PHE Raih Dua Penghargaan Tertinggi pada ESG Governance KADIN–GAPPS International Awards 2026

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) kembali menorehkan prestasi di bidang keberlanjutan dengan meraih dua penghargaan tertinggi pada ajang ESG Governance KADIN–GAPPS International Awards 2026, yaitu Best ESG Governance dan Best ESG Project Management. Pada kategori Best Project Management, PHE menjadi satu-satunya perusahaan yang meraih penghargaan tertinggi tersebut. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen PHE dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam tata kelola perusahaan dan pengelolaan bisnis secara berkelanjutan.

Ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh KADIN Indonesia bekerja sama dengan Global Alliance for Project Performance Standards (GAPPS) dan Institute for Sustainability and Agility (ISA) tersebut berlangsung pada Kamis (25/6/2026) di Menara KADIN Indonesia, Jakarta. Penghargaan diterima oleh VP HSSE PT Pertamina Hulu Energi, Defrinaldo, dan Manager CSR PT Pertamina Hulu Energi, Elvina Winda Sagala, sebagai perwakilan perusahaan.

Read also:  Pertamina Perluas Akses Pasar Global 7 UMK di CAEXPO 2026

Penghargaan Best ESG Governance diberikan atas keberhasilan PHE dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang berlandaskan prinsip ESG secara konsisten, transparan, dan akuntabel. Sementara itu, penghargaan Best ESG Project Management merupakan apresiasi atas implementasi manajemen proyek berbasis Community untuk aspek Social yang mampu mendukung pencapaian target bisnis sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan para pemangku kepentingan.

Read also:  Jababeka-Pertamina Kerja Sama Pengembangan Energi Hijau, Siapkan Biometana hingga Hidrogen

PHE ditetapkan sebagai peraih tertinggi setelah melalui rangkaian proses seleksi dan penilaian Indonesia ESG Excellence Awards 2026, mulai dari seleksi berdasarkan RFI (Request For Information) hingga wawancara dengan panel juri yang terdiri dari akademisi, praktisi ESG, perwakilan asosiasi profesi, serta pakar keberlanjutan dari Indonesia dan mancanegara.

“Pencapaian ini semakin memperkuat komitmen PHE untuk terus menerapkan praktik bisnis berkelanjutan, memperkuat tata kelola perusahaan yang baik, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi, Hermansyah Y Nasroen.

Read also:  Indonesia-Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink Periode Kelima, Targetkan 300 Kelompok

Hermansyah menambahkan, sebagai Subholding Upstream Pertamina, PHE akan terus mengintegrasikan prinsip ESG dalam setiap aspek operasional guna mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mendorong terciptanya masa depan energi yang berkelanjutan.

PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PHR Perkuat Budaya Inovasi melalui CIIF 2026, Cetak Added Value Creation Rp3,73 Triliun

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatat nilai tambah (added value creation) Rp3,73 triliun dari berbagai inovasi dan program perbaikan operasional yang dikembangkan...

ANTAM Catat Efisiensi Energi, Andalkan PLTS untuk Tekan Pemakaian BBM

Ecobiz.asia — PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatat penurunan konsumsi energi sebesar 59% menjadi 4,46 juta gigajoule (GJ) pada semester I 2026. Perseroan juga...

PLN Akan Luncurkan T-REC, Mudahkan Pelanggan Pantau Konsumsi Listrik Hijau Secara Rinci

Ecobiz.asia — PT PLN (Persero) akan meluncurkan peluncuran Time-based Renewable Energy Certificate (T-REC) pada 2028 yang memungkinkan pelanggan memantau penggunaan listrik hijau secara lebih...

PLTA Batang Toru Mulai Penggenangan, Siapkan Tambahan Kapasitas 510 MW

Ecobiz.asia -- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai memasuki tahap penggenangan waduk...

Gold Standard Luncurkan Metodologi G-RESET, Perluas Akses Pembiayaan Karbon untuk Proyek Energi Terbarukan

Ecobiz.asia – Lembaga standar karbon Gold Standard meluncurkan metodologi Grid-Connected Renewables, Storage and Energy Transition (G-RESET) untuk memperluas akses sertifikasi kredit karbon bagi proyek...

TOP STORIES

Xurya Soroti Kesiapan Teknologi dan SDM untuk Kejar Target PLTS 100 GWp

Ecobiz.asia — Target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun ke depan tidak hanya membutuhkan percepatan konstruksi,...

RUU Migas 2026, FSPPB dan Muhammadiyah Desak Pertamina Jadi BUK Migas

Ecobiz.asia — Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong agar Pertamina ditetapkan sebagai Badan Usaha Khusus (BUK) Migas dalam...

Dunia Lirik Produk Hijau, Transisi Energi Jadi Kunci Daya Saing Ekspor Indonesia

Ecobiz.asia — Penggunaan energi bersih dalam proses produksi semakin menentukan daya saing produk di pasar global. Pemerintah menilai transisi energi menjadi kebutuhan strategis untuk...

IEEFA Nilai Target PLTS 100 GWp Menjanjikan, Tapi Ada Syaratnya

Ecobiz.asia — Target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto menjanjikan efisiensi...

Agrinas Palma, Fauji Foundation Jajaki Investasi Sawit Terintegrasi 200.000 Hektare

Ecobiz.asia -- PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjajaki kerja sama dengan Fauji Foundation dari Pakistan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit terintegrasi seluas 200.000 hektare...