)...

Pertamina Tegaskan RDMP Balikpapan Perkuat Kedaulatan Energi dan Produk Ramah Lingkungan

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) menegaskan pengembangan Infrastruktur Energi Terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian dan kedaulatan...

PLN Beberkan Peran PLTA Sipansihaporas dalam Mitigasi Banjir di Sumatra, Seperti Apa?

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) menegaskan peran strategis Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sipansihaporas dalam mitigasi banjir di wilayah Sumatra, khususnya di Kabupaten Tapanuli...