Sumatra Mulai Memanas, Kemenhut Kerahkan Manggala Agni Padamkan Karhutla

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menurunkan pasukan Manggala Agni untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra seiring meningkatnya titik panas dan potensi kekeringan pada awal 2026.

Melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra, Ditjen Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkumhut) mengerahkan Manggala Agni ke Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Riau untuk merespons kejadian karhutla yang mulai meluas.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan wilayah Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jambi, serta sebagian Sumatra Selatan menjadi daerah rawan karhutla akibat peningkatan titik panas dan penurunan kelembapan pada musim kemarau awal.

Read also:  Bauran EBT di Sektor Listrik Capai 16,3 Persen, Lampaui Target RUKN

“Untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan, saat ini sudah dimulai operasi patroli pencegahan di Riau guna mendeteksi kondisi lapangan lebih awal dan mempercepat respons jika terjadi kebakaran,” ujar Ferdian di Palembang, Senin (26/1/2026).

Upaya pemadaman intensif telah membuahkan hasil di sejumlah lokasi. Karhutla seluas 4,5 hektare di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Desa Tasik Serai, Kabupaten Bengkalis, Riau, serta kebakaran seluas 2 hektare di Desa Bunsur, Kecamatan Sei Apit, Kabupaten Siak, berhasil dipadamkan pada Minggu (25/1/2026).

Read also:  Indonesia Timur Jadi Kunci, Pemerintah Perkuat Tata Kelola Karbon Biru

Namun, hingga kini tim Manggala Agni Daops Sumatra VII/Rengat bersama Satgas Karhutla Kabupaten Pelalawan masih melakukan pemadaman di Kelurahan Teluk Meranti dan Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Di Aceh, pemadaman juga masih berlangsung di Desa Suak Raya dan Desa Suak Nie, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.

Untuk memperkuat penanganan, Manggala Agni Daops Sumatra II/Pematang Siantar dan Daops Sumatra III/Labuhan Batu juga dikerahkan menuju lokasi kebakaran di Kabupaten Labuhan Batu dan Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara.

Read also:  Gakkum Kehutanan Limpahkan Kasus Kayu Ilegal Donggala ke Kejaksaan

Ferdian menambahkan, pemantauan tinggi muka air tanah dari Sistem Pemantauan Tinggi Muka Air Tanah (Simatag) Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan sejumlah titik di Aceh, Sumatra Utara, Riau, dan Jambi berada pada level rawan hingga berbahaya. Data hotspot harian dan Fire Danger Rating System (FDRS) BMKG juga memperlihatkan peningkatan kerawanan kebakaran hampir merata di Sumatra.

“Manggala Agni berkomitmen bergerak cepat dan bersinergi dengan seluruh pihak untuk menuntaskan pemadaman serta mencegah meluasnya karhutla,” pungkas Ferdian. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Gerakan Indonesia ASRI, Menteri LH Tekankan Penanganan Sampah Laut Terpadu

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq memimpin aksi bersih sampah laut di sejumlah pantai di Kabupaten Badung,...

Indonesia Timur Jadi Kunci, Pemerintah Perkuat Tata Kelola Karbon Biru

Ecobiz.asia - Penguatan kelembagaan, validasi dan verifikasi karbon, serta keterlibatan masyarakat pesisir menjadi kunci agar karbon biru dapat dikembangkan sebagai instrumen pengendalian emisi sekaligus...

Gajah Sumatra Ditemukan Mati Tanpa Kepala, Kemenhut: Indikasi Kuat Perburuan Liar

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyatakan adanya indikasi kuat perburuan liar atas kematian seekor gajah...

Ekspedisi KKP–WWF di Maluku Barat Daya Ungkap Temuan Penting, Benteng Terakhir Keanekaragaman Hayati Laut

Ecobiz.asia — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Yayasan WWF Indonesia mengungkap temuan ilmiah penting dari Ekspedisi Kawasan Konservasi Kepulauan Romang dan Damer, Maluku...

Izin Penyimpanan Limbah B3 PT Vopak Kedaluwarsa, KLH Lakukan Penegakan Hukum Lingkungan

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyatakan akan melakukan penegakan hukum lingkungan terhadap PT Vopak Terminal Merak setelah menemukan izin Tempat...

TOP STORIES

Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2026, Rehabilitasi Mangrove Jadi Investasi Jangka Panjang

Ecobiz.asia — Rehabilitasi mangrove menjadi investasi jangka panjang untuk perlindungan wilayah pesisir sekaligus penguatan ekonomi masyarakat. Demikian ditegaskan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya...

Danantara Groundbreaking Proyek Baru Biorefinery dan Bioethanol Pertamina

Ecobiz.asia — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia melakukan peletakan batu pertama dua proyek energi hijau PT Pertamina (Persero), yakni proyek Biorefinery Cilacap di...

Gerakan Indonesia ASRI, Menteri LH Tekankan Penanganan Sampah Laut Terpadu

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq memimpin aksi bersih sampah laut di sejumlah pantai di Kabupaten Badung,...

Indonesia Timur Jadi Kunci, Pemerintah Perkuat Tata Kelola Karbon Biru

Ecobiz.asia - Penguatan kelembagaan, validasi dan verifikasi karbon, serta keterlibatan masyarakat pesisir menjadi kunci agar karbon biru dapat dikembangkan sebagai instrumen pengendalian emisi sekaligus...

PTBA Perkuat Ekosistem Hilirisasi Bauksit Lewat Pasokan Energi Berkelanjutan

Ecobiz.asia — PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, memperkuat ekosistem hilirisasi mineral nasional melalui penyediaan pasokan energi yang...