Pertamina Bidik Tandan Kosong Sawit Jadi Bioetanol Pengganti BBM Impor

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) memperkuat strategi pengurangan impor bahan bakar minyak (BBM) dengan mengoptimalkan pemanfaatan minyak sawit beserta limbahnya sebagai sumber bioenergi untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan pemanfaatan crude palm oil (CPO) dan limbah tandan kosong sawit (TKS) menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak mentah dan produk BBM.

“Jawabannya ada di depan mata kita. Dengan sumber daya CPO dan tandan kosong sawit, kita harus mampu mengubahnya menjadi energi,” kata Oki dalam Pekan Riset Sawit Indonesia 2026 di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Read also:  PT Timah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi, Penggunaan PLTS dan EV Jadi Prioritas

Menurut Oki, Indonesia memiliki tiga keunggulan utama dalam pengembangan bioenergi, yakni ketersediaan biomassa yang melimpah, kemampuan mendukung ketahanan energi sekaligus dekarbonisasi sektor transportasi, serta potensi mendorong ekonomi sirkular yang memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Ia menegaskan pengembangan bioenergi memerlukan penguatan ekosistem secara menyeluruh, mulai dari penyediaan bahan baku, pengembangan teknologi pengolahan di kilang, hingga distribusi produk ke masyarakat.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Pertamina telah mendukung implementasi mandatori biodiesel B50. Saat ini, distribusi biodiesel telah menjangkau 86 dari total 121 terminal BBM milik Pertamina di seluruh Indonesia.

Read also:  Agrinas Palma dan IPB Bidik 1 Juta Hektare untuk Bioetanol E20, Targetkan 5 Juta Kiloliter/Tahun

Untuk mengurangi impor bensin, Pertamina juga tengah membangun fasilitas produksi bioetanol di Glenmore, Jawa Timur, dengan kapasitas 30.000 kiloliter per tahun. Fasilitas tersebut dipersiapkan untuk mendukung target pencampuran bensin E10 sesuai peta jalan pemerintah.

Selain memanfaatkan CPO, Pertamina juga mulai mengembangkan potensi tandan kosong sawit yang diperkirakan mencapai sekitar 25 juta ton per tahun sebagai bahan baku bioetanol.

“Tantangan kita sekarang ada di hilirisasi. Bagaimana TKS ini bisa kita pecah menjadi glukosa lalu menjadi bioetanol. Kalau inisiatif ini berhasil, maka tidak ada lagi limbah yang sia-sia,” ujar Oki.

Read also:  PDC Dukung Pengembangan Talenta Muda Melalui Program Pemagangan Pemprov DKI Jakarta

Di sisi infrastruktur, Pertamina juga memperkuat kapasitas pengolahan bahan bakar nabati melalui pembangunan Dedicated Green Refinery di Cilacap. Perusahaan sebelumnya telah mengoperasikan teknologi coprocessing secara komersial di Kilang Cilacap dan saat ini tengah melakukan uji coba penerapannya di Kilang Balongan dan Dumai.

Oki menambahkan, keberhasilan transisi menuju kemandirian energi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, industri, lembaga keuangan, akademisi, hingga masyarakat.

“Tujuannya satu, mewujudkan kemandirian energi dan mengurangi beban devisa negara,” katanya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Potensi Biomassa Indonesia Capai 83,4 Juta Ton, PLN EPI Perluas Bisnis Bioenergi

Ecobiz.asia – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memetakan potensi biomassa nasional mencapai 83,4 juta ton per tahun. Perusahaan kini memperkuat rantai pasok...

PGN Solution Gandeng Direktorat Metrologi Perkuat Akurasi Pengukuran Gas

Ecobiz.asia -- PT PGAS Solution memperkuat kerja sama dengan Direktorat Metrologi untuk meningkatkan akurasi pengukuran gas melalui optimalisasi pemanfaatan fasilitas kalibrasi dan pelaksanaan tera...

PLN Alirkan 15 MMSCFD Gas Natuna ke Batam, Perkuat Pasokan Pembangkit

Ecobiz.asia -- PT PLN (Persero) melalui subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mulai mengalirkan gas bumi dari Natuna ke Batam dengan volume mencapai...

PGN Teken Tujuh Kesepakatan Pasokan Gas, Bidik LNG Masela untuk 15 Tahun

Ecobiz.asia – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menandatangani tujuh kesepakatan komersial untuk memperkuat pasokan gas bumi melalui jaringan pipa dan gas alam...

PDC Dukung Pengembangan Talenta Muda Melalui Program Pemagangan Pemprov DKI Jakarta

Ecobiz.asia – PT Patra Drilling Contractor (PDC) turut berkontribusi dalam pengembangan kompetensi dan kesiapan kerja generasi muda melalui Program Pemagangan APBD Provinsi DKI Jakarta. Bekerja...

TOP STORIES

Tugas BPGMN Disorot, Pemulihan Gambut Disertai Evaluasi Izin dan Penegakan Hukum

Ecobiz.asia – Pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) perlu diikuti penyelesaian konflik lahan, evaluasi perizinan, dan penegakan hukum untuk mengatasi penyebab kebakaran...

Kesalehan Ekologis: Dari Tobat Menuju Aksi Nyata

Oleh: Saiful Latief, M.Si (Pranata Humas Ahli Muda, Direktorat Inventarisasi GRK dan MPV, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan TKNEK, Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH) Ecobiz.asia -...

Potensi Biomassa Indonesia Capai 83,4 Juta Ton, PLN EPI Perluas Bisnis Bioenergi

Ecobiz.asia – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memetakan potensi biomassa nasional mencapai 83,4 juta ton per tahun. Perusahaan kini memperkuat rantai pasok...

Tak Pandang Bulu, Kemenhut Tetapkan Perusahaan Singapura sebagai Tersangka Kebakaran Hutan

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan dua perusahaan, termasuk perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal Singapura, sebagai tersangka korporasi dalam perkara dugaan tindak pidana...

Organisasi Lingkungan Desak Transparansi soal Karhutla Sawit, RSPO Sebut Sanksi Anggota Tunggu Pembuktian

Ecobiz.asia – Sejumlah organisasi lingkungan mendesak Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) membuka data kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah anggotanya serta mengumumkan...